Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Berbakti


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Vino kepada Nathan karna tidak biasanya saudaranya itu meminta turun di luar komplek.


"Gue biar jalan kaki aja ke rumah" ucap Nathan dan ingin turun dari mobilnya itu.


"Mau kemana?" tanya Vino kembali.


"Lo duluan aja...gue ada urusan" jawab Nathan dan langsung keluar.


Vino tidak menjawab perkataan Nathan dia kembali melajukan mobilnya menuju ke tempatnya tinggal. Nathan yang melihat Vino sudah lumayan jauh langsung berjalan masuk ke dalam komplek perumahan nya itu.


Nathan melewati rumah kakek Ara dengan sangat pelan dan di depan itu terlihat Rafael dan kedua orang tuanya sedang bermain tanpa Ara. "Uncle" panggil Rafael yang melihat Nathan lewat di depan rumah itu.


Nathan yang tadi pura pura tidak tau langsung menoleh ke arah Rafael.


"Hey" sapa balik Nathan.


"Uncle sini main sama Ael" ucap Rafael sambil membuka pintu gerbang yang kecil dan menarik tangan Nathan. Nathan hanya mengikutinya dan dia juga tidak menolak.


"Om tante" ucap Nathan sambil menyalami Rizal dan juga Kya secara bergantian.


"Kamu tinggal di komplek ini?" tanya Rizal.


"Iya om" jawab Nathan.


"Kamu namanya siapa?" tanya Rizal karna memang dia belum mengetahui nama Nathan.


"Nathan om" jawab Nathan.


"Uncle ayo kita main" ajak Rafael sambil menarik tangan Nathan.


Nathan dan Rafael bermain robot robotan dengan tawa bahagia mereka. Kya yang sedari tadi memainkan ponsel langsung melihat jam di ponsel nya itu dan jam sudah menunjuk pukul 15:30 dan Ara belum juga kembali.


Kya melihat ke depan dan ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan pagar rumah itu dan mobil itu tidak asing di mata Kya ataupun Rizal. Terlihat dua orang wanita yang turun dari mobil itu menggunakan seragam sekolah sama seperti Ara dan orang itu adalah Erina dan juga Andita.


"Paman bibi" panggil Erina dan juga Andita yang masih berada di dekat pagar dan ingin masuk karna baru saja sampai karna ingin menemui Ara.


"Ara mana?" tanya Kya kepada kedua sahabat keponakannya itu.


"Loh bukannya udah pulang Ara?" tanya Erina bingung.


"Belum" jawab Kya. Nathan yang sedari tadi asik bermain bersama dengan Rafael langsung menoleh ke arah Kya dan yang lain karna mendengar bahwa Ara belum pulang. Pikiran Nathan tertuju pada TPU melati pasti Ara di sana? pikir Nathan.


"Bibi paman Ara pulang" ucap Ara yang sudah berdiri di belakang erina dan juga Andita.

__ADS_1


"Lo dari mana ra? kok kotor gini?" tanya Andita kaget yang melihat baju Ara kotor begitupun dengan wajahnya.


"Iya nak kamu dari mana aja?" tanya Kya.


"Ara abis berbakti" jawab Ara lemas.


"Berbakti maksudnya?" tanya Rizal bingung.


"Bu...bukan paman maksud Ara..." jawab Ara gagu karna dia tidak tau ingin menjawab apa.


"Kenapa cerita sama paman" ucap Rizal.


"Tadi waktu perjalanan pulang ada mobil yang gak sengaja ngelindas air kotor makanya kena Ara jadi gini deh" ucap Ara sambil menujukkan tubuhnya yang kotor.


Kya menatap lekat kedua bola mata keponakannya itu untuk mencari kebohongan disana. "Kamu lagi gak bohong kan?" tanya Kya kepada Ara.


"Mana pernah Ara boong sama kalian" jawab Ara memaksakan senyumannya.


"Trus mata kamu bengkak kenapa?" tanya Kya kepada Ara.


"Onty" panggil Rafael yang sedang bermain bersama dengan Nathan dan itu membuat semua mata tertuju kepadanya.


"Hmm" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya kepada Rafael.


"Onty mau istirahat Onty capek banget" jawab Ara sambil memelas berharap Rafael mengerti.


"Yah Onty bentar aja kan bentar lagi Onty mau pergi ninggalin Ael" ucap Rafael. Ara langsung menggendong Rafael tanpa peduli dengan bajunya yang kotor itu.


"Emang Onty Ael mau kemana?" tanya Andita.


"Jangan bilang kalo Onty bentar lagi mau pergi kalo Ael bilang Onty gak bakal mau main sama Ael lagi" bisik Ara kepada Rafael.


"Lo tau Rafael kan yang sukanya bohong jangan di dengerin" jawab Ara akan pertanyaan Andita.


"Onty masuk mau ganti baju nanti panggil Onty okee" ucap Ara kepada Rafael.


"Emangnya dia mau kemana? sampai sampai sahabatnya aja gak tau" guman Nathan bingung.


"Ra tunggu" teriak Erina yang melihat Ara sudah masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga.


Ara sesegera mungkin masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya. Erina dan Andita sudah sampai di depan kamar yang Ara tempati.


"Ra buka" teriak Andita yang berusaha membuka pintu kamar Ara.

__ADS_1


"Gue mau istirahat jangan ganggu" teriak Ara dari dalam kamar.


"Lo pasti ada masalah kan makanya gini" ucap Erina.


"Gue gak ada masalah sayang" jawab Ara.


"Ra kita ini sriusan kalo ada masalah cerita sama kita jangan gini" ucap Andita.


"Gue beneran gak ada masalah Andita, Erina" jawab Ara.


"Yaudah kita pulang nanti kalo butuh kita tinggal telpon okee" ucap Erina.


"Iyaa" jawab Ara dari dalam kamar. Erina dan Andita pun langsung meninggalkan kamar Ara dan turun ke halaman depan karna Rizal dan Kya masih ada di sana.


"Kenapa?" tanya Kya yang melihat Erina dan Andita seperti tidak bersemangat.


"Ara katanya mau istirahat dan dia juga nyuruh kita pulang" jawab Andita.


"Dia emangnya kenapa? apa dia ada masalah?" tanya Rizal kepada Andita dan juga Erina.


"Kita juga gak tau man akhir akhir ini kita jarang kumpul kita juga jarang ngomong dari hati ke hati" jawab Erina.


"Sejak kapan?" tanya Kya.


"Sejak dia sama kak Dewa kecelakaan" jawab erina sedih karna memang semenjak Dewa meninggal Ara sangatlah tertutup kepada kedua sahabatnya itu.


"Kenapa ya dia" ucap Rizal sambil melihat pintu kamar Ara yang tertutup itu.


"Yaudah paman bibi kita pamit pulang dulu" ucap Andita sambil bersalam kepada Kya dan juga Rizal secara bergantian.


"Ael tante pulang dulu ya sayang" ucap Erina sambil mencium pipi Rafael begitupun dengan Erina.


"Kak kita permisi" ucap Andita kepada Nathan. Nathan hanya mengangguk sambil melebarkan senyumannya.


Setelah keluar dari pagar rumah itu mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dengan posisi Erina yang mengemudi dan Andita di samping kemudi.


Tit.


Erina memencet klakson mobil itu dan langsung berlalu meninggalkan komplek itu dan menuju ke rumah Andita.


"Aa dia dari makam?" guman Nathan.


"Sayang uncle pamit pulang ya" ucap Nathan sambil mencium pipi cuby keponakan Ara itu.

__ADS_1


"Om tante saya permisi pulang" ucap Nathan sambil bersalam dengan Kya dan juga Rizal dan dia juga memberikan Rafael yang berada di dalam pelukannya itu kepada Kya.


__ADS_2