
"Dia di atas, Mau ikut?" tanya Ara kepada Okta. Okta dengan segera menganggukkkan kepala nya dan ingin ikut bersama dengan Ara.
"Minta izin dengan mama papa mu dulu" ucap Ara kepada Okta dan langsung menggendong Okta.
"Ma, Pa, Aku ke atas bermain bersama Yuna" ucap Okta kepada Vino dan juga Ressa yang baru saja sampai di lantai dua.
"Iya" jawab Ressa dengan senyum yang mengembang menatap anak nya itu.
"Ayo bu" ajak Okta kepada Ara, Ara mengangguk mengiyakan nya dan Ara pun melanjutkan langkah kaki nya menuju ke atas.
"Okta masih mau kan sekolah di bandung?" tanya Ara di sela sela menaiki anak tangga.
"Sangat mau apa lagi Okta gak mau pisah sama Yuna" jawab Okta akan pertanyaan Ara.
"Gimana kalau besok kita ke bandung, Kamu dan Yuna ngelanjutin sekolah TK kalian di sana nanti kalau udah SD baru pindah ke jakarta gimana?" tanya Ara kepada Okta dengan menatap lekat anak itu sambil berjalan menuju ke kamar nya.
Brukk
Ara menabrak seseorang dan hampir terjatuh dan untung nya orang itu segera menangkap Ara menggunakan tangan kanan nya dan orang yang menabraknya adalah Nathan sang suami.
"Huh" Ara mendengus lega karna dia tidak jadi terjatuh, Nathan menarik tangan istri nya itu untuk berdiri kembali.
"Oktaa" teriak Yuna saat melihat Okta di gendongan ibu nya.
"Yuna" teriak Okta yang tak kalah girang bertemu dengan Yuna meskipun sudah hampir setiap hari mereka bertemu tapi saat mereka bertemu dari perpisahan beberapa jam pasti selalu seperti itu. Ara belum menurunkan Okta dari gendongan nya begitupun dengan Nathan yang juga belum menurunkan Yuna dari gendongan nya.
"Ibu turunkan aku" ucap Okta yang ingin turun.
__ADS_1
"Ayah turunkan aku" ucap Yuna yang juga ikut meminta di turunkan dari gendongan ayah nya itu, Ara dan Nathan tidak menjawab dan sama sama menundukkan tubuh dan ingin menurunkan anak anak itu.
Bukk
Kepala Ara dan Nathan saling bertabrakan akibat sama sama menunduk. "Auuu" rengek Ara dan Nathan bersamaaan dan kembali berdiri seperti semula.
"Kau ini" ketus Ara dengan memgang kepala nya karna sedikit sakit.
"Kenapa malah menyalahkan ku? jelas kau yang salah" ketus Nathan juga yang tidak mau kalah.
"Ibu turunkan aku"
"Ayah turunkan aku" ucap Yuna dan Okta secara bersamaan dengan berteriak karna kedua orang tua nya itu malah bertengkar bukannya menurunkan mereka.
"Iya" jawab Ara dan Nathan secara bersamaan. Ara menoleh ke arah sang suami yang ada di hadapan nya itu begitupun dengan Nathan yang juga menoleh ke arah istri nya itu.
"Apa?" ketus Nathan lagi.
"Ya apa?" ketus Ara yang tidak mau kalah.
"Apa?" ketus Nathan yang juga tidak mau kalah.
"Astaga ada apa dengan kalian?" teriak Vino yang baru saja keluar dari kamar nya akibat mendengar kan suara berisik dari luar kamar sedangkan Nita, Andre, Yuda dan juga Ressa membiarkan mereka meskipun Yuda dan Ressa ingin melihat apa yang terjadi di atas tapi Nita dan Andre melarang nya karna memang jika Ara dan Nathan sudah bersama akan terjadi perang mulut di antara mereka.
"Apa?" bentak Ara dan Nathan secara bersamaan dengan menatap Alfin datar, Vino menciut saat melihat pelotottan mata Ara dan Nathan yang menatap nya.
"Tidak apa apa, Lanjutkan" jawab Vino dan kembali masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Ibu, Ayah sudah lah" ucap Okta yang mengikuti Yuna memanggil Nathan ayah, Nathan menoleh ke arah Okta karna sedikit kaget akan Okta yang memanggil nya ayah, Nathan tersenyum mendengar panggilan itu dan langsung menundukkan Yuna dari gendongan nya setelah dia menurunkan Yuna baru Ara yang menurunkan Okta dari gendongan nya.
"Dari tadi kek, Ayo" ucap Yuna dan langsung menarik tangan Okta dan menuju ke kamar nya. Okta mengikuti nya dengan senang hati dan masuk ke dalam kamar Yuna bersama dengan Yuna. Nathan berjalan ke arah istri nya dan tersenyum menatap anak Anak nya yang akur itu begitupun dengan Ara yang juga imut tersenyum melihat anak Anak nya itu.
Ara menoleh ke arah sang suami yang ada di samping nya. "Astaga" ucap Ara yang kaget akan kehadiran Nathan di samping nya. Suara Ara itu membuat Nathan menoleh ke arah nya.
"Kenapa?" tanya Nathan datar dengan menatap sang istri.
"Apa nya yang kenapa?" tanya balik Ara kepada sang suami dengan memasang wajah datar nya juga. Nathan tersenyum menatap istri nya itu dengan senyuman yang penuh makna.
"Apa kau senyum senyum kepada ku?" katus Ara kepada sang suami yang tersenyum centil menatap nya itu. Ara mengangkat kedua alis nya mengisaratkan sesuatu tapi Ara yang tidak mengerti itu hanya menatap bingung ke arah suami nya itu.
"Ays wanita ini" ketus Nathan dan langsung menggendong istri nya itu.
"Mau apa kau?" teriak Ara dengan memukul dada suami nya itu, Nathan tidak menjawab nya dan langsung membawa tubuh istri nya itu masuk ke dalam kamar nya, Nathan langsung mengunci pintu kamar dan setelah itu dia langsung membawa istri nya itu masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam bersama.
"Nathan lepaskan" ucap Ara saat sudah masuk ke dalam bath up yang sudah di isikan oleh air oleh sang suami, Nathan tidak menjawab nya dan melepaskan seluruh baju nya tanpa menggunakan apapun dan setelah itu masuk dan ikut merendahkan tubuh nya di dalam bath up itu bersama sang istri.
Beberapa jam Ara mandi bersama suami nya akhirnya dia selesai, Ara langsung mengenakan baju handuk nya dan keluar dari kamar mandi begitupun dengan Nathan yang keluar bersamaan dan nampak segar tapi tidak dengan Ara yang lemah setelah mandi bersama dengan sang suami karna sang suami meminta hak nya makanya dia lemah dan Nathan segar.
"Mau kemana kau?" tanya Nathan datar dengan menarik kerah baju handuk yang di kenakan oleh sang istri.
"Aku ingin ke ruang ganti" jawab Ara dengan nada malas nya dan menepis tangan Nathan.
"Duduklah di sini, Kau harus terkena sinar matahari pagi" ucap Nathan dan mendudukkan tubuh istri nya itu ke atas kursi yang ada di dekat jendela besar yang terang karna cahaya matahari.
"Aku ingin mengganti baju ku" ucap Ara dengan menatap malas ke arah sang suami.
__ADS_1
"Aku akan mengambil nya tunggu lah di sana dan jangan kemana mana" perintah Nathan dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam ruang ganti.