Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
THE OLF CHURCH


__ADS_3

"Yaudah ayo kita jalan jalan biar aku ajak kamu jalan jalan keliling amsterdam" ajak Ara dan mengambil mantel miliknya karna dia menggunakan celana pendek diapun menggunakan hak bot yang tidak terlalu tinggi tapi menutup sampai ke lutut.


Nathan pun ikut mengambil mantel miliknya dan mengikuti sang istri dari belakang.


"Ini tempat paling bagus kalo malam" ucap Ara saat sudah sampai di THE OLF CHURCH.


"Gak terlalu jauh ya dari hotel yang kita tempati" jawab Nathan dan menatap sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya sambil melebarkan senyumannya menghadap ke arah Nathan.


Ara menundukkan kepalanya. "Kamu kenapa?" tanya Nathan yang melihat istrinya itu menunduk.


"Aku dulu sering ke sini bareng Sheyla" jawab Ara dan mengangkat kepalanya menghadap Nathan.


"Kamu sering kesini?" tanya Nathan.


Ara mengeluarkan ponselnya. "Ini foto foto aku sama dia waktu kecil ada paman tapi gak ada papi sama mami" jawab Ara sambil menunjukkan potonya dan juga Sheyla saat di amsterdam waktu kecil.


"Ini foto kamu?" tanya Nathan dan mengambil alih ponsel milik istrinya itu.


"Iya" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Kok aku gak asing ya sama wajah kamu" ucap Nathan dan mengamati lebih jelas lagi foto istrinya itu waktu kecil.

__ADS_1


"Emang kita pernah ketemu waktu kecil?'' tanya Ara menatap lekat suaminya itu yang tengah memerhatikan foto yang ada di dalam ponselnya.


"gak tau aku juga gak inget"" jawab Nathan sambil memberikan kembali ponsel istrinya itu. Ara pun menerimanya dan mengajak sang suami berfoto bersama dan menyuruh orang untuk memotonya.


"Udah puas liburannya?" tanya Ara karna hari sudah mulai larut.


"Belum sih tapi ini kan udah malam...nanti kamu sakit" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


Hacimmmm....haaacimmm


Ara bersin dan mungkin itu karna terkena angin malam yang sangat dingin. "Tuh kan baru aja di bilang udah bersin" ucap Nathan.


"Yaudah ayo kita balik ke hotel" ajak Nathan sambil menggandeng tangan istrinya itu yang terasa sangat dingin.


Ara mengikutinya tanpa melepaskan tangannya karna dia juga harus terbiasa akan itu.


"Dingin bnget tangan kamu" ucap Nathan.


"Udara disini kalo malam emang dingin haacimmm" jawab Ara sambil bersin.


"Kamu sakit?" tanya Nathan menatap dahi istrinya itu.

__ADS_1


"Gak panas" ucap Nathan dan menatap lekat istrinya itu.


"Aku kalo kena udara di bawah minus 2 derajat emang gini" jelas Ara.


"Kita makan dulu aja" ajak Nathan saat berada di depa cafe. Ara mengangguk mengiyakannya karna dia sngat merasa kedinginan.


Ara dan Nathan pun masuk ke dalam cafe itu dan memesan makanan dan minuman hangat.


Ara menggosok gosokkan tangannya supaya sedikit lebih hangat. Nathan yang melihat itu langsung menggenggam tangan istrinya itu untuk memberi kehangatan.


"Hangat kan?" tanya Nathan sambil melebarkan senyumannya. wajah Ara mulai memerah saat melihat dengan jelas senyum suaminya itu.


"Ini tuan...nona" ucap pelayan cafe itu sambil menyodorkan makanan yang di pesan oleh Ara dan Nathan.


Ara dengan segera melepaskan tangannya dari Nathan dan sesegera meminum minuman yang ia pesan tadi. Nathan pun ikut meminum minuman yang ia pesan itu.


"Masih kedinginan?" tanya Nathan menatap istrinya itu.


"Gak terlalu dingin lagi" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Nathan hanya membalas dengan senyuman dan langsung menyantap makanan miliknya begitupun dengan Ara.


Setelah selesai makan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka ke hotel yang mereka tempati.

__ADS_1


__ADS_2