Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mereka tidur disini


__ADS_3

"Dit kan gue udah bilang kalo gue gak mau" jawab Ara lembut.


"Tapi raa..." ucapan Erina terpotong oleh Ara.


"Gue udah bilang gue gak mau" tegas Ara keada kedua sahabatnya itu.


"Ra ayo lah" ajak Erina.


"Gue udah bilang kalo gue gak mau" ucap Ara datar.


"Ara plis ayo lah ikut sekalian perpisahan" rengek Erina.


"Gue udah kalo gue gak mau apa kalian gak denger hah?" bentak Ara dan langsung masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Lo kenapa jadi marah marah sih ra orang kita nanya bagus bagus juga" teriak Andita kepada Ara yang telah masuk ke dalam kamarnya.


"Jangan di marahin pasti dia punya masalah" ucap Erina menghentikan Andita. emosi Andita mereda saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


"Gue gak jadi pergi" ucap Erina.


"Kenapa?" tanya Andita.


"Gue mau jagain Ara gue takut dia kenapa napa" jawab Erina.


"Dia kenapa bisa semarah itu?" guman Nathan heran melihat Ara yang marah kepada kedua temannya.


"Kalin mau tunggu disini?" tanya Vino.


"Iya" jawab Erina.


"Kalian pulang aja biar kita yang jagain Ara" ucap Erina lagi.


"Biar kita temenin kalian aja" jawab Vino.


"Yaudah kalo maksa" jawab Erina dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi depan kedua pria itu.


"Kita masuk ke dalam aja..di luar dingin" ucap Andita karna dia merasa sangat kedinginan.


"Yaudah ayo" ajak Erina langsung berdiri dan ingin masuk ke dalam rumah tapi langkah kakinya terhenti ketika melihat Nathan dan juga Vino hanya mematung dan tidak mengikutinya.


"Ayo masuk" ajak Erina.


"Emang boleh?" tanya Vino.

__ADS_1


"Kalian mau di serang nyamuk? kalian mau kedinginan disini?" tanya Erina keada Vino sedangkan Andita sudah masuk terlebih dahulu dan mendudukkan tubuhnya di atas kursi dan menyalakan televisi seperti rumah sendiri.


"Ya enggak lah" jawab Vino langsung berdiri tapi tidak dengan Nathan yang masih melamun ntah apa yang ia pikirkan.


"Nat ayo masuk" ajak Vino. Nathan langsung tersadar dan langsung masuk ke dalam rumah.


Jam menunjuk pukul 22:53 dan sebentar lagi akan menunjuk pukul sebelas malam tapi paman dan bibi Ara belum juga kembali dan itu membuat Ara yang belum tertidur sedikit takut dan memilih untuk turun melihat ke adaan bawah.


"Mereka tidur disini?" guman Ara melihat Erina, Andita, Vino dan juga Nathan yang terlelap di atas kursi ruang tamu dengan tv yang masih menyala dan pintu yang masih terbuka.


Ara langsung mengambilkan tiga selimut untuk menyelimuti mereka karna Erina dan Andita tidur saling berpelukan sedangkan Vino tidur sendiri dengan posisi tengkurap dan Nathan tidur dengan posisi duduk di atas kursi single.


Ara menyelimuti selimut itu kepada mereka semua. Senyumnya mengembang saat melihat kedua sahabatnya itu yang sedang tertidur. "Maafin gue udah ngebentak kalian tadi" ucap Ara dengan air mata yang mengalir tidak terlalu deras di pipinya.


"Gue sayang sama kalian" ucap Ara sambil mencium kedua sahabatnya itu dengan bergantian.


Ara menghapus wajahnya yang sempat basah itu dan langsung berdiri dan berniat untuk menutup pintu gerbang.


Saat ingin keluar dan membuka pintu rumah Nathan terbangun tapi Ara tidak menyadari itu dan dia kembali melanjutkan niatnya.


Ara menutup pintu gerbang itu dengan santai. Nathanyang melihat itu langsung membantu Ara. "Kamu belum tidur?" tanya Nathan yang sudah berdiri di samping Ara dan membantu Ara untuk menutup pagar itu.


Ara menatap ke arah Nathan. "Kenapa bangun? gue ganggu ya?" tanya Ara kepada Nathan.


Nathan menghampiri Ara dan duduk di atas ayunan yang ada di samping Ara. Ara menoleh sekilas melihat siapa yang duduk di sampingnya itu dan orang itu orang yang sama yang membantunya menutup gerbang tadi.


"Kenapa gak tidur lagi?" tanya Ara yang menggoyangkan ayunan itu sedikit.


"Kamu sendiri kenapa gak tidur?" tanya Nathan.


"Gak bisa tidur" jawab Ara.


"Kenapa gak bisa tidur tadi katanya kamu mau istirahat" jawab Nathan.


"Gue juga gak tau kenapa gue gak bisa tidur" jawab Ara dan menatap Nathan.


"Kamu ada masalah?" tanya Nathan lembut sambil menatap ke arah Ara.


"Gak" jawab Ara singkat.


"Kamu mau ke amerika?" tanya Nathan tiba tiba yang membuat Ara kaget.


"Dari mana dia tau gue mau ke amerika" guman Ara bingung.

__ADS_1


"Hey" panggil Nathan yang membuat lamunan Ara tersadar.


"Kenapa?" tanya Ara sedikit gelagapan.


"Kamu mau ke amerika?" tanya Nathan kembali.


"Eng...enggak" jawab Ara gugup.


"Gak usah bohong" ucap Nathan.


"Siapa yang boong..... udah ah gue mau masuk mau istirahat" ucap Ara langsung meninggalkan Nathan sendiri di halaman rumah kakeknya itu.


"Selalu aja nyembunyiin kesedihan sendiri" ucap Nathan sambil menggelengkan kepalanya dan kembali masuk dan melanjutkan tidurnya.


Keesokan paginya Ara sudah bangun dari tidurnya begitupun dengan Nathan tapi tidak dengan Erina, Andita dan juga Vino yang masih nyaman tertidur.


"Paman sama bibi belum pulang juga ya" ucap Ara dan langsung turun dari tangga dan menuju ke dapur karna ingin memasak.


"Udah bangun?" tanya Ara kepada Nathan karna dia melihat Nathan sudah berdiri di dekat kulkas mungkin dia minum.


"Kamu liat gimana?" tanya balik Nathan. Ara tidak menjawab perkataan Nathan dia kembali melanjutkan niatnya.


Ara mengambilkan bahan bahan untuk masak dan setelah itu meletakkan di dekat kompor dan setelah itu menyiapkan alat masak san setelah itu dia langsung masak.


"Bisa masak?" tanya Nathan kepada Ara.


"Bisa lah" jawab Ara yang sudah memulai memasak nasi goreng.


"Aku pikir kamu gak bisa masak" jawab Nathan.


"Sini bantuin masukin cabe selera kalian" ucap Ara dan sudah memisahkan nasi goreng untuknya.


"Kenapa di pisahin?" tanya Nathan kepada Ara.


"Ini buat gue dan itu buat kalian" jawab Ara. Nathan tidak menjawab perkataan Ara dia melanjutkan masakan Ara itu.


"Bangunin mereka udah selesai" perintah Nathan.


"Gak usah di bangunin ntar kalo mereka laper pasti makan" ucap Ara dan mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan. Nathan mengikuti perkataan Ara diapun ikut mendudukkan tubuhnya di dekat Ara.


Mereka berduapun menyantap makanan masing masing dengan keheningan. "Kalian makan gak ajak ajak" ucap Vino yang sudah bangun. Nathan menoleh ke arah vino tapi tidak dengan Ara yang masih setia dengan makanannya itu.


"Ini makanan buat kalian" ucap Nathan sambil menunjuk ke arah nasi goreng yang ada di dalam mangkuk transparan.

__ADS_1


"Erina sama Andita udah bangun?" tanya Ara menatap ke arah Vino karna dia tidak mendengar Erina ataupun Andita yang terdengar memanggilnya ataupun ke dapur untuk makan.


__ADS_2