Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gemetaran


__ADS_3

"Lo gak sarapan?" tanya Ara menatap suaminya yang kembali fokus ke laptop itu dengan tatapan biasa saja.


"Belum" jawab Nathan sambil menatap istrinya itu.


"Kenapa?" tanya Ara dan mendudukkan tubuhnya tepat di samping suaminya itu dan menatap pekat wajah yang sedang fokus ke laptop itu.


"Satu nungguin kamu dan dua masih ada kerjaan" jawab Nathan tanpa menoleh ke arah istrinya itu.


"Gak bisa di tinggal dulu?" tanya Ara menatap lekat pria itu. Nathan menggelengkan kepalanya.


"Huh" Ara mendengus kasar dan langsung keluar dari kamarnya.


"Mau kemana?" tanya Nathan melihat Ara ingin keluar.


"Mau ambilin makanan buat lo lah" ketus Ara.


"Kita makan di bawah aja" ucap Nathan.


"Jangan lo kan sibuk jadi biar gue aja yang ambil makanannya" ucap Ara datar dan langsung berlalu.


"Kerja mulu padahal tadi malem juga kerja" umpat Ara kesal.


"Pulang lo?" tanya Erina yang baru saja keluar dari kamar Vino yang berada di samping kamarnya.


"Ngapain lo masuk kamar Vino?" tanya Ara menatap tak suka ke arahnya dengan melototkan matanya karna Erina dn Vino kan belum SAH mau itu di mata agama maupun di mata negara.


"Ambil ini" jawab Erina sambil memberi Ara melihat paperbag yang ia pegang.


"Apa tuh?" tanya Ara dan ingin membukanya.


"Eiittt jangan...gue aja belum buka" jawab Erina.


"Shhhttt" umpat Ara kesal dan langsung berlalu turun tangga untuk mengambilkan makanan untuknya dan juga suaminya. Erina mengikuti Ara dari belakang.


"Eh lo kenapa marah marah keluar dari kamar tadi?" tanya Erina karna dia mendengar apa yang di katakan oleh Ara sewaktu keluar dari kamar tadi.

__ADS_1


"Itu si Nathan masak gak makan gara gara kerja" jawab Ara kesal dan memasukkan makanan ke dalam piring karna memang dia dan Erina sudah sampai di bawah dan Vino sedang makan dan menunggu Erina.


"Trus itu makanannya buat siapa?" tanya Erina yang mendengar ucapan Ara.


"Buat Nathan lah" ketus Ara sambil mengambil nampan dan meletakkan makanan dan minuman yang sudah dia siapkan ke dalam nampan itu.


"Perhatian banget lo....ini baru istri soleha" ucap Erina dan memukul pundak sahabatnya itu.


"Kalo bukan gara gara mama mungkin gue gak bakal gini" guman Ara karna memang itu karna nasehat dari kedua orang tuanya tapi dia ikhlas melakukan itu.


"Minggir" ketus Ara. Erina langsung meminggirkan tubuhnya. Arapun langsung meninggalkan Erina dan juga Vino di dapur itu berdua dan menuju ke kamarnya kembali dengan membawakan nampan.


Brakkk


Seperti biasa Ara menendang pintu kamar itu dan itu membuat suaminya yang tengah fokus akan pekerjaannya langsung terkejut. "Di buka bagus bagus gak bisa?" ketus Nathan.


"Suka suka gue lah" ketus Ara yang memang tidak pernah ingin mengalah.


"Orang lagi fokus juga malah di kagetin" ketus Nathan dan kembali menatap laptopnya.


"Makan ini" ketus Ara dan langsung berlalu meninggalkan suaminya itu kembali ke tempat tidur. Nathan menatap bingung wanita itu yang kembali marah marah dengannya.


"Gimana aku mau makan kalo aku masih ada kerjaan" ucap Nathan menatap istrinya itu yang duduk berselonjoran di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel.


"Siapa suruh lo kerja? kan gue nyuruh lo makan" ketus Ara tanpa menoleh ke arah suaminya itu.


"Sini suapin aku" perintah Nathan.


"Suap aja sendiri...punya tangan kan" ketus Ara dengan melototkan matanya menghadap ke suaminya itu.


"Aku lagi kerja" jawab Nathan.


"Berenti bentar kerjanya makan dulu" ucap Ara dan kembali fokus ke ponselnya.


"Yaudah aku gak mau makan" jawab Nathan yang merajuk kepada istrinya itu seperti anak kecil. Ara yang mendengar itu langsung menatap lekat suaminya itu yang fokus ke laptopnya tanpa menyentuh makanan yang ia bawakan.

__ADS_1


"Huh" Ara mendengus kesal dan langsung berdiri dan menghampiri suaminya itu. Setelah sampai di dekat suaminya itu dia langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping suaminya itu dan mengambilkan makanan yang ada di dalam nampan itu.


"Buka mulut" ucap Ara sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut suaminya itu. Nathan langsung menerimanya dan mengunyah ngunyah makanan yang di suapi istrinya itu.


Di sela sela kunyahannya Nathan tersenyum menang karna bisa menyuruh istrinya untuk menyuapinya. "Buka mulut" ketus Ara.


"Ini masih ada" jawab Nathan dengan mulut penuhnya sambil menunjuk ke arah mulutnya yang penuh itu. Ara kembali menurunkan tangannya dan menunggu suaminya itu menghabiskan makanan yang masih ada di dalam mulutnya itu.


Ara kembali menyuapi suaminya itu karna dia merasa suaminya itu sudah selesai mengunyah makanan tadi. Ara menyuapi Nathan dengan tangan gemetaran mungkin karna dia belum makan.


"Kenapa gemetaran?" tanya Nathan melihat tangan istrinya itu saat suapan terakhirnya.


"Gapapa" jawab Ara dan langsung berlalu dengn membawa nampan yang berisi gelas dan juga piring.


Brukkkk


Ara langsung terbaring dan tak sadarkan diri di dekat pintu kamar itu sedangkan piring dan gelas berceceran karna terpecah belah. Nathan yang mendengar itu langsung menoleh ke arah suara dan dia langsung membulatkan matanya saat melihat istrinya lah yang terjatuh itu.


Nathan langsung menghampiri istrinya itu dan dengan segera menggendong istrinya itu menuju ke kasur dan setelah itu merebahkan nya. Setelah merebahkan tubuh istrinya Nathan langsung turun ke bawah untuk meminta bantuan.


"Bibi" teriak Nathan yang nampak sangat hawatir dan itu terdengar oleh Amel dan juga Alfin yang baru saja ingin keluar rumah.


"Eh lo kenapa?" tanya Vino yang menoleh ke arahnya begitupun dengan Erina.


"Panggil dokter Tama suruh kesini sekarang" teriak Nathan dengan nada hawatir nya.


"Kenapa?" tanya Vino yang ikut hawatir.


"Ara pingsan di dalem" jawab Nathan dan kembali masuk ke dalam kamar untuk melihat istrinya itu.


"Sayang ayo kita liat Ara" ajak Erina karna dia juga sangat hawatir akan sahabatnya itu.


Vino mengiyakannya dan langsung naik ke dalam lift dan menuju ke lantai tiga diikuti oelh Erina dan tadi dia juga sudah menghubungi dokter Tama.


Vino dan Erina sudah sampai di lantai tiga dan langsung masuk ke dalam kamar Nathan. "Dia kenapa kak?" tanya Erina kepada Nathan dan menatap sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2