
"Ayo lah ra kita ngilangin sedih di luar" ajak Andita ambil menarik tangan Ara. karna memang sudah beberapa hari ini Ara terlihat murung dan sedih.
"Enggak Dit" jawab Ara dan melepaskan tangannya yang di tarik oleh Andita.
"Lo gapapa sendiri di rumah?" tanya Andita.
"Gue gapapa kalian pergi aja" jawab Ara dan duduk di atas kursi yang ada di ruang tamu apartemen itu.
"Beneran ini ra?" tanya Andita meyakinkannya.
"Iya" jawab Ara.
"Yaudah kita berangkat" ucap Andita dan langsung keluar sedangkan Erina hanya mengikutinya dari belakang dan mengunci kembali pintu apartemen itu.
Ara yang melihat kedua temannya itu sudah pergi langsung masuk ke dalam kamar husus untuknya yang ada di dalam apartemen itu karna memang satu kamar itu husus untuknya dan jika dia sedang sedih ataupun merindukan orang yang ia sayangi dia pasti ke kamar itu dan jika tidak dia selalu tidur bersama kedua sahabatnya itu satu ranjang.
Setelah masuk ke dalam kamar itu Ara langsung mengunci dan mengambil poto Dewa dan juga kedua orang tuanya yang sudah ia dapatkan karna dia sudah mencari informasi tentang kedua orang tuanya itu
"Ara kangen sama kalian" ucap Ara langsung meneteskan air matanya.
"Maafin Ara karna gak bisa pulang" ucap Ara kembali dan kembali menangis.
***
"Nathan kita keluar ayo" ajak Azlan. Nathan dan Vino juga sudah berada di amerika dan mereka tinggal di apartemen milik Azlan dan bi imah dan suaminya tinggal di apartemen milik Nathan di sebelah apartemen yang mereka tempati.
"Kalian berdua aja gue mau istirahat" jawab Nathan dingin karna memang sudah beberapa tahun ini dia tidak pernah melihat Ara lagi dan sudah beberapa bulan dia di amerika diapun tidak menemukan Ara dan saat itu juga sifat dinginnya kembali.
"Yaudah kita berdua berangkat" ucap Vino dan langsung keluar diikuti oleh Azlan.
Setelah sedua temannya itu pergi Nathan langsung merebahkan tubuhnya di dalam kamarnya karna memang dia tidak mau berbagi kamar dengan kedua saudaranya itu.
Nathan kembali menatap poto lookscreen ponselnya itu karna dia sangat merindukan wanita itu. "Kamu dimana?" tanya Nathan yang menatap lekat wajah wanita yang ada di dalam ponsel itu karna memang Nathan sangat mencintainya dan dia juga tidak pernah pacaran selama beberapa tahun ini.
"Huh"
"Huh" Ara dan Nathan mendengus bersamaan tapi di tempat yang berbeda dan tidak ada yang mengetahui itu begitupun dengan mereka berdua.
Ara terlelap akan tidurnya mungkin karna menangis terlalu lama tadi begitupun dengan Nathan yang berada di aartemens sebelah apartemen Ara.
__ADS_1
****
"Nathan kenapa susah banget di ajak keluar ya" ucap Azlan karna dia belum mengetahui tentang Nathan dan juga Ara.
"Gak tau juga gue" jawab Vino dan tidak lama kemudia mereka pun sudah sampai di bar yang selalu mereka kunjungi saat di amerika.
"Eh kenapa Ara gak ikut kita?" tanya Andita yang sudah di dalam pengaruh alkohol.
"Dia pasti ke inget sama kak Dewa sama orang tuanya kan hari ini kepergian mereka dan juga ulang tahunnya" jawab Erina yang juga sudah dalam pengaruh alkohol.
"Hey cantik" ucap salah satu pria saat melihat Erina dan juga Andita.
"Siapa lo?" tanya Erina dengan tatapan seerti tak suka.
"Ayo kita seneng seneng malam ini" ajak pria itu.
"Lepasin" ketus Erina.
"Ayo lah cantik gak usah nolak gitu...kita seneng seneng malam ini" ucap pria itu lagi.
"Gue udah bilang gak mau ya gak mau lah" teriak Erina sedangkan Andita sudah tak sadarkan diri di sampingnya.
"Erina?" ucap Vino dan langsung menghampiri Erina yang di tarik oleh laki laki asing.
"Lepasin dia" perintah Vino.
"Siapa kamu?" bentak pria itu.
"Gue pacarnya" jawab Vino yang membuat Azlan yang mengikutinya kaget.
"Sejak kapan Vino punya pacar?" guman Azlan heran menatap ke arah Vino dan juga Erina secara bergantian karna dia belum tau jika Erina dan Andita itu adalah teman Ara.
Pria tadi langsung melepaskan Erina. Vino menangkap tubuh Erina yang lemah itu. "Kamu gapapa?" tanya Vino. Vino menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Aku anter kamu pulang" ucap Vino. Erina tidak menjawabnya.
"Azlan tolong gendong Andita kita anter mereka pulang" ucap Vino.
"Lo kenal sama mereka?" tanya Azlan.
__ADS_1
"Mereka temennya pacar Dewa" jawab Vino. Azlan tidak menjawabnya dan langsung menggendong Andita dan membawa Andita kedalam mobil begitupun dengan Andita.
Di dalam mobil itu sangat lah bising akibat Erina dan Andita yang sedang mabuk mereka berdua selalu saja mengoceh hal hal yang tidak penting. Vino hanya menatapnya dan menggelengkan kepala.
"Mereka kenapa bisa di Amerika?" guman Vino bingung menatap kedua wanita yang sedang mengoceh dari kaca.
"Kalian tinggal dimana?" tanya Vino.
"Kita tinggal di apartemen Ara" jawab Erina yang belum juga sadar dari pengaruh alkohol.
"Ara?" tanya Azlan bingung. Erina hanya mengangguk mengiyakannya.
"Lo kenal sama Ara?" tanya Vino.
"Orang yang nungguin apartemen yang di depan apartemen kita" jawab Azlan.
"Berarti Ara selama ini disana?" tanya Vino kepada diri sendiri.
"Kenapa?" tanya Azlan. Vino hanya menggelengkan kepalanya.
Vino memarkirkan mobilnya di parkiran husus mobil mereka itu dan dia langsung membimbing Amel dan Azlan menggendong Andita. Mereka langsung masuk ke dalam lift itu dan memencet nomor menuju ke apartemen mereka.
"Ara" panggil Erina lemah saat sudah sampai di depan apartemen Ara.
"Ara buka" teriak Vino dan menggedor pintu apartemen itu tapi Ara tidak menjawab. Sudah berulang kali dia memanggil manggil Ara belum juga di jawab ataupun di buka pintu itu.
"Kita bawa mereka ke apartemen kita aja" ucap Vino.
"Beneran?" tanya Azlan.
"Gapapa nanti kalo mereka sadar pasti pulang ke apartemen mereka" jawab Vino. Azlan hanya mengiyakannya saja dan kembali menggendong Andita.
Vino membuka pintu apartemen yang ia tempati. Setelah membuka pintu itu mereka mendudukkan Erina dan juga Andita di atas kursi sofa yang ada di apartemen itu.
"Kenapa berisik banget sih?" bentak Nathan karna dia belum tidur dan matanya membulat sempurna saat melihat dua wanita yang sangat tak asing di matanya itu.
"Mereka siapa kenapa bawa kesini?" tanya Nathan datar.
"Mereka..." ucapan Vino terpotong saat ponsel milik Erina berbunyi. Vino langsung mengambil ponsel milik Erina itu yang berada di dalam tasnya.
__ADS_1
"Halo" ucap Vino saat mengangkat telpon itu tanpa melihat siapa yang menelpon.