Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kenapa harus saya


__ADS_3

"Sudah sampai pak" ucap pak abi sopir pribadi nathan kepada seluruh penumpang di dalam mobil itu. Viona ingin turun tapi natahn dan Vino masih fokus akan urusan mereka masing masing.


"Pak" panggil viona yang menyadarkan Vino maupun nathan.


"Hmm" jawab nathan dan langsung mematikan ponsel milik ara.


"Sudah sampai" ucap viona. Nathan pun langsung memasukkan kembali ponsel milik ara itu ke dalam tasnya kembali.


"Yaudah ayo" ajak Vino yang juga baru sadar akan lamunannya.


Nathan Vino dan juga viona turun dari mobil itu sedangkan ara Erina dan juga Andita masih di dekat gerbang. "Pak bima ra" ucap Andita kaget.


"Yaudah kalian duluan aja" ucap ara kepada kedua sahabatnya itu.


"Tapi lo?" tanya Erina.


"Udah gak usah mikirin gw....udah sana cepetan" ucap ara tapi elin dan juga amel belum bergerak.


"Sana" usir ara lagi dengan membesarkan matanya. Erina dan Andita pun terpaksa masuk ke dalam kelas dengan berlari sekencang mungkin.


"Eeh pak bima udah selesai ketemu sama pujaan hatinya?" tanya ara kepada pak bima.


"Kamu bohongin saya?" tanya pak bima dengan nada yang meninggi dan itu membuat nathan Vino dan viona menoleh ke arahnya.


"Ara gak boong kok" jawab ara.


"Ini kenapa gerbangnya kebuka? kamu suruh temen kamu tadi masuk?" tanya pask bima yang masih dengan nada meninggi.


"Ara lupa mau tutup tadi itu mobil mau masuk jadi ara buka....kan ara yang nyuruh bapak ke temu sama bu iis jadi ara tadi yang gantiin bapak buat jagain gerbang" jelas ara sambil menutup gerbang kepada pak bima tanpa menoleh ke arah nathan dan yang lain yang sedari tadi menatapnya.


"Trus temen kamu mana?" tanya pak bima kepada ara yang masih menutup gerbang itu.


"Mereka ke cafe sebrang sana" jawab ara.


"Beneran? bukan kamu suruh mereka masuk?" tanya pak bima yang bekum percaya.


"Beneran bapak....ini coba liat mobil mereka aja masih di luar mana mungkin mereka ara kasih masuk....ara tadi buka gerbang buat mobil itu masuk" jelas ara dan menatap ke arah nathan Vino dan viona yang menatapnya.


"Nathan kesini lagi? ngapain?" tanya ara dalam hatinya sedikit kaget melihat nathan dan yang lain menatapnya.

__ADS_1


"Yaudah bapak percaya sama kamu....sana masuk kelas ntar telat" perintah pak bima saat melihat mobil Andita masih terparkir di depan dan mengambil alih untuk menutup pintu gerbang.


"Yaudah ara masuk" ucap ara dan berlalu pergi meninggalkan pak bima.


"Selalu liat dia" guman viona sambil menatap tak suka ke arah ara.


Ara menunduk saat lewat di depan orang yang lebih tua darinya karna itu sudah menjadi kebiasaanya. "Misi" ucap ara dengan wajah yang tertutup rambut panjangnya itu mungkin karna menunduk.


Nathan Vino dan viona hanya menatap ke arahnya tanpa mengeluarkan suara. "Pak" ucap viona yang menyadarkan alfin dan juga nathan.


"Hmmm" jawab Vino sedangkan nathan hanya menatap kepergian ara.


"Kita ke ruang kepala sekolah sekarang?" tanya viona dan Vino hanya mengangguk mengiyakan.


Nathan Vino dan juga viona langsung berjalan menuju ke ruang kepala sekolah tanpa di anatar oleh siapapun karna mereka sudah sedikit hapal akan jalan menuju ke ruangan kepala sekolah dan mereka berjalan di belakang ara. Ara baru saja sampai di depan kelas dan dia melihat bu asma sedang berjalan juga di depannya.


"Ara kamu telat?" tanya bu asma kepada ara yang menghentikan langkah kaki ara.


"Gak telat buk" jawab ara.


"Trus kenapa kamu baru mau masuk?" tanya bu asma lagi.


"Tadi abis apel pagi saya nemuin pak bima buat nyampein sesuatu" jawab ara jujur.


"Ini bersipat pribadi bu" jawab ara. Nathan baru saja ingin melewati kelas ara dan bu asma melihatnya.


"Selamat pagi pak" ucap asma sambil sedikit membungkukkan tubuhnya. Ara yang melihat itu menoleh ke belakangnya dan di belakangnya sudah ada nathan dan juga vino.


"Pagi bu" jawab nathan ramah dan menatap ke arah ara.


Viona menatap tak suka kepada ara karna sedari tadi dia memperhatikan bos kesayangannya itu bila bertemu dengan ara pasti memandanginya. "Bapak mau kemana?" tanya asma keada nathan sedangkan ara memundurkan langkahnya sedikit berjauhan dengan nathan ntah kenapa dia seperti itu.


"Saya ada keperluan dengan kepala sekolah buk....apa bisa mengantarkan kita?" tanya nathan kepada bu asma sengaja padahal dia juga sudah tau dimana ruang kepala sekolah.


"Ara" panggil bu asma kepada ara.


"Iya buk" jawab ara.


"Kamu antarkan mereka keruang kepala sekolah" perintah bu asma.

__ADS_1


"Kenapa harus saya buk?" tanya ara yang tidak suka.


"Kamu mau masuk atau tidak di jam saya?" ancam bu asma kepada ara.


"Tapi kan bu saya gak telat" bantah ara. Bu asma tidak menjawab dia hanya membesarkan matanya menghadap ke arah ara.


"Iya buk iya" jawab ara malas.


"Mari pak" ucap ara berjalan di depan nathan Vino dan juga viona.


Nathan melihat jalan ara sedikit aneh karna dia berjalan tepat di belakang ara. Dia ingat jika kaki ara terluka. "Apa kakinya masih sakit?" guman nathan menatap jalan ara.


"Udah sampe pak" ucap ara malas.


"Terima kasih" jawab viona sambil melebarkan senyum bencinya kepada ara. Ara hanya membalas senyuman viona itu dengan senyum malas dan berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga di ruangan kepala sekolah.


Nathan langsung masuk ke dalam ruangan itu dengan diikuti oeh viona dan juga vino.


"Pak" ucap adriana saat melihat nathan dan juga kedua sekretarisnya.


Nathan berjabat tangan dengan adriana begitupun dengan Vino dan juga viona. "Pagi sekali bapak ke sini pak" ucap adriana karna memang mereka berangkat masih lumayan pagi dari kemaren.


"Sekretaris saya tadi bilang kalo harus melihat secara langsung calo calon penerima biaya siswa itu belajar bu makanya kami sepagi ini datang kemari" jelas nathan sambil duduk di kursi yang di persilahkan oleh bu adriana tadi.


Di kelas 12 kimia B ara baru saja sampai sehabis mengantarkan nathan dan kedua rekan kerjanya. "Saya boleh masuk bu?" tanya ara malas kepada bu asma.


"Boleh" jawab bu asma datar sambil menulis di paan tulis.


Ara langsung duduk di bangku belakang karna ia sangat lelah dan mengantuk dan dia ingin tidur makanya dia duduk di bangku Erina.


Ara mengeluarkan buku pelajaran kimia miliknya dan mencatat apa yang di catat oleh bu asma di papan tulis. Dia selalu saja menguap sedari tadi sampai sampai matanya berair karna menguap. "Ra" panggil Erina.


"Hmmm" jawab ara tanpa melihat ke arah Erina dan fokus ke papan tulis.


"Lo kenapa ngantuk banget?" tanya Erina kepada ara.


"Gak tau" jawab ara datar sambil menguap. Erina kembali memperhatikan papan tulis dan di depan bu asma sedang menjelaskan pelajaran. Ara mendengar dengan mata yang berair menahan kantuk.


Di ruang kepala sekolah nathan sudah selesai berbincang dengan kepala sekolah dan juga kedua asistennya. Bu adriana mengajak nathan dan kedua asistennya pergi ke kelas 12 fisika untuk melihat lihat pembelajaran calon murid yang akan menerima biaya siswa.

__ADS_1


Kringggg...


Suara bel istirahat sudah berbunyi dan ara langsung meletakkan kepalanya di atas meja dan wajahnya tertutup oleh buku. Ara tertidur di jam istirahat karna dia sangat mengantuk mungkin akibat kekurangan tidur.


__ADS_2