
"Paman, bibi, Ara ke kamar atas dulu ya" pamit Ara, Kya dan Rizal mengangguk mengiyakannya karna mereka juga mengerti pasti Ara ingin menghubungi Nathan. Ara langsung berlalu dari ruang tengah dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar yang memang di tempati oleh nya jika menginap di sana.
Setelah masuk ke dalam kamar Ara langsung menutup pintu kamar itu dan langsung menuju ke dekat jendela kamar itu. Ara mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celana nya itu dan dia tidak melihat pesan dari siapapun. "Kenapa dia tidak menghubungiku?" tanya Ara yang kesal akan Nathan yang tidak menghubunginya.
Ara meletakkan ponselnya di atas lantai dan membuka jendela kamar itu. Ara menghirup udara dari kamar yang sudah lama tidak ia tempati itu tapi selalu bersih jika Kya ada di sana karna Kya lah yang membersihkannya.
Dritttt
Ponsel Ara berbunyi dan diapun dengan segera mengambil kembali ponselnya dengan senyum yang melebar dan berharap itu sang suami. Saat Ara melihat siapa yang menghubungi nya dan dia melihat nama Nathan lah yang tertera di layar ponsel itu dan itu panggilan vidio. Ara berusaha tenang dan biasa saja sebelum mengangkat telpon itu.
"Hey" sapa Nathan saat Ara sudah mengangkat telponnya itu dengan senyum yang mengembang di wajah nya dan nampak nya dia sedang berbaring.
"Sudah sampai kamu?" tanya Ara kepada sang suami dengan raut wajah datar nya.
"Hem" jawab Nathan sambil mengangguk mengiyakannya.
"Kamu dimana? seperti nya itu bukan di rumah" ucap Nathan yang hapal akan kamar nya dan tidak hapal kamar Ara yang di rumah kakek.
"Memang aku gak rumah" jawab Ara.
"Jadi kamu dimana?" tanya Nathan.
"Di kamar" jawab Ara.
"Aku tau kalo kamu di kamar, Tapi di rumah siapa?" tanya Nathan.
"Aku sedang di..." ucap Ara terpotong oleh teriakan Rafael.
"Onty" teriak Rafael dengan mengetuk pintu kamar Ara yang terkunci itu.
"Sebentar" teriak balik Ara dan langsung berdiri dengan membawa ponsel dan Nathan bisa melihat lubang hidung sang istri. Ara membuka pintu kamar itu dan terlihat Rafael berdiri sendiri di depan pintu.
"Kenapa Ael?" tanya Ara.
"Ael mau main sama Onty" jawab Rafael.
"Ael" ucap Nathan di seberang telpon dengan sedikit berteriak. Rafael yang tidak tau jika Ara sedang melakukan panggilan vidio dengan Nathan pun bingung saat mendengar orang memanggil namanya.
__ADS_1
"Onty denger gak ada orang yang panggil Ael" bisik Rafael yang sedikit ketakutan kepada Ara. Ara terkekeh mendengar bisikan keponakannya itu dan Nathan yang melihat istrinya itu terkekeh sedikit bingung.
"Kenapa kamu ketawa?" tanya Nathan di balik layar ponsel Ara. Rafael kembali ketakutan dan Arapun menghentikan tawanya.
"Ini orang yang manggil Ael tadi" jawab Ara dengan menunjukkan layar ponselnya yang ada wajah Nathan kepada Rafael.
"Uncle" ucap Rafael dan mengambil alih ponsel dari tangan Ara.
"Ayo kita duduk disana" ajak Ara kepada Rafael. Rafael mengiyakannya dan ikut dengan Ara duduk di dekat jendela. Ara mendudukkan Rafael di pangkuannya dan sedikit mengintip ke ponsel karna dia merindukan lelakinya.
"Uncle dimana?" tanya Rafael kepada Nathan.
"Uncle di bandung sayang" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya dan menatap wajah sang istri yang hanya nampak sedikit itu.
"Loh, Kok Onty gak di ajak?" tanya Rafael.
"Onty kamu yang gak mau ikut, Katanya mau menemin kamu sama dady Momy kamu" jelas Nathan.
"Ael kan bentar lagi pulang makanya Onty mau nemenin Ael dulu disini, Nanti pas Ael pulang baru Onty nyusul uncle" jelas Ara kepada keponakannya itu dengan mengusap kepala nya dan senyum yang melebar.
"Emang uncle disana sama siapa?" tanya Rafael.
"Onty liat uncle sendiri disana seharusnya Onty temenin uncle" ucap Rafael kepada Ara.
"Tapi kan kamu sama dady Momy kamu bentar lagi mau pulang ke amsterdam" jawab Ara.
"Tapi Onty biar gimana pun Onty gak boleh ngebiarin uncle sendiri" jelas Rafael yang sudah mengerti akan orang dewasa. Ara tidak menjawab nya lagi dan memilih diam karna menurutnya keponakannya itu sudah pandai berdebat. Rafael terus saja mengomeli Ara yang tidak ikut Nathan ke bandung dan Ara hanya mendengarnya tanpa menjawab dan Nathan terkekeh melihat istrinya itu di omeli oleh Rafael.
"Onty denger Ael gak?" tanya Rafael.
"Iya, Onty denger semua" jawab Ara sedangkan Nathan dia masih asik menertawakan ekpresi wajah istrinya itu.
"Yaudah sambung nanti lagi, Uncle pasti mau istirahat" ucap Ara dan mengambil alih ponsel nya dan Rafael dan langsung mematikan panggilan vidio itu tanpa berpamit kepada Nathan.
"Lah kok dimatiin?" tanya Nathan yang tidak melihat wajah sang istri lagi di layar ponselnya.
"Nanti malam aja aku hubungi dia kembali" guman Nathan dan meletakkan ponselnya di sebelah nya dan beristirahat.
__ADS_1
Di kamar Ara dan Rafael bermain bersama sampai sore hari. Ara menutup jendela kamar nya itu dan mengantar Rafael ke bawah untuk mandi. Setelah mandi mereka pun makan malam bersama dan setelah makan malam mereka mengobrol sebentar dan saat jam Sembilan malam mereka semua masuk ke dalam kamar masing masing begitupun dengan Ara.
Ara terlebih dahulu mengambil ponselnya dan tertera sepuluh panggilan tak terjawab dari sang suami. Ara ingin menghubungi suaminya itu tapi Nathan sudah menghubunginya terlebih dahulu Ara segera mengangkat telpon itu dan terlihat wajah sang suami yang sedang duduk di balkon hotel di balik layar ponsel itu.
"Kenapa aku menghubungi mu tadi tidak di angkat?" tanya Nathan kepada istrinya itu.
"Aku tadi di bawah" jawab Ara.
"Kau menginap di rumah kakek mu?" tanya Nathan. Ara mengangguk mengiyakannya.
"Kamu sudah makan?" tanya Ara kepada sang suami dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang.
"Sudah lama aku selesai makan, Makanya aku menghubungimu" jawab Nathan.
"Sampai segitunya kamu merindukan ku?" tanya Ara.
"Ehm" jawab Nathan mengangguk mengiyakannya.
"Kamu sendiri sudah makan?" tanya Nathan.
"Jelas saja sudah, Jika tidak, Tidak mungkin telpon darimu tidak terangkat" jawab Ara.
"Tadi kenapa Rafael memarahi mu? dan kenapa kamu langsung mematikan telpon?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Kamu sendiri tadi ada mendengar nya bukan? dan aku mematikan telpon karna tidak sanggup lagi mendengar ocehan Rafael yang selalu membela mu" jelas Ara.
"Kasihan sekali kamu di omeli oleh Rafal" ledek Nathan.
"Dih kok jadi ngeledek" ketus Ara yang tidak terima di ledek oleh sang suami.
"Makanya ikut aku saja kamu tadi" jawab Nathan dengan terkekeh.
"Aku kan sudah bilang jika aku akan menemani paman dan yang lain terlebih dahulu, Nanti saat mereka pulang baru aku akan menyusulmu" jelas Ara lagi yang kesal karna sudah berulang kali dia menjelaskan hal itu.
"Rafael saja melarangmu tadi menemani mereka dan dia menyuruh menemani ku" jawab Nathan.
"Rafael itu beda omongan sama hati" ketus Ara.
__ADS_1
"Benarkah? apanya yang beda?" tanya Nathan.