Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Jujur banget


__ADS_3

"Ngapain kalian ngeliatin gw gitu" ketus ara kepada semua murid di laboratorium itu dan dia nuga bekum menyadari jika nathan Vino dan viona menatapnya.


"Ara" panggil bu asma yang membuat ara sadar akan nathan Vino dan viona menatapnya.


"Maap pak" ucap ara dan langsung berjalan menuju ke belakang dan semua mata tertuju kepada nya begitupun dengan nathan dan juga Vino.


"Baik semuanya bisa menuju meja dan kelompok masing masing" ucap bu asma yang membuat semua mata yang tadinya menatap ara jadi tersadar.


Semuanya kembali ke meja praktek masing masing dan mulai melakukan aktivitasnya masing masing tapi tidak dengan ara yang duduk santai di atas kursi di dekat meja kelompoknya.


"Ra bantuin" ucap Erina kepada ara.


"Kan gw udah bilang....gw gak suka sama praktek ini" ketus ara kepada kedua temannya.


"Ra ini gimana?" tanya Erina kepada ara karna memang ara mengetahui semuanya tapi dia malas.


"Masukin dikit dulu" jawab ara.


Nathan Vino dan viona berjalan ke meja kelompok ara dan viona melihat ara hanya duduk tanpa membantu begitupun dengan Vino dan nathan yang hanya menatapnya.


"Kamu kenapa gak bantu teman teman kamu?" tanya viona kepada ara.


"Saya malas buk jika praktek" jawab ara santai dengan mata yang tertuju kepada viona.


"Kenapa kamu malas?" tanya nathan kepada ara yang membuat ara menatap ke arahnya.


"Ini bukan jurusan yang saya mau pak.....makanya saya malas" jawab ara santai dan itu membuat alfin sedikit terkejut akan tingkah ara.


"Jujur banget dia" guman Vino sambil melihat ke arah ara.


Viona yang mendengar itupun melontarkan beberapa pertanyaan yang menyangkut kimia kepada kelompok ara dan Erina, Andita tidk bisa menjawabnya dan itu membuat ara harus mengeluarkan suara untuk menjawab semua pertanyaan viona.


Semua pertanyaan dari viona bisa di jawab oleh ara dan itu yang membuat nathan maupun Vino sedikit kaget melihat ara menjawab dan menjelaskan pertanyaan dari viona dengan lancar tanpa salah sedikitpun.

__ADS_1


"Sepertinya dia bisa mendapatkan biaya siswa pak tapi dia malas" bisik viona kepada nathan karna memang sedari tadi ketika menuju ke meja meja kelompok pasti viona melontarkan beberapa pertanyaan yang berbeda dan hanya beberapa yang bisa menjawab tapi ara bisa menjawab semuanya dengan lancar dan benar. Mungkin IQ ny di atas rata rata itulah isi pikiran semua teman temannya akan dirinya.


Kringggg.....Kring.....


Suara bel pulang sudah berbunyi dan itu membuat ara sangat bersemangat untuk pulang karna dia lapar dan sedari pagi belum makan dan istirahat tadi juga belum makan karna membaca buku karna banyak mata pelajaran yang tertinggal olehnya selama dia di rumah sakit.


"Ara kamu mau kemana?" tanya bu asma kepada ara.


"Mau pulang buk" jawab ara santai.


"Duduk" perintah bu asma kepada ara.


"Kan udah bel ibu" jawab ara.


"Kalian pulangnya jam 16:00 karna masih banyak yang akan kalian lakukan" jawab bu adriana.


"Bu saya lapar....ini juga udah waktunya pulang" jawab ara dengan wajah memelas nya berharap bu adriana dan bu asma mengizinkannya pulang.


"Lanjutkan" ucap bu adriana tegas yang membuat ara terpaksa menunggu.


"Gak asik ibu ah" bantah ara karna memang kelompoknya belum selesai.


"Kamu mau sampai malam disini?" ancam bu asma kepada ara.


"Gak buk" jawab ara dan dia langsung menolong Erina dan juga Andita menyelesaikan tugas praktek mereka.


"Sini" ucap ara dan langsung mengambil alih alat kimia yang di pegang oleh Erina dan memulai melakukan praktek.


Viona nathan dan Vino memperhatikan ara melakukan praktek itu. Ara memasukkan ramuan ramuan itu dengan sangat teliti karna mungkin dia ingin segera pulang makanya dia semangat untuk praktek jika tidak ara tidak akan praktek dan menyentuh barang barang itu.


"Udah buk" ucap ara karna memang dia sudah selesai.


Ara menyapu sudut sudut ruangan dan tidak terlihat murid murid lain di sana dan ada dia Erina, Andita dan guru guru dan juga infestor. "Buk anak anak yang lain mana?" tanya ara kepada bu adriana dan juga bu asma.

__ADS_1


"Mereka udah pulang" jawab Vino.


"Loh kok mereka udah pulang sih buk....saya aja yang mau pulang tadi ibuk larang" bantah ara kepada bu adriana.


"Mereka udah selesai semua dan tinggal kelompok kalian yang belum" jawab bu asma akan perkataan ara karna memang jika ara sudah melakukan sesuatu dia pasti tidak akan sadar akan orang lain dan tidak akan memperdulikan orang lain.


"Yaudah kalian boleh pulang" ucap bu adriana kepada ara amel dan juga elin.


"Gitu dong dari tadi kek suruh kita pulang" jawab ara dan berlalu meninggalkan infestor dan juga guru guru di ruangan itu tapi tiba tiba kepalanya sedikit pusing.


"Kenapa ra?" tanya Andita kepada ara.


"Kepala gw kok pusing yah" ucap ara kepada Erina dan juga Andita.


"Kuat jalan" tanya Erina. Ara menganggukkan kepalanya karna dia memang kuat untuk berjalan.


"Yaudah ayo" ajak Erina dan mereka bertiga pun membuka pintu dan ingin keluar tapi tidak dengan ara yang kesakitan kepala dan sedari tadi memegang megang apa yang bisa di pegang.


Brukk....


Ara terjatuh dan tidak sadarkan diri di ruang laboratorium kimia dan semua mata tertuju kepada nya termasuk nathan. Nathan langsung menghampiri mereka bertiga.


"Ra bangun" ucap Erina dengan meletakkan kepala ara ke atas pahanya.


"Dia kenapa?" tanya nathan hawatir kepada Erina dan juga Andita. Viona dan guru guru yang ada di ruangan itu sedikit terkejut melihat nathan berjongkok dan hawatir kepada ara begitupun dengan Vino.


"Tolongin ara kak" ucap Erina meminta bantuan kepada nathan.


Nathan langsung menggendong ara menuju ruang UKS di sekolah karna memang semua guru maupun dokter sekolah itu pulang ketika jam 17:00. Viona dan yang lain melihat nathan menggendong ara sangat terkejut karna memang nathan adalah bos yang sangat cuek akan siapapun.


Erina, Andita dan juga yang lain mengikuti nathan yang sedang menggendong ara dari belakang. Setelah sampai di rung UKS nathan langsung membaringkan tubuh ara di kasur di ruang UKS itu.


Nathan melepaskan masker yang ara gunakan dan juga sarung tangan ara dia menatap lekat wajah ara. "Pucat banget wajah dia" guman nathan dan menatap Andita dan juga Erina yang berdiri di depannya. Dokterpun mulai memeriksa ara yang sedang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Dia kenapa bisa pingsan dok?" tanya nathan kepada dokter yang memeriksa ara.


"Ara kayaknya belum makan pak makanya dia pingsan" jawab dokter alma karna memang dokter itu sudah kenal dengan mereka bertiga karna mereka bertiga sering ke ruang UKS jika malas belajar dan pura pura sakit.


__ADS_2