Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Hubunganya sama lo apa?


__ADS_3

"Iiiihhh.....suka banget mancing emosi orang" ucap ara kesal. nathan yang mengetahui kekesalan ara berasal dari apa sengaja menanyakan lagi seperti orang tidak mengetahui apa apa.


"lo kenapa?" tanya nathan. ara yang terlihat kesal langsung menatap ke arahnya.


"Itu si Andita sama si Erina bolos gak masuk kelas" ucap ara kesal.


"Trus hubungannya sama lo apa?" tanya nathan.


"Ya ada lh hubungannya sama gw" ketus ara.


"Apa?" tanya nathan.


"Mereka kan temen gw ya jelas lh ada hubungannya sama gw" ucap ara kesal sambil menaikkan sudut bibirnya kesal.


"Ooh" jawab nathan singkat. ara tidak menjawab maupun menanggapi ucapan nathan dia masih kesal dengan Erina dan juga Andita.


"Lo gak pulang?" tanya ara kepada nathan.


"Trus yang jagain lo siaa kalo gw pulang?" bentak nathan.


"Gw gapapa sendiri.....lo pulang aja" ucap ara dengan nada tinggi.


"Lo ngusir gw?" tanya nathan dengan tangan di atas perutnya.


"Iya kenapa?" bentak ara sambil menengadah dan melototkan kedua matanya ke arah nathan. Tapi nathan tidak mengubris perkataannya dan memilih duduk di atas sofa.


"Udah sana pulang" bentak ara lagi. tapi nathan tetap tidak menjawab perkataan ara. Ara sedikit kesal dan beranjak berdiri dan berjalan ke arah nathan. dia menarik narik tangan nathan supaya nathan pulang.


"Pulang" ucap ara yang masih berusaha menarik nathan menggunakan tangan kirinya. tapi nathan tidak mengubris perkataan ara dan dia juga tidak beranjak sedikitpun dari atas sofa itu.


Brukkkk....


Ara terjatuh karna tubuhnya masih lemah dan tenaganya juga tidak ada. "Auuu" rengek ara karna kepalanya tertimpa tongkat infus dan tangan kanannya sedikit terbentur. nathan yang mendengar ara merengek kesakitan langsung membantu ara berdiri dan menegakkan kembali tongkat infus yang menimpa ara.


"Lo gapapa?" tanya nathan panik.


"Makanya pulang.....gak usah nemenin gw" bentak ara tapi tangan kirinya masih mengelus kepalanya yang sempat tertimpa tongkat infus tadi.


"Yaudah iya gw pulang" bentak nathan. Nathan pun melepaskan tangannya dari ara dan ingin berlalu pergi tapi ara mengikutinya.


"Kenapa ngikutin gw?" tanya nathan.

__ADS_1


"Dih GR banget siapa juga yang mau ngikutin lo" ucap ara sambil menaikkan sudut bibir atasnya seperti orang jijik.


"Trus lo mau kemana?" tanya nathan.


"Mau ke taman supaya kena sinar matahari supaya sehat.....awas" ketus ara dan menyuruh nathan minggir karna dia mau keluar. Nathan menggeserkan tubuhnya sedikit dan menatap punggung ara.


Sudah 2 kamar yang ara lewati dan nathan pun menyusul ara untuk mengikuti ara dia berlali kecil dan akhirnya sampai di dekat ara.


Ara hanya melihat sekilas nathan yang berjalan beriringan dengannya.


"Ngapain lo ngikutin gw" ucap ara tanpa menghentikan perjalanannya. nathan menatap ara.


"Siapa yang ngikutin lo?" tanya nathan dan kembali melihat ke arah depan.


"Trus lo mau kemana?" tanya ara tanpa melirik ke arah nathan.


"Bukannya lo ngusir gw tadi......ya gw mau pulang lh" ucap nathan sedikit ketus dan dia juga tidak melirik ke ara. Ara tidak menjawab perkataan nathan dan dia menghentikan langkah kakinya. nathan yang melihat ara menghentikan langkah kaki juga ikut berhenti.


"Kenapa lo berenti?" tanya nathan bingung. ara menatap ke arah nathan.


"Lo kenapa ikut berenti juga?" tanya balik ara.


"Iya juga ya....gw kenapa ngikutin dia" guman nathan.


"Dih tu orang gak waras kali ya" ucap ara kesal. dia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ke taman rumah sakit. Setibanya di taman rumah sakit ara langsung mendudukkan tubuhnya di salah satu bangku yang ada di taman tersebut. Dia menghirup udara dalam dalam sambil memejamkan matanya.


Aldi baru saja selesai memeriksa pasien dan tidak sengaja dia melihat ara sedang duduk sendirian di atas bangku taman rumah sakit. "Itu bukannya ara?" tanya nya kepada diri sendiri. "Aku samperin aja kayak nya ya" gumamnya dalam hati.


"Suster duluan saja" ucap aldi dan akan pergi meninggalkan suster yang menemaninya tadi.


"Dokter mau kemana?" tanya suster aila.


"Saya mau ada urusan sus" ucap nya sopan dan berlalu pergi meninggalkan aila. aila hanya menatap ke arah aldi karna memang dia menyukai aldi. Dia melihat aldi berjalan ke arah ara dan itu membuatnya sedikit tak suka dan berlalu pergi dengan perasaan kesal.


Aldi baru saja sampai di dekat ara. dia melihat ara menutup matanya sambil mendengus dan tersenyum diapun ikut tersenyum. "Hey" panggil aldi yng membuat ara membuka matanya dan melihat ke arah aldi.


"Dokter" ucap ara.


"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya aldi kepada ara.


"Duduk aja dok" ucap ara sambil melebarkan senyumnya. aldi hnya mengangguk mengerti dia melihat sekeliling ara tapi dia tidak menemukan orang yang dia temui di ruangan ara tadi. ara yang melihat aldi seperti mencari sesuatu mengikuti arah mata aldi tapi dia tidak melihat apa apa.

__ADS_1


"Dokter cari apa?" tanya ara bingung.


"Kamu sendirian?" tanya aldi dan ara hanya mengangguk.


"Pacar kamu mana?" tanya aldi lagi dan ara sedikit bingung.


"Pacar?" tanya ara bingung dan sedikit sedih.


"Iya...yang kemaren nemenin kamu pacar kamu kan?" tanyanya lagi. ara mencoba memahami perkataan aldi dan dia baru ingat akan nathan.


"Oooh nathan maksud dokter?" tanya ara.


"Mungkin" jawab aldi.


"Dia bukan pacar saya dok" ucap ara sambil tertawa kecil.


"Trus siapa?" tanya aldi penasaran.


"Dia sepupu almarhum pacar saya" ucap ara sambil melebarkan senyumannya padahal hatinya sangat sakit jika mengingat dewa.


"Almarhum pacar?? maksudanya?" tanya aldi bingung.


"Iya almarhum" ucap ara lagi.


"Pacar kamu udah gak ada?" tanya aldi sedikit kaget dan ara hanya mengangguk sambil memaksakan senyumannya.


"Maapin aku....aku gak tau" ucap aldi sedikit merasa bersalah.


"Gapapa kok dok" ucap ara sambil memaksakan senyumannya.


"Kenapa pacar kamu meninggal? dia sakit?" tanya aldi sedikit penasaran.


"Dia gak sakit" ucap ara sambil menundukkan kepalanya.


"Trus kenapa?" tanya aldi semakin penasaran.


"Kecelakaan" ucap ara dan kembali menundukkan kepalanya dan air matanya tidak bisa ia tahan lagi tapi dia berusaha menyembunyikan wajahnya yang sedikit basah itu dari aldi. Aldi yang tau jika ara sedih langsung memegang bahu ara dan mengusap lembut bahu ara.


"Maapin aku karna udah ngingatin kamu sama almarhum pacar kamu" ucap aldi sedikit merasa bersalah. ara yang mendengarnya pun langsung mengangkat kepalanya.


"Gapapa kok dok" ucap ara sambil melebarkan senyumannya. Aldi bisa melihat mata ara yang terlihat sedikit merah mungkin akibat menangis pikirnya.

__ADS_1


"Oiya dokter ngapain kesini?" tanya ara karna dia juga sedikit penasaran akan kedatangan aldi.


__ADS_2