Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Lama banget


__ADS_3

"Kamu kenapa mudah banget emosi?" tanya Nathan yang ikut berjongkok di samping sang istri dan menatap lekat wajah yang tertutup rambut itu.


Ara tidak menjawabnya dan memilih untuk memangku wajahnya menggunakan lutut kakinya dan itu membuat wajahnya tambah tertutup oleh rambutnya. Nathan menyingkirkan rambut rambut yang menutupi wajah cantik sang istri dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Aku kan udah bilang sama kamu jangan terlalu mudah emosi" ucap Nathan sambil menyingkirkan rambut rambut yang menutupi wajah sang istri.


"Mereka kenapa menyembunyikan nya dari aku" jawab Ara dengan bibir yang mengerucut tanpa menatap sang suami. Nathan tersenyum melihat wajah kesal sang istri.


"Mereka pasti punya alasan tertentu" jawab Nathan mengusap lembut pipi cuby sang istri.


"Apa alasan mereka?" tanya Ara dan menatap sang suami tapi dia tidak mengalihkan tubuhnya.


"Aku gak tau" jawab Nathan kembali mengusap lembut wajah sang istri.


"Mereka udah gak percaya lagi sama aku makanya mereka gak ngasih tau sama aku masalah sepenting ini" ketus Ara dan kembali memangku wajahnya dengan lututnya.


"Mereka bukan gak percaya sama kamu sayang" ucap Nathan.


"Mereka gak percaya sama aku" ketus Ara.

__ADS_1


"Mereka percaya sama kamu sayang" jawab Nathan dan memegang wajah sang istri dengan senyum yang mengembang berharap sang istri mempercayainya. Ara tidak menjawabnya dan menatap sedih ke arah sang suami.


"Yaudah ayo pulanh" ajak Nathan saat melihat mata sang istri berbinar seperti orang ingin menangis. Ara hanya mengangguk mengiyakannya. Nathan membuka payung yng ia tutup tadi dan mengantar sang istri untuk masuk ke samping kemudi dan setelah itu dia masuk ke kursi kemudi.


Nathan melihat sang istri yang masih merasa sedih dan kecewa itu dan dia belum mengenakan sabuk pengaman mobil itu. Nathan ingin memasangnya.


"Mau apa kamu?" ketus Ara saat dia melihat jelas wajah sang suami tepat di depan wajahnya. Jantungnya kembali tidak karuan bukan kah ini sudah biasa baginya menatap wajah Nathan dari dekat seperti ini? tapi kenapa jantungnya berdetak tak karuan? mungkin itu yang dipikirnya.


"Aku mau masang ini" jawab Nathan yang belum berpindah dan kembali memasang sabuk pengaman sang istri. Ara hanya menatap wajah sang suami yang nampak sangat tampan itu.


Nathan sudah selesai mengenakan sabuk pengaman sang istri dan menatap lekat sang istri yang juga menatap lekat ke arahnya. Ara tidak sadar jika sang suami juga menatapnya. Nathan tersenyum melihat itu dan langsung ******* bibir sang istri dengan rakus. Ara refleks tapi dia langsung membalas ******* itu.


Setelah selesai mereka membereskan pakaian yang sempat lepas. "Kamu hebat banget" ucap Nathan saat melihat sang istri yang tengah menghapus bekas cairan dan dia membantunya.


"Kamu ngajarin aku" jawab Ara kesal dan mendorong kepala sang suami. Nathan terkekeh melihat wajah kesal sang istri.


"Gapapa aku juga suka" goda Nathan.


"Cepat pulang, Aku capek" ketus Ara dan bersandar di kursi mobil itu. Nathan hanya tersenyum karna dia yakin dan tau jika sang istri malu. Nathan dengan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan jalanan menuju ke apartemen mereka macet.

__ADS_1


"Lama banget" keluh Ara dengan tubuh yang menyender di kursi mobil sambil menguap karna kantuk dan kelelahan.


"Kalo kamu capek tidur" ucap Nathan.


"Bangunin aku kalo udah nyampe nanti" ucap Ara dengan mata terpejam dan akhirnya dia langsung tertidur karna kelelahan setelah wisuda dan dia melakukan hubungan dengan Nathan sudah dua kali hari ini makanya dia langsung tertidur.


Nathan mengerti akan sang istri yang kelelahan dan dia menatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur dengan menyender itu dan setelah itu dia mendekatkan sedikit tubuhnya dan mengecup dahi sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Aku cinta banget sama kamu" ucap Nathan lirih dengan senyum yang mengembang dan melajukan sedikit mobilnya.


Setelah tiga puluh menit akhirnya jalanan pun kembali lancar dan dengan segera Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan akhirnya diapun sampai di apartemen dan langsung memarkirkan mobil dan untungnya hujan sudah lama berhenti.


Nathan menatap sang istri yang tidur sangat nyenyak itu dan dia tidak tega untuk membangunkan wanita yang sangat ia cintai itu dan akhirnya dia memilih untuk turun dari mobil dan membuka pintu yang di dekat sang istri dan menggendongnya.


Setelah itu dia menaiki lift dan untung saja tidak menunggu dan akhirnya diapun sampai di lantai apartemen mereka dan langsung masuk ke dalam apartemen.


Nathan langsung membuka pintu kamar dan langsung merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang kamar itu dan melepaskan sepatu dan tas yang di kenakan oleh sang istri. Setelah selesai dia memilih untuk membersihkan tubuhnya dan setelah itu dia langsung membaringkan tubuhnya di samping sang istri.


Keesokan paginya

__ADS_1


__ADS_2