
"Hahaha udah udah makan nanti makanannya dingin lagi" ucap Kya yang menghentikan perdebatan mereka berdua. Semua orang di rumah itupun menyantap makanan itu dengan sangat lahap.
Setelah selesai makan Ara membantu Kya untuk membersihkan piring kotor bekas mereka makan. "Bi nanti Ara mau ke panti" ucap Ara tanpa menatap bibinya.
"Untuk apa sayang?" tanya Kya.
"Mau ambil pakaian Ara kan minggu depan Ara mau ke amerika" jawab Ara.
"Yaudah... tiket kamu udah di siapin" ucap Kya.
"Makasih ya bibi" ucap Ara sambil mengibas ngibas tangannya yang basah karna dia sudah selesai mencuci piring begitupun dengan Kya.
Mereka berduapun langsung ke ruang keluarga karna Rafael dan juga Rizal ada di sana. "Hey" panggil Ara kepada Rafael.
"Onty kita kerumah uncle ayo" ajak Rafael.
"Onty gak bisa Onty mau ke panti" jawab Ara.
"Untuk apa Onty ke panti?" tanya Rafael.
"Iya nak buat apa kamu ke panti?" tanya Rizal.
"Mau ambil barang barang Ara kan minggu depan Ara mau ke amerika" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya kepada Rizal.
"Bawa mobil?" tanya Rizal.
"Enggak Ara bisa jalan kaki" jawab Ara sambil memaksakan senyumannya padahal hatinya itu sangat sakit karna teringat akan kekasihnya. Kya sadar akan kesedihan Ara.
"Yaudah sana mandi katanya mau ke panti" ucap Kya yang membuat Ara langsung mengagguk mengiyakan dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Kak kamu jangan ngingatin itu lagi" ucap Kya kepada Rizal.
"Kan aku cuma nanya sama Ara sayang" jawab Rizal.
"Kakak tau kan Ara kecelakaan sama Dewa itu pakai mobil" ucap Kya yang ikut sedih.
"Pasti dia masih sedikit takut untuk mengendarai mobil lagi" ucap Rizal sedih.
*****
Di kediaman Adijaya Nathan baru saja selesai mandi dan masih bekum mengenakan pakaian.
Dritttt....drittt...
Suara ponsel Nathan berbunyi dan itu mengharus kannya mengangkat ponselnya itu.
"Agam" nama yang tertera di layar ponsel Nathan.
Nathan pun langsung mengangkat panggilan dari Agam.
__ADS_1
"Halo Agam ada apa?" tanya Nathan saat telpon itu sudah tersambung.
"Saya sudah mendapatkan informasi yang bapak suruh cari pak" jawab Agam karna memang dia sangat bisa di andalkan masalah ini.
"Baik kita ketemu di cafe D" ucap Nathan.
"Biar saya saja yang mengantarkan nya kerumah bapak" jawab Agam.
"Tidak usah dan ini jangan sampai ada yang tau" ucap Nathan.
"Baik pak" jawab Agam. Nathanpun langsung mematikan telpon tiu begitupun dengan Agam.
Nathan pun langsung mengenakan pakaiannya dan setelah itu dia langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung turun dari kamarnya untuk menemui Agam.
"Kamu mau kemana nak?" tanya Nita yang melihat Nathan sudah rapi.
"Nathan keluar bentar bun ada urusan" jawab Nathan.
"Mau nemuin Ara?" tanya Vino dengan nada mengejek Nathan. Nathan hanya menatap vino dengan tatapan yang tak bisa di artikan dan setelah itu dia langsung keluar menuju ke mobilnya.
Setelah sampai dan masuk ke dalam mobil Nathan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari pekarangan rumah milik kedua orang tuanya itu.
"Itu Ara?" tanya Nathan kepada diri sendiri saat melihat Ara keluar dari salah satu gerbang rumah.
Tittt...
"Heh anda mau bikin saya masuk rumah sakit hari ini hah?" bentak Ara sambil memukul mukul kaca mobil Nathan.
"Hey kenapa?" tanya Kya yang sudah berada di luar pagar.
"Ini bi masak orang di pinggir jalan juga masih aja di klakson" ketus Ara. Nathan yang terkekeh tadi melihat Ara marah marah langsung turun dari mobilnya.
"Uncle" panggil Rafael yang berada di dalam pelukan Kya. Ara kembali menatap ke arah orang yang mengklakson nya itu begitupun dengan Kya.
"Ngapain lo kesini?" tanya Ara dengan meletakkan kedua tangannya di atas perutnya.
"Ini uncle yang di bilang Rafael" guman Kya menatap Nathan.
"Tante" ucap Nathan langsung menyalami tangan Kya. Kya tidak menolak itu.
"Heh jawab gue" ketus Ara kembali yang masih menatap Nathan.
"Maaf tadi mau mampir aja" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya tapi tidak dengan Ara yang hanya menatap datar ke arahnya.
"Uncle mau kemana?" tanya Rafael kepada Nathan.
"Gak mau kemana mana" jawab Nathan berbohong.
"Kamu namanya siapa nak?" tanya Kya kepada Nathan.
__ADS_1
"Nathan tante" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Kya hanya mengangguk mengerti sambil melebarkan senyumannya.
"Uncle anterin Onty" ucap Rafael.
"Emang Onty kamu mau kemana?" tanya Nathan.
"Katanya mau ke panti jalan kaki tapi Ael kasian sama Onty kalo jalan kaki" ucap Rafael memelaskan wajahnya.
"Onty bisa jalan kaki" ucap Ara kepada Rafael.
"Gapapa Onty.....uncle bakal anterin Onty ya kan uncle?" tanya Rafael sambil melebarkan senyumannya.
"Iya...kalo Onty kamu mau" jawab Nathan.
"Biar Nathan aja yang antar kamu sayang" ucap Kya kepada Ara.
"Tapi bi...." jawab Ara terpotong oleh Nathan.
"Udah ayo...tante...Rafael aku pamit dulu" ucap Nathan sambil menarik tangan Ara masuk ke dalam mobilnya dan duduk di samping kemudi dan Ara tidak menolak itu.
"Bibi Ara pamit" ucap Ara saat Nathan membuka pintu dekat kemudi.
"Tadi udah pamit juga" ketus Kya karna tadi sudah berulang kali keponakannya itu berpamitan dengannya.
Nathan langsung melajukan mobil miliknya ke panti untuk menemani Ara dan dia juga tidak lupa mengabari Agam bahwa dia tidak bisa bertemu dan Nathan menyuruh Agam untuk mengirim file yang ia minta itu melalui Email.
"Kamu mau kepanti? gak nginep lagi di rumah kakek kamu?" tanya Nathan yang sudah meletakkan kembali ponsel miliknya di dalam saku celananya.
"Masih nginep disana lah" ketus Ara dan tetap fokus ke layar ponsel miliknya.
"Trus kepanti ngapain?" tanya Nathan kepada Ara.
"Mau ambil pakaian sama mau cek keadaan anti" jawab Ara menoleh ke arah Nathan. Nathan hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ara.
Hening....
Hening....
"Udah sampe" ucap Nathan kepada Ara yang fokus ke ponsel miliknya.
"Hmm" jawab Ara yang tidak terlalu memperdulikan perkataan Nathan.
"Udah nyampe" jawab Nathan. Ara melihat jika memang benar dia sudah sampai di panti. Dia langsung turun dari mobil begitupun dengan Nathan.
"Ngapain ikut turun?" tanya Ara kepada Nathan.
"Mau temenin kamu" jawab Nathan.
Ara tidak mengubris perkataan Nathan dia langsung masuk ke dalam anti menemui Barqi dan yang lain dan berniat untuk pamit.
__ADS_1