
"Kan tante sheyla udah tunangan mana mungkin dia nikah sama uncle nathan" ucap ara lembut sambil menatap ke arah nathan sedangkan nathan menatap tak suka ke arahnya karna ara menjodohkannya dengan sheyla.
"Bukan sama tante sheyla Onty" ucap rafael kepada ara yang membuat ara bingung.
"Trus?" tanya ara kepada rafael.
"Ael mau Onty yang sama uncle ini bukan tante sheyla" jelas rafael yang membuat ara kaget begitupun dengan nathan. Ara tidak menjawab perkataan rafael dia hanya menatap ke sembarang ara dengan fikiran ntah kemana.
Nathan hanya menatap ara yang sedang melamun karna dia tau pasti ara tidak mau akan permintaan rafael dan nathan juga belum cinta terhadapnya.
"Onty mau kan?" tanya rafael yang membuat lamunan ara membuyar.
"Kenapa?" tanya ara yang tidak terlalu mendengar perkataan rafael.
"Onty mau kan?" tanya rafael lagi.
"Abisin makanannya dulu baru ngomong" ucap ara dan rafael langsung melahap kembali makanannya. Tapi tidak dengan ara yang masih melamun karna dia teringat akan dewa dan seharusnya yang ada di depannya itu dewa bukan nathan.
Di tempat rizal dan juga yang lain mereka sudah selesai mengobrol dan ingin berjalan ke dekat sheyla dan juga fikri untuk mengucapkan selamat atas pertunangan mereka. Sedangkan ara nathan dan juga rafael masih menikmati makan mereka. David dan juga dania sudah berpamitan pulang karna memang acara itu sudah selesai dan tinggal keluarga kedua belah pihak lah yang masih di sana.
"Selamat ya sayang udah tunangan" ucap kya kepada sheyla sambil mencium kedua pipi keponakannya itu.
"Makasih bibi" jawab sheyla.
"Selamat ya kak" ucap Erina dan Andita kepada sheyla dan juga mereka mencium pipi sheyla.
"Makasih ya" ucap sheyla kepada kedua sahabat adiknya itu.
Vino dan juga arfel mengucapi selamat kepada sheyla dan fikri tapi mereka tidak melakukan ciuman seperti kya dan juga Erina, Andita. Setelah rizal kya dan yang lain selesai mengucapi selamat mereka sedikit mengobrol dengan fikri dan juga sheyla tapi sheyla mencari cari keberadaan adiknya.
"Ara mana?" tanya sheyla kepada Erina dan juga Andita.
"Ara masih makan" jawab Andita.
__ADS_1
"Dimana?" tanya sheyla lagi.
"Itu di sana sama kak nathan" jawab Erina sambil menunjuk ke satu meja yang di huni oelh ara nathan dan juga 1 anak kecil yang belum sheyla ketahui itu siapa.
"Nathan kok deket banget sama ara" guman sheyla karna dia tidak terlalu suka jika nathan dekat dengan ara karna dia takut nathan hanya ingin membalas kan dendam nya terhadap ara sedangkan ara tidak mengetahui apa apa.
"Itu anak kecil sama mereka siapa?" tanya sheyla lagi.
"Itu rafael" jawab Andita. Sheyla hanya mengangguk memahaminya.
Di tempat ara dia sedang mencari cari keberadaan rizal karna dia ingin pulang karna dia takut dia bertemu dengan sheyla ataupun kedua orang tuanya.
"Paman sama bibi mana" ucap ara karna dia tidak melihat jika ada rizal dan kya di tempat tadi dan dia juga tidak melihat teman temannya.
"Kamu cari apa?" tanya nathan kepada ara yang melihat ara seperti sedang mencari cari sesuatu.
"Paman sama bibi udah gak ada di sana" jawab ara. Nathan mengikuti arah mata ara dan benar semua orang yang berdiri di sana sudah tidak ada lagi.
"Kok mereka disana sih" guman ara karna memang dia tidak mau bertemu dengan sheyla.
"Hey" panggil nathan yang membuat lamunan ara tersadar.
"Kenapa?" tanya ara kepada nathan sedikit kalang kabut.
"Itu paman sama bibi kamu" ucap nathan sambil menunjuk ke arah rizal dan juga kya yang sedang asik mengobrol dengan sheyla.
"Yaudah ayo sayang aunty antar kamu ke momy sama dady kamu ya" ucap ara sambil menggendong rafael dan rafael tidak menolak itu.
Ara masih berdiri di samping nathan sambil menggendong rafael dia menatap nathan yang tidak menggerakkan tubuhnya untuk menemaninya karna dia malas jika harus bertemu dengan sheyla.
"Temenin gw" ucap ara kepada nathan.
"Kenapa harus di temani?" tanya nathan kepada ara.
__ADS_1
"Gw males kalo harus ketemu sama sheyla....plisss temenin gw....lindungin gw" ucap ara merengek kepada nathan dan berharap nathan ingin menemaninya.
"Huh" nathan mendengus kasar karna dia sendiri juga malas harus bertemu dengan sheyla dan juga fikri tapi dia mau mengikuti permintaan ara ntah kenapa dia selalu menurut jika itu perintah dari ara mungkin karna dewa menyuruhnya untuk menjaga mungkin itu sebabnya.
Nathan ingin melangkah tapi ara belum melangkah. "Ayo" ajak nathan yang melihat ara masih mematung di sampingnya.
"Gw di belakang lo" ucap ara kepada nathan dan langsung berlindung di belakang nathan karna memang tubuh nathan lebih besar di banding tubuh ara.
Nathan berjalan menuju ke arah sheyla dan yang lainnya di ikuti oleh ara yang sedang berlindung di belakangnya dengan menggendong rafael.
"Anak kamu bukannya 2 teo?" tanya fajri ayah fikri kepada teo karna dia tidak tau tentang ara dan itu membuat ara menghentikan langkahnya tapi tidak dengan nathan.
"Uncle" panggil rafael kepada nathan dan nathanpun menghentikan jalannya. Sedangkan ara tidak sadar jika rafael memanggil nathan.
"Kenapa sayang?" tanya nathan lembut kepada rafael yang ada di pelukan ara.
"Anak aku cuma satu yaitu sheyla" jawab teo akan pertanyaan fajri. Ara sangat terkejut akan pernyataan ayahnya yang tidak mengakuinya sebagai anak. Nathan bisa mendengar perkataan teo yang tidak mengakui ara sebagai anaknya.
Nathan menatap ara yang nampak sedih mendengar itu tapi dia tidak tau ingin berbuat apa. "Tapi sheyla bilang dia punya adik" ucap fajri lagi.
"Sheyla gak punya adik" jawab teo lagi.
"Sheyla bilang sama aku kalo dia punya adik.....kalo gak salah namanya ara" ucap fajri mengingat ingat nama ara.
"Dia bukan adik kandung sheyla" jawab teo yang membuat ara semakin terkejut akan pengakuan teo begitupun dengan nathan yang sedari tadi menatap ara.
"Trus dia siapanya kalian sampai sheyla bilang kalo dia adiknya?" tanya fajri.
"Dia anak almarhum kakak ku yang namanya zidan" jawab teo kepada fajri karna memang ara adalah anak dari zidan dan juga rianti dan kedua orang tua ara sudah meninggal dunia akibat kecelakaan beberapa tahun lalu saat ara sedang di titipkan dengan teo dan juga windi dan itu membuat teo membenci ara karna harta milik zidan yaitu perusahaan dan juga aset lain yang di pakai oleh teo dan keluarga di atas namakan ara bukan dirinya.
"Hah" ucap ara sambil tersenyum saat dia telah mengetahui semuanya tapi dia tidak ingin menyanyakan masalah orang tuanya kepada teo maupun windi.
"Hah ara bukan adik sheyla?" guman nathan bingung sambil menatap iba ke arah ara. Ara berusaha menahan tangisnya yang ingin sekali tumpah itu karna hatinya sangat sakit mendengar pernyataan dari teo.
__ADS_1