Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Anakku


__ADS_3

"Jangan mengganggu istri ku, Dia sedang istirahat" teriak Nathan tapi itu tidak membuat langkah kaki Ardila terhenti dan Ardila langsung masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Ara. Nathan langsung menyusul Ardila diikuti oleh semua orang yang ada di dalam rumah itu termasuk Mamat.


"Anak ku" ucap Ardila saat masuk ke dalam kamar dan melihat Ara tertidur dengan tubuh yang di baluti oleh selimut sampai ke dagu nya.


Ardila mendekat ke arah Ara dan mendudukkan tubuh nya di samping Ara, Nathan yang baru sampai melihat apa yang di lakukan oleh Ardila kepada istrinya. "Sudah aku bilang jangan ganggu dia" ucap Nathan kepada Ardila.


"Sayang bangun lah" ucap Ardila dengan nada rendah nya dan mengusap lembut kepala Ara dengan air mata yang terus menerus menetes di wajah nya. Ara belum terbangun dari tidur nya, Nur menyingkap sedikit selimut Ara karna dia yakin pasti tubuh Ara ada yang terluka karna nampak ada bekas goresan di leher nya.


"Astaga" ucap Nur yang kaget melihat tubuh Ara yang membengkat itu tapi Nathan sudah mengobatinya tadi.


"Ya allah nak, kenapa tangan kamu jadi seperti ini" ucap Ardila yang kembali menangis dan membuat Nathan tambah heran.


"Tante kanapa sedih ngeliat istri ku?" tanya Nathan kepada Ardila.


"Dia adik mama Ara nat" jawab Said ayah Vino. Nathan terkejut mendengar itu dengan mata yang melotot kedua nya. Ardila mengusap tangan Ara yang terluka itu dan Ara yang bisa merasakan pedih pun langsung terbangun. Ara mengerjapkan mata nya dan langsung melihat sosok bi Nur tapi dia tidak melihat Ardila.


Ara langsung duduk dan langsung memeluk bi Nur, Ara kembali menangis di perut bi Nur tanpa menyadari semua orang menatap nya. Ara menangis tersedu sedu di perut bi Nur. "Paman Rizal dengan bi Kya ninggalin Ara" ucap Ara dalam pelukan Nur dan menangis sejadi jadi nya. Ardila yang melihat itu ikut menangis karna dia juga tau apa yang terjadi dengan Rizal tapi dia belum terlalu mengenal Rizal.


"Bibi tau sayang, Bibi juga udah menyuruh banyak orang untuk mencari mereka, Mereka pasti baik baik saja nak" jelas bi Nur dengan mengusap lembut kepala Ara.


"Ara juga mau ikut cari mereka" ucap Ara dan melepaskan pelukannya dari bi Nur dan menatap lekat wajah bi Nur dan dia belum melihat banyak orang di dekat nya. bi Nur menatap lekat wajah Ara yang nampak sembab itu.


"Kamu gak boleh ikut mencari biar aku sama tim aja yang mencari paman bibi dan juga Rafael" jawab Nathan. Ara menoleh ke arah sumber suara dan melihat banyak orang berada di dalam kamar nya termasuk kedua orang tua Alfin yang belum dia ketahui jika mereka adalah keluarga nya.

__ADS_1


Ara dengan segera menghapus air mata nya dengan kepala yang menunduk dan setelah itu kembali menoleh ke arah sang suami dan yang lain nya. "Apa kamu?" tanya Ara kepada suami nya dengan nada sedikit meninggi.


"Apa?" tanya balik Nathan kepada istrinya itu.


"Sayang" panggil Ardila kepada Ara. Ara menoleh ke arah nya dengan tatapan bingung.


"Ara?" tanya Ara kepada Ardila. Ardila langsung memeluk erat tubuh Ara dan langsung menangis dan itu membuat Ara bingung begitupun dengan Nathan yang belum tau apa apa.


"Tante kenapa?" tanya Ara kepada Ardila yang ada di pelukannya itu.


"Maafin ibu yang tidak menemani mu selama ini" ucap Ardila yang membuat Ara dan Nathan semakin bingung.


"Ibu?" tanya Ara.


"A..apa maksud kalian?" tanya Ara yang masih belum mengerti.


"Ini adalah Ardila ibu mu dia adik dari mama Rianti dan bibi adalah adik angkat mama Rianti mu" jelas Nur. Ara menatap lekat Ardila dan juga bi Nur secara bergantian.


"Maafin ibu yang baru datang sekarang" ucap Ardila dengan menatap wajah Ara.


"Lepasin, Aku mau kembali beristirahat" ketus Ara yang belum mengerti dan suasana hati yang masih kacau. Ara kembali merebahkan tubuh nya dan memilih menelungkup dan menutup kepala nya menggunakan bantal.


"Sayang" panggil Ardila.

__ADS_1


"Kaluarlah" ucap Ara tanpa menatap Ardila maupun siapapun.


"Tapi sayang, Ibu merindukan mu" jawab Ardila.


"Aku bilang keluar" teriak Ara yang tidak terlalu terdengar itu.


"Mari ma kita keluar, Ara perlu waktu untuk memahami ini" ucap Said dengan mengajak Ardila untuk keluar. Ardila mengangguk mengiyakannya dan mengikuti Said berlalu.


"Ara" panggil bi Nur.


"Keluar" teriak Ara lagi.


"Ini bibi sayang" ucap bi Nur.


"Keluar" teriak Ara kembali dan melepamparkan salah satu bantal dan terkena Nathan.


"Ayo sayang kita biarkan dia sendiri dulu" ajak Mamat akan istri nya itu. Nur mengiyakannya dan dia pun juga berlalu begitupun dengan Andita dan Azlan. Azlan menutup pintu itu dengan rapat dan tinggal lah Ara dan Nathan di dalam kamar itu.


Ara menghentakkan kedua kakinya secara bergantian di atas sofa itu. "Ah" teriak Ara dengan mengusap kasar kepala nya.


"Hey kamu kenapa?" tanya Nathan langsung mendudukkan tubuh nya di samping istri nya itu.


"Lapasin aku" teriak Ara saat Nathan memegang tangannya. Nathan melepaskan tangannya dan Ara pun langsung membuang bantal san selimut mya ke sembarang arah.

__ADS_1


__ADS_2