Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 34 #3


__ADS_3

"Tuhkan dia marah" guman Nathan yang sangat merasa bodoh akan dirinya yang memaksa istri nya tadi.


"Sayang" panggil Nathan dan mencoba menyentuh sang istri, Nathan dapat menyentuh istri nya itu tapi tetap tidak ada respon dari sang istri dan itu membuat nya heran. Nathan berjalan ke samping dan berusaha menatap wajah sang istri yang tertutup oleh rambut itu.


"Ah aku pikir dia marah kepada ku" ucap Nathan saat melihat mata sang istri tertutup dan itu menandakan jika istri nya itu tertidur.


"Pantas saja dia menolak, Kelelahan rupa nya" guman Nathan lagi dan tidak marah akan sang istri yang menolak keinginan nya karna dia juga mengerti dan bisa melihat jelas wajah sang istri yang kelelahan sedari tadi. Nathan menoleh ke arah ranjang anak nya yang cukup besar dan seperti nya cukup untuk sang istri jika tidur di atas sana.


Nathan menggeserkan sedikit tubuh anak nya kekiri sedikit dengan sangat pelan dan setelah itu dia beranjak dari sana dan menggendong sang istri dan meletakkan tubuh sang istri di atas ranjang yang sama dengan anak nya dengan sangat pelan dan hati hati. "Aku menyayangi Kalian" guman Nathan dan mencium pucuk kepala sang istri dan setelah itu beralih mencium pucuk kepala Yuna anak nya.


Nathan langsung beranjak dari sana dan menuju ke dekat kursi sofa yang ada di sana dan ikut mengistirahatkan tubuh nya.


Di rumah Nita.


Nita dan Andre baru saja kembali dan sampai di rumah, Mereka sampai di rumah langsung melihat Erina, Vino, Andita, Azlan dan juga cucu nya yakni Naila. "Di mana Ara bunda?" tanya Erina kepada Nita saat melihat Nita pulang tidak bersama dengan Ara atau Nathan.


"Ara di rumah sakit bersama dengan Nathan" jawab Nita akan pertanyaan Erina.


"Kenapa mereka di rumah sakit?" tanya Andita.


"Yuna baru selesai operasi mata dan bisa di buka empat hari lagi" jawab Nita dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di sana.


"Siapa Yuna bun?" tanya Vino kepada Nita.

__ADS_1


"Keponakan mu" jawab Nita. Dahi Vino mengerut karna tidk mengerti akan ucapan Nita. Erina mencerna ucapan Nita dan dia baru ingat jika Ara memang hamil saat pergi dari rumah karna dia menemukan surat dari rumah sakit yang menyatakan jika Ara hamil.


"Dia anak Ara sama kak Nathan kan bun?" tanya Erina.


"Em" jawab Nita mengangguk mengiyakan nya dan membuat Alfin dan yang lain yang belum tau tentang kehamilan Ara menoleh ke arah Amel.


"Kau tau dari mana jika Ara hamil dan sudah mempunyai anak?" tanya Andita.


"Beberapa hari lalu bi Imah memberikan surat yang ia temukan di bawah kursi yang di lantai bawah dan memberinya kepada ku" jelas Erina kepada Andita dan yang lain yang belum mengetahui tentang Ara dan anak nya.


"Kenapa tidak mempertihu kami?" tanya Azlan.


"Aku lupa" jawab Erina akan pertanyaan itu.


"Sudah sudah yang penting kita sudah menemukan Ara dan dia baik baik saja" ucap Nita menghentikan perdebatan Mereka.


"Dia tidak bisa melihat dan Delina mendonorkan mata nya kepada Yuna" jawab Nita.


"Hah?" ucap Erina yang kaget karna setau nya Delina itu jahat.


Empat hari kemudian.


Hari ini adalah hari dimana di buka nya perban mata Yuna anak Ara dan Nathan. Banyak orang yang ke rumah sakit untuk melihat Yuna, Beberapa hari ini Ara dan Nathan tidak pulang ke rumah karna menunggu anak mereka dan keluarga merekalah yang berbolak balik ke rumah sakit membawakan makanan dan pakaian untuk mereka. Okta, Vino dan istri nya juga sering ke rumah sakit karna Okta yang menemani Yuna bermain. Yuda memang sudah memiliki isti tapi mereka tidak bisa memiliki anak makanya mereka mengambil Okta dan itu juga permintaan istri Yuda, Okta sudah semakin dekat dengan kedua orang tua baru nya itu karna mereka berdua sangat menyayangi dan memerhatikan Okta dengan baik karna memng Vino dan sang istri sangat menyayangi Okta.

__ADS_1


Dokter membuka pelan perban yang ada di mata Yuna hingga selesai, Ara dan semua orang yang menyaksikan itu ikut tegang melihat itu dan memperhatikan sekali dokter yang membuka itu. Perban itu sudah di buka. "Coba kamu buka mata kamu pelan pelan" erintah dokter kepada Yuna. Yuna menuruti nya dan membuka pelan mata nya pelan.


"Ibu" panggil Yuna saat sudah bisa melihat jelas dunia.


"Iya sayang, Kau sudah bisa melihat ibu?" tanya Ara kepada Yuna dengan menatap lekat Yuna. Yuna menyapu seluruh ruangan itu dan penglihatan nya sangat jelas.


Yuna tersenyum melihat Ara dan mengangguk mengiyakan jika dia sudah bisa melihat dengan jelas. "Syukurlah kau sudah bisa melihat" ucap Ara dan langsung memeluk anak nya itu. Nathan dan yang lainnya juga ikut senang akan Yuna yang sudah bisa melihat.


"Anak ayah sudah bisa melihat" ucap Nathan dengan senyum yang melebar menatap anak nya itu. Yuna tersenyum juga ikut bahagia dan senang bisa melihat sekarang, Yuna mencari cari keberadaan Okta dan di sana ada dua anak seumuran dengan nya yakni Naila anak Erina yang satu tahun lebih tua dari nya dan ada Okta yang beberapa bulan lebih tua dari nya.


"Mana Okta ibu?" bisik Yuna di telinga Ara dan itu juga terdengar oleh Nathan yang berada di dekat mereka.


"Ini Okta" ucap Nathan dengan menggendong Okta naik ke atas ranjang dan duduk di hadapan anak nya itu.


"Ini nenek dan kakek" ucap Nathan yang memperkenalkan kedua orang tua nya kepada Yuna sedangkan Yuna tersenyum dan memperhatikan nya.


"Ini kak Naila" ucap Nathan lagi yang memperkenalkan Naila.


"Ini om dan tante kamu ibu dan ayah nya kak Naila" ucap Nya lagi.


"Ini juga kakek dan nenek mu adik mama nya ibu" ucap Nathan lagi dengan memperkenalkan bi Nur dan juga mang Mamat.


"Ini om Yuda dan tante Klara ibu dan ayah Okta" ucap nya lagi.

__ADS_1


"Nenek mama nya ibu di mana?" tanya Yuna dengan menatap ayah nya saat dia sudah selesai memperkenalkan semua orang yang ada di ruangan itu. Nathan terdiam begitupun dengan semua orang yang ada di dalam sana dan setelah itu Nathan menoleh ke arah sang istri. Ara langsung tersenyum menatap anak nya itu.


"Mama dan papa ibu sudah tidak ada, Mereka sudah di syurga" jawab Ara akan pertanyaan anak nya itu dengan senyum yang mengembang.


__ADS_2