
"Dih dia yang nyuruh tunggu malah dia yang ngusir" ketus Ara dan langsung berlalu masuk ke dalam toko bunga itu sedangkan Nathan hanya terkekeh menatap sang istri yang terlalu mudah emosi itu.
Nathan langsung melajukan mobilnya menuju ke kantornya. Sesampai di kantor Nathan langsung turun dan membawakan dua kantong kresek dan itu membuat semua karyawan terheran heran karna mereka tidak pernah melihat Nathan membawa kresek.
"Lo bawa apa?" tanya Vino bingung kepada Nathan.
"Ini dari Ara....dia bilang suruh kasih karyawan kantor" jawab Nathan.
"Bagiin" ucap Nathan dan memberikan kedua kantong kresek itu kepada Vino. Nathan baru saja ingin berlalu dan dia lupa jika dia juga ingin makan kripik itu.
Nathan memundurkan langkah kakinya dan mengambil dua bungkus kripik itu. "Bagiin semuanya" ucap Nathan dengan senyumannya dan langsung berlalu menuju ke dalam ruangannya.
*****
"Pagi" sapa Ara kepda semua orang yang sedang bekerja dengan senyum bahagia yang terlukis di wajah cantiknya itu.
"Bahagia banget lo" jawab Feri saat melihat Ara tersenyum bahagia.
"Apa tu ra?" tanya Damian melihat kresek yang di bawakan oleh Ara sedangkan Andita dia izin tidak masuk hari ini.
"Oiya ini kripik tadi gue beli banyak buat kalian" jawab Ara dan meletakkan kripik itu di atas meja yang ada di sana.
"Kripik apaan?" tanya Jenny menatap tak suka.
"Gue juga gak tau namanya yang jelas kripiknya enak banget" jawab Ara dan mengambil satu bungkus kripik itu dan kembali melahapnya.
__ADS_1
"Emang enak ya ra?" tanya Damian melihat Ara memakan lahap keripik itu. Ara mengangguk mengiyakannya. Damian mengambil satu potong kripik itu dan mencicipinya.
"Beneran enak" jawab Damian dan langsung mengambil satu bungkus kripik di dalam kresek itu dan melahapnya.
Semua orang pun ikut mengambilnya dan melahapnya tapi tidak dengan Jenny yang masih sangat gengsi untuk memakannya. "Lo beli di mana?" tanya Feri karna dia menyukai kripik itu.
"Iya nona muda....nona beli dimana?" tanya salah satu pegawai yang membuat teman teman Ara bingung akan panggilan itu begitupun dengan Ara.
"Di pinggir jalan deket pom bensin" jawab Ara. Semuanya tidak menjawab karna mengerti.
"Bakal gue borong besok ini" ucap Feri dan kembali melanjutkan pekerjaannya begitupun dengan semua orang karna kripik tadi sudah habis dan tak bersisa.
Ara mengenakan celemek yang sudah di sediakan dan memulai bekerja. "Kenapa pekerja tadi manggil gue nona muda?" tanya Ara kepada diri sendiri akibat heran.
Ting...
"Kripik nenek tadi enak banget karyawan disini juga suka banget sama kripik nya dan mereka bilang mau beli besok dan mau di borong" isi pesan yang dikirimkan oleh Nathan.
"Di toko juga sama". balas Ara.
"Ada untungnya kamu tadi beli kripik ini....itu bisa ngebantu nenek itu untuk ngelarisin makanannya" balas Nathan.
"Istri kamu ini bijak dan kamu pria paling beruntung ngedapetin nya kau mengerti?" balas Ara membanggakan diri.
"Iya...istriku memang yang terbaik" balas Nathan dengan stiker love di ujung.
__ADS_1
"Dih kok pake love segala" balas Ara.
"Aku mencintaimu" balas Nathan.
"Aku juga mencintaimu" ucap Ara dan mencium ponselnya yang berisi walpaper sang suami yang tengah tertidur waktu di rumah sakit.
"Aku lanjut kerja dulu" balas Ara.
"Nanti malam aku bakal jempuy kamu" balas Nathan.
"Okee" balas Ara. Nathan tidak membalasnya dan kembali meletakkan ponselnya ke dalam jaketnya.
****
"Aku gak bakal ngelepasin kamu" ucap Nathan dengan senyum yang mengembang menatap lookscreen ponselnya.
Malam harinya
Nathan nampak sudah siap untuk menjemput sang istri. "Lo pulang sendiri" ucap Nathan kepada Vino.
"Udah baikan aja lupa sama sodara sendiri" ketus Vino. Nathan tidak emnajwabnya dna langsung berlalu dari area perusahaannya itu dan menjemput sang istri.
Sesampai di toko Nathan masih melihat sang istri bekerja karna sekarang belum waktunya toko tutup. "Kenapa masih kerja?" tanya Nathan tiba tiba muncul di belakang Ara.
"Astagfirullah" ucap Ara terkejut dan memegang dadanya. Nathan menanggapinya dengan terkekeh.
__ADS_1
"Kamu udah selesai kerja?" tanya Ara tanpa menatap sang suami dan melanjutkan bekerjanya dan berlalu meninggalkan suami. Nathan mengikuti sang istri dari belakang.