Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Cerita lama 2


__ADS_3

"Waktu itu aku belum tau kalo Teo sama Windi itu bukan orang tua kandung aku, Dari kecil mereka selalu ngasih kebutuhan aku tapi mereka gak ngasih aku kasih sayang makanya aku lebih akrab sama bi Nur dan mang Mamat dari pada mereka, Semua barang barang yang mereka beli buat aku waktu aku dewasa gak pernah aku pake karna aku emang gak butuh itu dan waktu SMP aku juga udah bisa cari uang sendiri" jelas nya lagi panjang lebar dan berhenti untuk menarik nafas dan dia juga nampak menahan tangis.


"Memang nya kamu kerja apa?" tanya Nathan kepada sang istri yang memeluk erat tubuh nya dengan pandangan ke sembarang arah tapi wajah yang masih menatap nya.


"Kerjaan aku sekarang dan waktu itu cuma 50jt yang paling tinggi orang ngebayar endors" jawab Ara.


"emang nya kamu pake rekening milik siapa?" tanya Nathan kembali.


"Waktu itu aku masih pakai rekening Sheyla atau bi Nur atau mang Mamat karna waktu itu aku belum cukup umur buat ngebuat rekening" jawab Ara kembali. Nathan ingin sekali menanyakan masalah pertemuan sang istri dengan Dewa tapi dia takut membuat sang istri kembali sedih.


"Dan aku pertama kali bertemu dengan kak Dewa waktu aku nerima hasil UN SMP di jembatan yang ada di sekitar SMP melati, Waktu itu aku niat mau bunuh diri karna gak ada satu pun yang ngambil hasil UN aku dan waktu itu Teo dan Windi lebih milih buat pergi daftarin Sheyla ke kampus yang sama dengan kakak itu dari pada nemanin aku buay ngambil nilai, Gak ada satu pun dari mereka yang pernah perduli nilai aku waktu itu dan cuma Sheyla yang kadang nanya dan ngucapin selamat sama aku dan waktu aku mau loncat ke sungai yang cukup deras di bawah jembatan itu kak Dewa memberhentikan mobil nya dan ngehentiinn aku yang mau loncat, Haha lucu ya aku hampir mati karna aku terlalu sayang sama orang" jelas Ara panjang lebar dan tertawa saat mengingat bodoh nya diri nya saat ingin mengakhiri hidup karna Teo dan Windi.


"Kenapa kamuu bodoh banget sampe mau bunuh diri hem?" tanya Nathan yang tersentuh sedih mendengar cerita dari sang istri.

__ADS_1


"Aku udah bilang tadi kalo aku emang bodoh waktu itu aku menyayangi dan mencintai orang yang sudah membunuh kedua orang tua aku sungguh aku sangat bodoh Hikssss" jawab Ara yang kembali menangis.


"Sssuuutttt jangan menangis lagi kamu di bodohi oleh orang kamu gak perlu sedih sama hidup kamu dulu mulai lah menatap masa depan sama aku kita jalani hidup kita" jelas Nathan yang mencoba menenangkan sang istri.


"Jujur semenjak aku menikah sama kamu aku udah gak pernah lagi bagi cerita sama Erina atau pun Andita karna masalah waktu dan Erina tiba tiba mau nikah dengan Vino dan itu semakin membuat kami jarang kumpul dan cerita dari hati ke hati di tambah lagi Andita nanti bakalan nikah dan Erina bakal punya anak dan mereka pasti memiliki banyak pekerjaan masing masing di mulai dari mengurus suami dan setelah itu anak dan baru membereskan rumah dan aku harap kamu bisa jadi mereka berdua untuk mendengarkan cerita aku dan isi hati aku karna aku sudah gak punya siapa siapa kecuali kalian dan paman dan bibi dan aku gak mungkin cerita sama mereka" jelas Ara panjang lebar karna memang dia semenjak menikah tidak pernah lagi berkumpul atau pun bercerita dari hati ke hati dengan kedua sahabat nya itu.


"Kenapa kamu gak cerita sama aku dan kenapa kamu cuma mau cerita sama mereka berdua?" tanya Nathan.


"Karna sebelum aku tau kamu ini kak Jo kamu adalah orang asing di hidup aku makanya aku belun terlalu nyaman buat cerita masalh pribadi sama kamu" jawab Ara jujur. Nathan senang mendengar jawaban jujur dari mulut sang istri meskipun sedikit menyakit kan tapi dia tetap senang.


"Gimana aku mau bercerita kamu selalu sibuk sama pekerjaan kamu begitupun dengan aku yang juga sibuk sama kuliah aku dan begitu ada waktu kamu pasti selalu minta hak kamu jadi gimana cara nya aku mau cerita?" ucap Ara jujur tanpa memindahkan posisi kepala nya yang masih berada di bahu sang suami itu.


Karna memang jika memiliki waktu luang mereka selalu melakukan hal yang selalu di lakukan oleh suami istri. Nathan terkekeh mendengar jawaban yang sangat jujur yang keluar dari mulut sang istri itu. "Kenapa kamu ketawa?" tanya Ara dengan memundurkan kepala nya dan menatap sang suami yang tengah tertawa.

__ADS_1


"Kamu kalo ngomong terlalu jujur" jawab Nathan dengan mencium pipi gembul sang istri.


"Memang nya kamu mau istri kamu ini berbohong?" tanya Ara dengan mengerucutkan bibir nya. Nathan sangat gemas melihat itu.


"Siapa yang mau punya istri pembohong?" tanya balik Nathan.


"Jadi?" tanya Ara dengan kedua alis yang menyatu dan menatap heran sang suami.


"Jadi aku mengingin kan nya" jawab Nathan menggoda sang istri.


"Tuh kan baru aja di bilangin udah mau aja" teriak Ara kesal dan beranjak berdiri dari pangkuan sang suami tapi Nathan menahan nya. Nathan kembali terkekeh melihat tingkah wanita itu dan memeluk tubuh nya dengan erat.


"Aku hanya bergurau jangan berpindah tempat" jawab Nathan dengan menatap wajah sang istri yang nampak kesal itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mau mendengarkan cerita aku selama berpisah dengan mu Yanti?" tanya Nathan yang mencoba membuat istri nya itu kembali menatap nya dan bermanja seerti tadi.


__ADS_2