Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Lahiran (Erina)


__ADS_3

"Ayo" ajak Nathan akan sang istri. Ara mengangguk mengiyakan nya dan mengikuti sang suami dari belakang. Mereka menaiki anak tangga menuju ke lantai tiga dan saat sampai mereka pun langsung masuk ke dalam kamar mereka.


"Andra kita cuci tangan dulu ya sayang" ajak Ara dan mengambil alih tubuh kecil Andra dari sang suami.


Ara masuk ke dalam kamar mandi dengan menggendong Andra dan Nathan mengikuti mereka dari belakang. Ara mencuci tangan Andra dan mendudukkan Andra di atas pahanya dan tangannya mencuci tangan Andra.


"Gendong sebentar" ucap Ara kepada sang suami sambil memeberikan Andra. Nathan menerima nya dengan senang hati. Ara mencuci muka nya yang sempat di coret oleh Nathan dan juga Andra tadi dengan bersih. Setelah selesai Ara kembali mengambil Andra dan menggendong Andra keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil outernya.


Ara mengambil outer panjang miliknya dan mengenakannya karna dia malas berganti pakaian dan hari juga sudah mulai sedikit gelap dan jika dia mandi pasti akan lama. Ara belum mengenakan outer berwarna coklat susu miliknya itu karna dia sedikit kesusahan.


Ara keluar dari ruang ganti bersamaan dengan Nathan yang keluar dari kamar mandi. "Gak ganti baju?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Enggak" jawab Ara dan meletakkan Andra di atas ranjang dan setelah itu mengenakan outer yang sempat ia ambil tadi.


"Cepatan aku bakal nungguin kamu" ucap Ara dan kembali menggendong Andra dan berjalan menuju ke dekat sofa yang ada di dalam kamar itu. Nathan langsung menyusul sang istri tanpa mengganti pakaian karna dia sudah mengenakan baju kaos dan celana panjang dan hanya belum mengenakan sepatu saja.


"Kenapa masih pake baju ini?" tanya Ara kepada Nathan saat melihat lelaki itu berdiri di depannya.


"Aku pake baju ini aja" jawab Nathan. Ara tidak menjawab perkataan sang suami dan langsung keluar dari kamar itu dan langsung turun ke lantai paling bawah dengan menuruni anak tangga.


Ara langsung keluar dari rumah itu dengan pintu yang di buka oleh salah satu pelayan di sana yang memang di hususkan untuk menjaga pintu itu. "Hey Andra mau kamu bawa?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Kenapa enggak?" tanya balik Ara.


"Kasih ke pak Qori saja tapi jangan suruh dia mengantar kita" jawab Nathan.


"Aku mau ngajak dia" bantah Ara.


"Tapi apa dia pernah kepisan sama ibu dan ayah nya?" tanya Nathan kepada sang istri.

__ADS_1


Hikssss...


Andra terisak saat Ara ingin masuk ke dalam mobil. "Iya sayang tante antar kamu ke ayah ya" bujuk Ara dan langsung berlalu mengantarkan Andra kembali ke kedua orang tuanya.


"Nona mau pergi kemana?" tanya Qori sambil menerima Andra yang di berikan oleh Ara.


"Saya mau kerumah sakit pak, Makanya saya antar Andra kesini" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Siapa yang sakit nona?" tanya Putri.


"Erina melahirkan bu" jawab Ara.


"Perlu saya antar nona?" tanya Qori.


"Tidak usah pak, Nathan berpesan untuk tidak menyuruh pak Qori mengantar kami" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Baiklah nona" jawab Qori. Ara berpamitan untuk pergi karna dia juga bergegas ingin menuju ke rumah sakit dan Qori mengangguk mengiyakannya begitupun dengan Putri.


Setelah menutup pintu untuk sang istri Nathan masuk ke dalam mobil di bagian kemudi dan langsung melajukan mobilnya itu ke alamat rumah sakit tempat Amel melahirkan.


Nampak sangat macet di jalanan sore itu karna ini waktu semua karyawan kantor pulang dan anak sekolahan juga pulang makanya sangat macet. "Aku ingin segera memiliki anak sayang" ucap Nathan tiba tiba. Ara yang keget mendengar itu langsung menatap ke arah sang suami.


Nathan menatap ke arah sang istri karna tidak mendapatkan jawaban. saat Nathan menatap nya Ara dengan segera menundukkan kepala karna dia sangat merasa bersalah akan dirinya yang menunda kehamilan itu tapi jika tidak mungkin saja janin nya sekarang sudah tidak ada.


"Sayang" panggil Nathan dengan nada manja dan menggenggam tangan sang istri.


"Apa di antara kita ada yang bermasalah sampai kita belum punya keturunan?" tanya Nathan dengan wajah sedihnya menatap sang istri.


"Aku minta...." ucap Ara terpotong oleh klakson mobil yang sangat kencang dari belakang karna jalan sudah kembali lancar. Nathan memelaskan genggaman nya itu dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.

__ADS_1


Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit itu. Ara nampak masih menundukkan kepala karna pertanyaan Nathan tadi. "Hey gak usah di pikirin ayo kita masuk" ajak Nathan yang bisa melihat wajah sedih di wajah sang istri.


"Gimana aku gak mikirin, Pertanyaan kamu tadi sangat..." ucap Ara terpotong oleh Nathan yang segera memeluknya.


"Maaf jika pertanyaan ku tadi nyinggung kamu" jawab Nathan dan mengusap lembut belakang kepala sang istri.


"Ini memang salah ku yang belum bisa memberimu keturunan" jawab Ara yang hampir saja menangis tapi dengan segera Nathan mengalihkan percakapan.


"Jangan bersedih keponakan kita hari ini lahir, Seharusnya kita berbahagia hari ini" ucap Nathan dengan senyum yang melebar.


"Yasudah ayo turun" ketus Ara. Nathan melebarkan senyumannya saat mendengar teriakan sang istri. mereka berdua pun langsung turun dari dalam mobil itu dan masuk ke dalam rumah sakit itu.


"Dimana ruangan Erina?" tanya Ara kepada sang suami. Nathan menyapu sekeliling untuk menemukan keluarga nya.


"Itu, Ayo" ajak Nathan sambil menarik pelan tangan sang istri. Ara mengikutinya dan terlihat banyak sekali orang berkumpul di depan ruangan itu tapi tidak ada Vino karna Vino menemani Erina di dalam.


"Kok lama banget sayang?" tanya Liza saat melihat Ara sudah datang.


"Macet tadi ma makanya lama" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Erina belum lahiran?" tanya Nathan.


Oeeeekkkkk...oekeekkk


Terdengar teriakan tangis bayi dari dalam ruangan itu. "Alhamdulillah" ucap semua orang yang ada di depan ruangan itu tapi tidak dengan Ara yang wajah nya nampak sangat bahagia mendengar suara tangisan bayi itu.


Semua wajah orang yang di depan ruangan Amel yang awalnya tegang langsung tersenyum bahagia bukan main saat mendengar suara tangisan bayi yang terdengar dari dalam.


"Alhamdulillah ya allah aku punya ponakan lagi" ucap Ara dengan menengadahkan tangannya ke atas bersyukur atas kebahagiaan yang ia dapatkan.

__ADS_1


Nathan yang mendengar ucapan sang istri tersenyum melihat senyum yang sangat bahagia mengembang di wajah istrinya itu.


__ADS_2