
"Kak Dewa juga sangat menyukai anak kecil'' guman Ara kembali yang teringat akan Dewa yang sudah tiada, Senyum di wajah nya seketika menghilang saat mengingat Dewa dan makan nya juga terhenti akibat sangat merindukan sosok Dewa meskipun dia sudah mencintai Nathan tapi dia tidak bisa melupakan Dewa lelaki yang pernah membahagiakan nya meskipun sebentar.
"Aku sangat merindukan lelaki itu" guman Ara dengan senyum yang melebar dan langsung menundukkan kepala nya. Nathan menatap aneh ke arah istri nya itu dengan dahi yang mengerut.
"Kamu kenapa?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri yang sedang menunduk itu. Ara langsung mengangkat kepala nya dan langsung melebarkan senyuman nya menatap Nathan.
"Aku tidak apa apa" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap suami nya itu. Nathan menatap lekat wajah istri nya itu dan sedikit tidak percaya akan jawaban yang di jawab oleh istri nya itu. Nathan tidak mau bertanya lagi dan memilih kembali membimbing Naila untuk minum susu yang si buat oleh Ara.
"Aku akan ke bawah" ucap Ara saat sudah selesai makan dan Naila juga sudah selesai meminum susu. Nathan yang sedang bermain dengan Naila pun menoleh ke arah istri nya itu.
"Untuk apa kau ke bawah?" tanya Nathan dengan menatap istri nya itu.
"Meletakkan ini" jawab Ara dengan memperlihatkan nampan yang sudah berisi bekas makan nya, Naila dan juga suami nya itu yang sudah ia susun.
"Tidak usah, Biar bibi saja yang mengambil nya ke sini, Ayo kita kembali bermain" ucap Nathan dengan melebarkan senyuman nya kepada istri tercinta nya itu. Ara mengiyakan nya dan meletakkan nampan tadi kembali ke atas meja dan Nathan pun menarik lembut tangan sang istri dan mengajak nya ke balkon. Ara, Nathan dan juga Naila kembali bermain bersama di balkon, Ara dan Nathan nampak tertawa lepas saat bermain bersama Naila begitupun dengan Naila yang juga tertawa lepas dan tawa anak itu menampakkan satu gigi yang sudah tubuh di mulut nya itu.
Di rumah Fikri.
"Sayang" panggil Fikri dengan membawa nampan yang berisi makanan ke dalam kamar nya dan juga Sheyla. Sheyla menoleh ke arah Fikri tanpa mengekuarkan satu patah kata pun.
"Kamu makan ya?" ucap Fikri dengan melebarkan senyuman nya dan mendudukkan tubuh nya di samping sang istri. Sheyla dengan segera menggelengkan kepala nya tanpa mengeluarkan kata sepatah pun. Sheyla akhir akhir ini memang sangat jarang sekali makan dan bisa di katakan tidak pernah makan akibat memikirkan kedua orang tua nya. Hati wanita itu kecewa, Sakit saat mendengar dan mengetahui kenyataan kedua orang tua nya kepada Ara, Sheyla sama sekali tidak menyalahkan Ara atas masuk nya kedua orang tua nya ke jeruju besi dan hal yang membuat dia sampai down seperti itu karna kecewa dan kaget mengetahui semua nya sedangkan anak nya dan juga Fikri di urus oleh mertua nya sejak Sheyla down seperti ini.
__ADS_1
"Kamu sudah beberapa hati tidak makan" ucap Fikri dengan menyiapkan makanan di dalam sendok untuk istri nya itu. Sheyla kembali menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak mau makan. Fikri menurunkan tangan nya yang memegang sendok itu.
"Kamu tidak lihat anak kita saat kau seperti ini?" tanya Fikri dengan menatap lekat istri nya itu. Sheyla langsung menoleh ke arah anak nya yang di gendong oleh ibu mertua nya itu dan setelah itu beralih menatap suami nya. Tatapan wanita itu nampak sekali jika itu tatapan sedih dan kecewa akan kedua orang tua nya.
Hikss
Sheyla langsung menangis dengan menundukkan kepala nya karna dia kembali teringat akan apa yang di lakukan oleh kedua orang tua nya kepada kedua orang tua Ara. Fikri dengan sigap langsung memeluk istri nya itu karna dia tau perasaan istri nya itu yang sedang tidak bagus.
"Sudah lah jangan menangis" ucap Fikri dengan mengusap lembut punggung istri nya itu dan mencoba menenangkan Sheyla. Aldi dan kedua orang tua nya dan juga Fera anak Fikri dan Sheyla pun langsung keluar dari kamar itu.
"Kasihan sekali Sheyla" ucap Aldi dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di dekat kamar Sheyla dan Fikri.
"Hiksss" Fera yang tidak mengerti apa apa pun langsung menangis mungkin karna dia tau perasaan ibu nya makanya dia ikut menangis saat ibu nya menangis. Ibu Aldi membawa Fera berlalu dari sana dan menaiki anak tangga dan membujuk Fera di dalam kamar nya sedangkan Aldi dia masuk ke dalam kamar nya dan ayah Aldi juga mengikuti ibu nya naik ke atas untuk membujuk Fera yang sedang menangis.
Di kediaman Adijaya.
"Kak" panggil Ara saat sudah selesai mandi bersama dengan Naila tapi Nathan belum mandi karna masih ingin menghabiskan waktu bersama istri nya dan juga Naila.
"Iya sayang" jawab Nathan dan menengadah menatap istri nya yang sedang duduk sedangkan dia sedang berbaring menelungkup untuk menyeimbangkan tubuh nya dan juga Naila.
"Aku merindukan kak Sheyla" ucap Ara dengan wajah sedih nya karna dia tidak tau bagaimana kabar kakak nya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu merindukan nya?" tanya Nathan dengan memegang tangan Naila yang berisi itu.
"Dia kakak ku, Dia juga sudah baik dengan ku, Aku sangat merindukan nya dan aku ingin bertemu dengan nya" jelas Ara dengan menatap lekat wajah sang suami yang sedang menengadah menatap nya itu.
"Kamu sama sekali tidak marah kepada nya?" tanya Nathan dengan sang istri.
"Tidak, Karna dia tidam bersalah dan tidak tau masalah ini" jawab Ara dengan melebarkan senyuman nya menatap sang suami. Nathan tidak menjawab nya karna dia sangat marah akan orang tua Sheyla dan dia juga mengalirkan amarah nya itu kepada Sheyla yang tidak tau apa apa, Karna dia tidak akan mengampuni orang yang sudah membuat istri nya itu bersedih.
"Kita ke rumah nya ya" ucap Ara dengan melebarkan senyuman nya dan memegang tangan suami nya itu. Nathan menoleh ke arah istri nya itu.
"Aku mohon" ucap Ara lagi dengan memelaskan wajah nya kepada suami nya itu.
"Malam ini?" tanya Nathan dengan menatap lekat istri nya itu karna dia tidak yakin akan mengajak sang istri yang nampak kelelahan itu keluar malam ini.
"Hem" jawab Ara sambil mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar. Nathan kembali menatap lekat wajah istri nya yang memang nampak kelelahan itu dan dia sebenar nya juga kelelahan.
"Baiklah aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Nathan dan beranjak berdiri dan langsung mengambil handuk dan menuju masuk ke dalam kamar mandi. Ara tersenyum melihat itu dan langsung menggendong Naila yang sedang berada di hadapan nya. Ara kembali bermain bersama dengan Naila sampai akhirnya Naila tertidur.
"Lama sekali Nathan" ucap Ara dan menyenderkan tubuh nya di sandaran ranjang itu dan memeluk erat tubuh kecil Naila yang sedang tertidur sampai akhirnya dia juga ikut tertidur bersama dengan Naila dengan memeluk tubuh anak itu.
Nathan yang sudah selesai mandi pun langsung keluar dari kamar mandi dan langsung melihat istri nya sudah terlelap dengan bersandar di sandaran ranjang bersama dengan Naila yang juga terlelap.
__ADS_1