
"Halo" ucap Vino saat mengangkat telpon itu tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Eh lo dimana katanya di bar kok gue kesini lo gak ada sih?" bentak Ara di balik layar ponsel itu yang membuat gendang telinga Vino hampir saja pecah.
"Ini siapa?" tanya Vino dan langsung melihat nama yang tertera di layar ponsel itu.
"Anda siapa? teman saya mana?" tanya Ara kepada Vino.
"Ini lo ra?" tanya Vino yang membuat Nathan kaget mendengar itu.
"Emang lo siapa?" tanya Ara.
"Erina sama Andita di apartemen di depan apartemen kalian" ucap Vino tanpa menjawab pertanyaan dari Ara tadi. Ara langsung mematikan panggilan itu dan langsung berlari ke apartemen di depan apartemennya karna dia tadi sedang di lift.
"Permisi" ucap Ara sambil mengetuk pintu apartemen itu.
"Erina, Andita" panggil Ara lagi karna tidak mendapatkan jawaban. Vino langsung membuka pintu apartemen itu dan dia melihat Ara yang nampak sangat berbeda.
"Lo Ara?" tanya Vino.
"Mana Erina sama Andita?" tanya Ara langsung.
"Itu mereka lagi tidur" jawab Vino sambil menunjuk ke arah Erina dan juga Andita. Ara langsung berjalan menuju kedua sahabatnya itu
"Bangun" teriak Ara sambil menarik telinga kedua sahabatnya itu. Nathan menatap lekat wanita yang berdiri tepat di depannya itu.
Erina dan Andita tetap tidak bangun. Ara kembali membenarkan posisinya dan dia menatap laki laki yang ia tabrak tadi pagi. "Lo?" ucap Ara bingung. Nathan tidak menjawab karna dia masih ingin memastikan jika itu Ara atau bukan.
FLASH BACK ON
nathan sangat tergesa gesa ingin menuju ke kantornya dan dia memilih jalan kaki karna jalanan macet.
Brukkk
Nathan menabrak seseorang karna dia tidak fokus dan ingin segera sampai di kantornya. "Gak punya mata pak main tabrak aja" ketus orang yang di tabrak oleh Nathan.
__ADS_1
"Saya seharusnya yang marah anda yang menabrak saya" jawab Nathan tanpa menoleh ke arah Ara.
"Suara nya kok gak asing ya?" guman Ara bingung dan langsung menatap ke arah Nathan tapi dia tidak mengenal Nathan karna memang penampilan Nathan sedikit berubah.
"Anda yang nabrak saya kenapa anda malah marah sama saya" bantah Ara karna memang dia tidak salah. Nathan tidak menjawab dan langsung berlalu meninggalkan Ara dengan baju yang kotor akibat makanannya terjatuh di bajunya.
"Ayss percuma ganteng kalo sombong" ketus Ara dan langsung berlalu menuju ke apartemennya.
FLASH BACK OFF
"Kamu ngapain ke apartemen saya?" tanya Nathan datar dan belum juga mengenali Ara karna penampilan baru Ara itu begitupun dengan Ara.
"Bangun" bentak Ara dan langsung menarik tangan kedua temannya itu dan akhirnya kedua temannya itu bangun tapi masih sama sama lemah.
"Ra apaan sih" ucap Andita yang terlebih dahulu sadar sedangkan Erina masih dalam pengaruh alkohol dan juga belum bangun.
"Pulang" ketus Ara dan mengangkat Erina dan juga Andita.
"Gue capek gue mau istirahat jangan gangguin gue ra" jawab Andita dan kembali memejamkan matanya. Nathan sebenarnya belum yakin jika itu Ara tapi dia mendengar apa yang di katakan oleh Andita itu yang membuatnya yakin jika itu Ara.
"Ini bukan apartemen kita" jawab Ara. Andita langsung sadar dan bangkit dari tidurnya.
"Bantuin gue bawain Erina" ucap Ara.
"Badan gue sakit" ucap Andita berbohong.
"Tidur lo di balkon ntar" jawab Ara dan langsung berlalu memapah Erina. Vino membantunya karna Ara nampak kesusahan membawa Erina.
"Makasih" ucap Ara dan tidak membolehkan Vino masuk ke dalam apartemennya karna semenjak dia menunggu apartemen itu tidak ada satupun laki laki yang masuk di dalam sana termasuk pak Nawi.
"Biar gue tolong bawa ke dalam" ucap Vino menawarkan diri.
"Gak usah" ketus Ara dan langsung menutup pintu apartemen itu tanpa pamit dengan Vino.
"Apa itu beneran Ara?" guman Nathan menatap lekat pintu apartemen Ara yang sudah tertutup.
__ADS_1
"Dia siapa?" tanya Nathan saat Vino masuk ke dalam apartemen itu.
"Dia Ara nat" jawab Vino.
"Gak mungkin Ara aja gak pake poni" jawab Nathan.
"Kalian kenal sama mereka?" tanya Azlan.
"Ara mantannya Dewa dan Nathan suka sama dia" jawab Vino.
"Beneran Nat?" tanya Azlan.
"Kalo gak beneran mana mungkin dia bikin lookscreen ponselnya pake poto dia sama Ara" jelas Vino karna memang Azlan pernah membuka ponsel Nathan dan melihat ada poto wanita sedang bersamanya dan itu di jadikan lookscreen ponselnya.
"Itu beneran Ara yang di lookscreen lo?" tanya Azlan bingung.
"Iyaa itu emang Ara" jawab Vino sedangkan Nathan sudah berlalu meninggalkan mereka berdua sejak tadi.
Nathan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur di dalam kamar husus untuknya itu. Dia mengambil ponsel miliknya itu dan kembali menatap lekat wajah wanita yang sudah bertahun tahun ia rindui itu.
"Apa tadi beneran kamu?" tanya Nathan dengan senyum mengembang saat melihat wajah yang tersenyum di ponsel itu.
Di apartemen Ara. "Nyusahin aja pake acara ke apartemen orang lagi" ketus Ara menatap kedua sahabatnya yang sedang tertidur itu karna memang Andita sudah masuk terlebih dahulu darinya dan langsung tertidur.
Ara melihat jam yang ada di dalam kamar itu dan jam sudah menunjuk pukul 3 pagi dan dia sudah tidak mengantuk lagi. Dia memilih untuk duduk di balkon apartemen itu.
Ara menatap keindahan amerika dan dia meletakkan kepalanya di atas tangannya. Dia kembali teringat akan hari ini adalah hari ke empat tahun meninggalnya Dewa dan ke sembilan belas tahun kepergian kedua orang tuanya.
"Ara gak bisa pulang" ucap Ara dengan air mata yang mengalir deras sampai sampai dia tertidur di balkon itu.
Keesokan paginya Nathan terbangun terlebih dahulu dan langsung menuju ke balkon yang ada di apartemen miliknya itu. Dia menggerak gerakkan tubuhnya yang sedikit kaku itu ke kanan dan kekiri dan matanya terhenti saat menghadap ke kanan karna dia melihat wanita yang sedang tertidur pulas di balkon samping kanan itu.
Nathan langsung mendekat dia ingin menatap lekat wajah itu. "Dia beneran Ara" ucap Nathan menatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur itu dengan senyum yang mengembang.
Ingin sekali rasanya dia duduk di samping wanita itu dan memeluknya karna kerinduan yang sangat mendalam itu. Nathan memilih berdiri sambil menatap lekat wajah cantik seorang Ara riyanti saat tertidur dan itu persisi seperti anak kecil.
__ADS_1
"Aku kangen banget sama kamu" ucap Nathan dengan senyum bahagianya. Vino baru saja bangun dan melihat Nathan tersenyum sendiri sambil menatap ke arah lain.
Matanya mengikuti pandangan mata Nathan. "Pantesan senyumnya bahagia banget" guman Vino dan ikut merasakan bahagia Nathan karna senyuman Nathan itu sudah sangat lama tak terlihat saat Ara pergi dari hidupnya.