
"Itu bibi sama ponakan kamu" ucap rizal sambil menunjuk ke arah kya dan juga rafael. Ara berjalan menghampiri keponakan dan bibinya itu tanpa diikuti oleh rizal karna rizal masih mengobrol bersama dengan teman teman ara.
"Ponakan aunty" ucap ara yang baru sampai di dekat rafael dan juga kya.
"Onty" ucap rafael langsung memeluk tubuh ara. Ara membalas pelukan dari ponakannya itu dengan penuh kasih sayang karna memang ara sangat menyayangi rafael.
Ara menggendong rafael karna memang rafael baru berusia 3 tahun dan ara masih kuat untuk menggendongnya. "Kamu apa kabar sayang?" tanya ara kepada rafael yang ada di dalan pelukannya.
"Ael baik baik aja onty" jawab rafael kepada ara.
"Bi" ucap ara dan bersalaman dengan kya.
"Kamu udah gede banget sayang" ucap kya karna memang rizal dan kya sudah menikah lama dan baru mendapatkan momongan di usia pernikahan 7 tahun.
"Iya lah bi....nanti kalo ara kecil terus nyusahin kalian" ucap ara sambil sedikit terkekeh begitupun dengan kya.
"Kamu yah gak pernah berubah dari dulu suka banget ngelawak....kenapa gak ikut stand up komedi aja" ucap kya karna memang setiap tahunnya kya dan juga rizal selalu kembali ke indonesia tapi setelah meninggalnya orang tua rizal dan kya mengandung dan melahirkan rafael mereka jarang pulang ke indonesia dan bisa di katakan tidak pernah dan hanya berkomunikasi melalui ponsel.
"Ara malu di ketawain sama orang bi" ucap ara yang membuat kya kembali terkekeh.
"Hahah kamu ada ada aja sayang" ucap kya sambil terkekeh.
"Onty apa kabar?" tanya rafael kepada ara.
"Iya sayang kamu apa kabar? bibi denger kamu sempet kecelakaan ya?" tanya kya yang baru ingat ingin menanyakan itu jika bertemu dengan ara.
"Ara baik baik aja kok bi" jawab ara memaksakan senyumnya padahal hatinya sakit jika ada orang yang mengingat tentang kejadian malam itu.
"Bibi juga turut berduka cita atas meninggalnya dewa sayang" ucap kya kembali.
__ADS_1
Ara sedikit meneteskan air matanya karna memang dia juga terbuka dengan kya dan dewa juga dekat dengan kya karna mereka sering mengobrol lewat telpon bersama.
"Kamu yang kuat ya sayang bibi selalu ada buat kamu" ucap kya dengan menghapuskan air mata ara yang sempat tumpah di hadapannya.
Kya sangat menyayangi ara seperti anak kandungnya sendiri karna dulu sebelum dia memiliki rafael dia selalu bersama ara dan memperlakukan ara layaknya anak kandung dan itu berbanding terbalik dengan orang tua kandung ara makanya kya juga ikut sedih akan kesedihan ara.
"Ara kuat kok....buktinya ara menang terus kalo ikut lomba tekondo" jawab ara dan kembali menghadap ke kya dengan wajah yang sudah kering akan air mata.
"Oiya bibi lupa sayang malahan kuat kamu dari paman ya" ucap kya kepada ara sambil sedikit terkekeh supaya itu bisa menghibur ara.
"Haha itu bibi tau" ucap ara sambil terkekeh dan kyapun juga kembali terkekeh.
Di tempat lain rizal dia masih mengobrol dengan teman teman ara karna dia ingin mengetahui keadaan keponakannya itu dan dia tau jika kedua sahabat ara yaitu Erina dan Andita lebih mengetahui tentang ara di banding sheyla dan juga orang tua ara.
"Ara bahagia selama paman gak pernah ke indonesia Er?" tanya rizal kepada Erina yang membuat Erina sedikit tersedak karna dia sedang meminum minuman.
"Lepasin" ketus Erina kepada Vino. vino pun langsung melepaskan tangannya dari tengkut kepala Erina.
"Ara...." jawab Erina ragu.
"Kenapa nak? jawab jujur sama paman" ucap rizal lembut karna dia juga sudah menganggap Andita dan Erina seperti keponakannya.
"Huh" Erina mendengus panjang karna dia ingin menceritakan semuanya kepada paman rizal.
"Semenjak tamat dari smp ara sedikit berbeda dia juga mulai tidak peduli akan kedua orang tuanya paman tapi dia gak bisa man...Dan semenjak sma ara udah bisa cari penghasilan sendiri dan dia dulu pakai atmnya kak sheyla...Nah credit card yang di kasih sama papi teo sama ara dia gunain untuk ngebantuin orang yang lebih ngebutuhin tapi papi teo malah nuduh ara yang enggak enggak" jelas Erina panjang lebar yang membuat nathan dan Vino yang berada di sana kaget akan penjelasan Erina.
"Nuduh gimana nak?" tanya Rizal yang semakin penasaran.
"Papi sering bilang kalo ara ngabisin duit mereka buat poya poya sama preman preman padahal uang papi yang ara pakai buat ngebantuin orang dan itu juga di atas namakan papi kok man bukan di atas namakan dia" jelas Erina lagi.
__ADS_1
"Trus nak?" tanya rizal yang semakin penasaran akan kehidupan keponakannya 4 tahun lalu.
"Woi" ucap ara yang mengagetkan rizal dan yang lainnya.
"Lo kebiasaan ngagetin aja" bentak Andita yang juga kaget.
"Kalian sih pokus banget ceritanya emang cerita apaan?" tanya ara. Ara menggendong rafael karna kya ingin menyusul suaminya dan rafael ingin ikut dan ara tidak mau melepaskan rafael dari pelukannya.
"Kamu tau kan paman udah tua....masih aja di kagetin" ucap rizal kepada ara karna memang umurnya sudah tidak muda dan umur rizal adalah 38 tahun.
"Dih paman baperan....orang paman masih muda juga liat wajah paman aja masih galowing dan paman masih kayak anak muda pantesan bibi kya mau sama paman" ucap ara mengejek rizal karna memang rizal tampan dan terlihat muda begitupun dengan kya yang baru berumur 35 tahun tapi bentuk wajahnya seperti anak seusia 17 tahunan.
Selain selalu merawat tubuh kya juga sering berolah raga sama seperti suaminya karna dia bingung ingin memberikan uang yang mereka dapat kepada siapa karna saat itu mereka masih belum memiliki anak dan semua saudara saudara mereka juga tergolong orang yang mampu baik itu dari keluarga kya maupun keluarga rizal.
"Kalo paman gak muda dan udah keriput bibi kamu gak mau lagi sama paman?" tanya rizal kepada ara.
"Mungkin aja ya kan bi?" tanya ara kepada kya.
"Ya enggak lah kan bibi mu ini setia" ucap rizal membanggakan istrinya karna memang kedua pasangan itu sangat setia buktinya sekarang mereka sudah menikah 11 tahun dan di umur pernikahan ke 7 baru mendapatkan momongan.
"Bisa jadi aja kan ya sayang" ucap kya kepada ara karna dia memang sering bergurau seperti itu.
"Tuh paman denger" ucap ara kepada rizal.
"Kamu ya suka banget ngehasut bibi kamu" ucap rizal cemberut. Karna dia selalu seperti anak kecil jika menyangkut istrinya.
"HAHAHAHA" semua orang yang mendengar candaan mereka langsung terkekeh begitupun dengan Vino dan juga nathan yang sedari tadi menetap di sana.
"Paman mah baperan" ucap ara kepada rizal dan kembali terkekeh. Nathan menatap ara yang sangat terlihat cantik apa bila sednag tertawa ataupun tersenyum. Nathan menatap kagum akan ara karna dia bisa menyembunyikan banyak luka sendiri.
__ADS_1