
"Gimana nih Er?" tanya Andita yang kembali menangis.
"Lo tenang dulu Dit jangan nangis kaya gitu" jawab Erina yang sibuk karna sedang menghubungi ara tapi tidak di angkat oleh ara.
"Erina ayo kita cari ara,, gw gak mau dia kenapa napa gara gara gw Er hiks...hiks" ucap Andita sambil menangis dan khawatir.
"Aaudah ayok" jawab Erina dan langsung ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan langsung pergi meninggalkan rumah tersebut.
"Enggak dewa tapi bibi kaya gak asing sama wajah ini" jawab nita sambil meneliti poto yang di tunjukkan oleh dewa.
"Emang bibi pernah ketemu dimana sama ara?" tanya dewa lagi karna dia sangat penasaran.
"Bibi jua gak inget dew" jawab nita.
Di tempat lain Erina dan Andita sangat hawatir terhadap ara,,, mereka berdua sudah mencari ara kemana mana tapi tidak menemukan keberadaan ara,,
"Gimana di angat Dit sama ara?" tanya Erina, Andita hanya menggelengkan tanda tidak di angkat oleh ara.
"Gimana ini Er" ucap Andita semakin panik karna telpon nya tidak di angkat padahal aktif.
Di depan cafe abadi ara sedang menulusuri parkiran cafe tersebut karna dia sudah berjanji dengan ryan akan bertemu di cafe tersebut.
FLASH BACK ON
Ara berjalan dengan perasaan kesal terhadap ryan karna telah menghianati Andita yang begitu setia terhadap nya dan langsung menelpon ryan.
"Halo" jawab ryan.
"Halo,,,, lo dimana ry?" tanya ara dengan nada lembut
"Gw di rumah emangnya kenapa?" tanya ryan kepada ara
"Kita bisa ketemu?" tanya ara dengan nada lembut
"Tumben banget ara ngajakin gw ketemu" guman ryan di dalam hati.
"Bisaaa... emang kenapa lo ngajakin gw ketemu?" tanya ryan menggoda.
"Cih dasar buaya darat" guman ara.
"Enggak gw lagi kangen aja sama lo... lo mau kan?" tanya ara yang tak mau kalah di goda oleh ryan.
"Yaudah kita ketemu di cafe abadi ya" ucap ryan.
"Yaudah gw berangkat sekarang" ucap ryan dengan penuh semangat.
__ADS_1
Setelah selesai menghubungi ryan ara langsung menuju ke cafe abdi.
FLASH BACK OFF
Setelah berada di dekat cafe yang mereka janjikan tersebut ara berhenti dan melihat mobil ryan ada di depan cafe tersebut.
setelah berhenti dia kembali menyalakan hp nya dan dia mengirim pesan kepada novri dengan nomor yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali sahabatnya dan juga dewa.
Isi pesan ara dan juga novri.
"Lo bisa ke cafe abadi sekarang nov?.....ini gw lia nov" ucap ara berbohong.
"Lo nomor baru lia?" balas novri. novri dan lia memang sahabat dari kecil mereka selalu kompak dan menyayangi satu sama lain.
"Iya.... yaudah gw tunggu lo sekarang d cafe abadi" balas ara.
"Yaudah gw ke sana sekarang" balas novri lagi.
Ara hanya membaca pesan yang dikirim oleh novri dan tersenyum licik. karna memang dia sengaja ingin menjebak ryan dengan di jadikan dirinya sebagai umpan.
"Gw gak akan ngebiarin lo nyakitin sahabat gw ryan" ucap ara dengan senyum liciknya.
"Kita liat siapa yang menang" ucap ara lagi dan langsung melakukan mobil yang dia bawa menuju parkir di depan cafe.
"Gw hawatir sama ara Er, gw takut dia kenapa napa gara gara gw" ucap Andita.
"Makanya lo tenang jangan nangis kayak gini oke" ucap Erina dan Andita berusaha menghentikan tangisannya.
Di kediaman Adijayaorang tua nathan sudah pergi dari ruang tamu dan memilih istirahat. "Eh nat dew kita keluar yuk" ajak Vino karna merasa bosan di rumah.
"Mau kemana?" jawab dewa.
"Terserah" jawab Vino malas.
"Eh kita ke cafe abadi aja yuk,, di situ bagus loh pemandangannya" ajak dewa.
"Ayo" jawab vino penuh semangat.
"Nat oke gak nih?" tanya dewa karna sedari tadi nathan diam.
"Gw ikut aja" jawab nathan. mereka bertiga berangkat menuju cafe abadi dengan posisi dewa yang menyetir vino di samping kemudi dan nathan sendirian di belakang.
Di cafe abadi ryan sedang menunggu ara dengan perasaan sangat bahagia karna primadona sekolah mengajaknya ketemu makanya dia sangat bahagia. ara yang baru masuk dan menyapu setiap sudut ruangan cafe dan terlihat di dekat pojok belakang ryan melambai kan tanganya kepada ara dan ara langsung menuju tempat yang telah di pesan oleh ryan.
"Hey" sapa ara dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Hey" jawab ryan.
"Udah lama dateng?" tanya ara.
"Eng... enggak gak terlalu lama kok" jawab ryan terbata bata karna grogi.
"Lo udah pesen makan?" tanya ara.
"Belum gw nungguin lo tadi" jawab ryan dengan senyum.
"Kalo kamu mau pesen pesen aja biar gw yang traktir lo malam ini" ucap ara dan langsung memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman, tak memerlukan waktu lama pelayan sudah datang dengan membawa nampan yang berisi makanan yang di pesan oleh mereka berdua dan mereka pun menyantap makanan yang di pesannya tadi.
erina dan andita belum menemukan ara mereka berdua sudah mengelilingi jakarta mencari keberadaan ara,, tapi mereka juga tidak menemukan ara. "apa kita minta tolong sama kak dewa aja ya er buat nolongin kita cari ara?" tanya Andita tapi Erina tidak mengubris pertanyaan dari Andita.
"Eh Dit bukannya mobil lo ada gps nya? dan itu nyambung ke hp lo kan?" tanya Erina.
"Oh iya Er gw lupa kalo mobil gw gps nya nyambung ke hp gw" jawab Andita sambil memukul jidatnya karna kebodohannya yang tidak memikirkan itu.
"Yaudah cepetan priksa dimana dia sekarang" ucap Erina. Andita pun langsung melihat di arah yang di tunjuk oleh gps nya tersebut.
"Ara di cafe abadi Er" ucap Andita. Erina pun langsung menancap gas dengan kecepatan tidak terlalu tinggi menuju cafe tersebut.
Nathan dewa dan Vino sudah sampai di cafe abadi dan memasuki cafe tersebut. di dekat pintu masuk mereka mencari meja kosong dan mereka menemukannya. meja tersebut terletak di pojok dekat jendela dan mereka bertiga pun duduk dewa memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman. tak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang.
Andita dan Erina sudah sampai di cafe tersebut dan sesegera mungkin mereka keluar dari mobil dan berpas pasan dengan novri. "eh mbak pelakor" ucap andita menyindir novri tapi novri tidak mengubris erina dan andita dia langsung masuk ke dalam cafe tersebut. Erina dan Andita juga ikut masuk ke dalam cafe mereka mencari keberadaan ara dan tiba tiba dia melihat dewa dan dewa juga melihat mereka.
"Hay" sapa dewa.
"Kalian ngapain di sini?" tanya dewa.
"Eh kak dewa kita lagi ada perlu" jawab Andita sedangkan Erina masih melihat sudut sudut cafe mencari keberadaan ara.
"Ara mana?" tanya dewa.
"Ara ada kok kak" jawab Andita.
"Siapa dew?" tanya vino.
"Oh iya er, dit kenalin ini Vino,, ini nathan,, nat Vin kenalin ini Erina, Ini Andita" ucap dewa memperkenalkan mereka.
Novri yang sedang mencari lia dan tidak menemukan keberadaan lia di dalam cafe tersebut dan dia mulai kesal "dimana sih lia" ucap novri kesal.
"Si novri tuh kaya nya" guman ara dengan senyum kecil.
"Oh iya ra kamu ngapain tumben tumbenan kamu ngajak aku ketemu" tanya ryan.
__ADS_1