Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gw janji bakal jagain dia


__ADS_3

"Kita kunci pintu ini?" tanya reza.


"Iya" jawab barqi.


"Trus gimana kuncinya?" tanya reza.


"Iya juga ya" jawab barqi.


"Bangunin aja si ara suruh dia kunci" saran reza.


"Lo gak kasian liat dia.....dia capek banget tuh kayaknya" ucap barqi. rezapun menatap ke arah ara dan berusaha berpikir apa yang ingin mereka lakukan.


"Kalo gak di kunci ntar dia kenapa napa.....kalo di kunci gimana kuncinya?" ucap reza.


"Gini aja lo jagain nyokap gw....biar gw aja yang nginep disini gimana?" saran barqi karna memang kontrakan mereka berdekatan dan barqi yakin reza bisa ngejagain ibunya.


"Yaudah deh....lo jangan macem macem sama ara.....awas aja lo macem macem sama dia gw potong leher lo" ancam reza.


"Iya gw gak bakal macem macem sama ara" ucap barqi meyakini reza.


"Yaudah gw pulang lo jagain mereka" perintah reza dan barqi hanya mengiyakan. rezapun langsung meninggalkan panti itu dan pulang ke kontrakannya sedangkan barqi menatapnya dan setelah itu dia mengunci pintu panti itu dan masuk lagi ke dalam panti itu.


Dia berjongkok di depan ara dia menatap lekat wajah ara. "Ra lo kenapa nyuruhin kita ngejagain nyokap bokab lo" gumannya sedih menatap ke arah ara.


"Kitakan jadi gak bisa jagain lo ra.....padahal yang sering baik sama kitakan lo ra bukan orang tua lo" gumannya lagi sambil mengingat ingat perkataan orang tua ara dulu yang pernah melabrak ara sedang bersama dengan barqi dan teman teman preman lainnya.


FLASH BACK ON


Ara belum pulang ke rumah karna dia ada urusan dan urusan itu adalah saat dia ingin ke panti dia berpapasan dengan barqi yang sedang mencoba mencari pertolongan dan kebetulan ara lewat di dekat kontrakan barqi dengan mengendarai mobil pribadinya.


Dia pun segera menghentikan mobilnya tepat di depan barqi. "Kenapa qi?" tanya ara dengan menyongolkan kepalanya keluar jendela mobil karna kaca jendela itu sudah ia buka.


"Ra tolongin gw" ucap barqi dengan wajah panik yang membuat ara langsung turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya ara yang ikut panik.


"Tolongin ibu gw ra.....dia abis jatuh dari toilet" ucap barqi dengan penuh kepanikan. dan tidak lama kemudian semua teman preman barqi yang sempat ara lawan waktu itu datang bersamaan karna mereka juga baru selesai mencari bantuan. barqi ingin memanggil ambulance tapi barqi tidak mempunyai ponsel begitupun dengan reza.


Karna memang hidup mereka memang kesusahan kontrakan yang mereka tempati saja sudah 8 bulan tidak di bayar dan untung pemilik kontrakan itu baik dan mau mengasih tempo waktu untuk mereka.


"Cepetan bawa ke mobil gw" perintah ara dan semua teman preman barqi pun langsung masuk dan menggendong ibu barqi masuk ke dalam mobil ara.


Selesai memasukkan ibu barqi dan mobil ara sudah melaju meninggalkan area tadi semua teman preman barqi pun mengikuti mobil ara dari belakang untuk mengawasi dan ada 2 orang dengan 1 motor yang membantu membuka jalanan supaya mobil ara bisa leluasa melaju tanpa macet.


Sesampai di rumah sakit ara langsung memarkir mobil miliknya di lobi rumah sakit itu dan barqi menggendong ibunya naik ke atas roling yang sempat di bawakan oleh petugas rumah sakit karna tadi 2 teman barqi sampai lebih awal disana dan segera menyuruh pegawai itu mengambil roling.


Petugas itu langsung membawa ibu barqi ke dalam ruangan. tapi barqi ingin menemani ibunya.


"Maap mas....mas bisa tunggu di luar" perintah salah seorang suster rumah sakit itu dan barqi mendengarkannya.


"Qi lo jangan panik" ucap ara yang memcoba menenangkan barqi.


"Lo berdoa buat ibu lo jangan panik gini" ucap ara dan tidak lama kemudian dokter yang memeriksa ibu barqi keluar dari ruangan itu.


"Dok gimana keadaan ibu saya dok?" tanya barqi panik dan langsung berdiri begitupun dengan semua orang yang duduk tadi.


"Pasien mengalami penyumbatan pembuluh darah di kepalanya dan harus segera di operasi jika tidak mungkin pasien tidak bisa di selamatkan" jelas dokter tadi.


"Biaya dari mana gw operasi ibu?" ucap barqi dalam hatinya.


Ara melihat jika barqi kebingungan dengan biaya operasi untuk ibunya. "Lakukan yang terbaik untuk ibu teman saya dok....berapapun itu saya akan bayar" ucap ara yang membuat semua teman teman barqi menoleh ke arahnya termasuk barqi.


"Baik akan kami usahakan yang terbaik" ucap dokter itu dan berlalu meninggalkan mereka.


"Ra lo srius?" tanya barqi sedikit tidak percaya.


"Keliatan dari tampang gw kalo gw becanda?" tanya ara dengan nada sedikit meninggi.

__ADS_1


"Makasih banget ra....gw makasih banget sama lo....nanti gw janji sama lo gw bakal ganti duit lo" ucap barqi sambil mencium tangan ara.


"Lepasin tua lo dari gw" bentak ara kepada barqi dan barqi pun langsung melepaskan tangan ara.


"Maap....gw janji sama lo ra gw bakal ganti duit lo" ucap barqi lagi.


"Ini dari orang tua gw.....terima kasih t sama allah.....ini uang juga buka punya gw....punya bokap" ucap ara.


"Ra gw makasih banget sama lo" ucap barqi sekali lagi.


"Ngomong sekali lagi gw gak jadi ini" ancam ara yang membuat barqi langsung diam.


"Gw ke sana" ucap ara dan berlalu meninggalkan semua orang yang berada di depan ruangan ibu barqi. Barqi menatap kepergian ara begitupun dengan teman temannya yang masih tidak percaya karna memang mereka jarang di bantu oleh orang dan bisa di katakan tidak pernah.


"Masih ada yang peduli sama orang susah kayak kita" ucap salah satu preman itu karna semua preman itu sudah tidak memiliki orang tua dan hanya barqi yang masih mempunyai orang tua itu sebabnya mereka sangat sayang dengan ibu barqi dan menganggap ibu barqi adalah ibu mereka. Mereka juga belum ada yang menikah kecuali reza karna tidak ada yang mau dengan mereka dan mereka juga berpikir jika menikah pasti biaya hidup bertambah belum lagi jika sudah mempunyai anak sedangkan mereka belum mempunyai pekerjaan tetap dan masih berkeliaran di jalanan.


"Iya......udah cantik baik lagi.....gw janji bakal jagain dia" ucap salah satu preman itu lagi karna ara sudah menyelamatkan orang tua barqi yang sudah mereka anggap orang tua mereka sendiri.


"Gw juga" ucap salah satu preman itu.


"Gw juga" ucap ardi.


"Gw juga bro" ucap barqi sambil melebarkan senyumnya sambil menatap ke arah ara yang berada di dekat kasir karna memang itu tidak terlalu jauh dari ruangan ibu barqi.


"Ada yang bisa saya bantu dek?" tanya suster itu karna melihat ara masih menggunakan pakaian sekolah.


"Pasien atas nama siti fatimah berapa biaya nya sus?" tanya ara.


"Sebentar saya cek dulu" ucap suster itu dan ara hanya mengangguk mengiyakan. suster itulun langsung mengecek berapa biaya operasi ibu barqi.


"25jt dek biayanya" ucap suster itu. dan ara langsung mengambil dompet miliknya dan mengambil kartu kredit yang di berikan oleh papinya dan memberi kartu itu kepada suster tadi.


"Ini sus" ucap ara sambil menyodorkan cradit card itu.

__ADS_1


__ADS_2