Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 11 #3


__ADS_3

"Kapan kau datang ke sini?" tanya Nathan karna dia takut sekali istri nya itu mendengar percakapan tadi.


"Sejak bunda bilang kau menghamili kak Delina" jawab Ara santai dengan melebarkan senyuman nya kepada Nathan.


"Dia tersenyum?" guman Vino yang heran saat melihat Ara tersenyum mendengar kabar Nathan yang menghamili Delina.


"Kau mendengar semuanya?" tanya Nathan lagi kepada sang istri.


"Hem" jawab Ara mengangguk mengiyakan nya dengan senyuman paksa baginya dan senyuman tulus bagi yang melihat nya.


"Kau tidak marah ra?" bisik Vino di telinga Ara karna dia sedari tadi menatap adik sambung nya itu hanya tersenyum.


"Untuk apa aku marah? aku yang menyuruh nya karna aku tidak bisa memberikan keturunan kepada nya" jawab Ara akan bisikan Vino itu dengan senyum yang mengembang meskipun hati nya sangat hancur tapi dia berusaha baik baik saja di depan orang yang ia cintai.


"Hah?" ucap Andre yang kaget mendengar pernyataan dari menantunya itu.


"Hem, Kalian jangan marah kepada kak Jo karna ini permintaan Ara" ucap Ara dengan melebarkan senyuman nya kepada seluruh orang yang ada di sana.


"Wanita ini" guman Delina yang tersentuh akan ucapan istri Nathan itu dan menatap dengan tatapan merasa bersalah.


"Aku tidak boleh masuk dalam perangkap nya" guman Delina yang mengira jika Ara menjebak dirinya supaya mengaku dan berbicara sejujur nya.


"Aku akan ke atas, Jaga anak mu itu" ucap Ara dengan melepaskan tangan sang suami yang memegang tangan nya itu dengan senyum yang melebar. Nathan tidak mencegah istri nya itu dan masih heran dan bingung akan sikap istri nya itu.


"Ara ke atas" pamit Ara kepada seluruh orang yang ada di sana dengan senyum yang melebar dan langsung menaiki lift menuju ke lantai tiga karna dia tidak kuat jika harus berjalan menaiki anak tangga yang cukup banyak itu.


Sesampai di atas Ara langsung masuk ke dalam kamar nya, Ara langsung mendudukkan tubuh nya di tepi ranjang yang ada di dalam kamar nya itu.

__ADS_1


Nathan ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Delina langsung menangkap tangan lelaki itu. "Nathan" panggil Delina dengan memegang tangan nathan yang ingin berlalu itu.


"Jangan menyentuhku" ketus Nathan dengan menatap datar ke arah Delina. Delina yang melihat tatapan tajam itupun langsung menurunkan tangan nya ke bawah dan Nathan pun langsung berlalu maniki anak tangga dan menuju ke kamar nya.


"Ibu akan menjaga mu" guman Ara dengan mengusap lembut perut nya yang masih datar itu.


Ara menurunkan tangan nya saat mendengar suara pintu terbuka dan menoleh ke arah jalan masuk ke dalam kamar menuju ranjang dan nampak lah Nathan yang datang. "Hey" sapa Ara dengan senyum yang melebar menatap sang suami, Nathan menatap lekat wajah sang istri yang sama sekali tidak menampakkan wajah sedih itu. Nathan berjalan ke arah sang suami dan mendudukkan tubuh nya di samping sang istri.


"Aku tidak menghamili Delina" ucap Nathan dengan wajah sedih nya menatap istri nya itu karna dia memang tidak pernah melakukan apa apa dengan Delina seingat nya. Ara menatap lekat wajah sang suami yang nampak sedih menatap nya itu, Ara ikut sedih menatap wajah suami nya itu dan rasa kecewa nya terhadap sang suami kembali timbul dan dia pun langsung membuang pandang nya dari wajah sang suami agar tidak menangis.


"Kau percaya bukan dengan ku?" tanya Nathan dengan memegang tangan istri nya itu dan menatap lekat wajah istri nya itu yang sama sekali tidak menatap nya.


"Sayang aku mohon kau percaya kepada ku" ucap Nathan lagi dengan air mata yang menetes beberapa tetes di wajah nya menandakan jika dia sangat sedih.


"Hey kau harus mengakui anak mu itu, Kau sebentar lagi akan menjadi ayah" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap sang suami.


"Tapi itu bukan anak ku, Aku tidak pernah merasa jika pernah berhubungan dengan nya" ucap Nathan yang berusaha meyakinkan sang istri dengan air mata yang kembali menetes.


"Hem" jawab Nathan mengngguk mengiyakan nya.


"Bertanggung jawablah dari pada kau masuk penjara" ucap Ara lagi dengan nada yang sangat lembut kepada sng suami.


"Aku tidak mau, Karna itu bukan anak ku" jawab Nathan dan menundukkan kepala nya tepat di atas tangan sang istri.


"Entah lah apa aku harus percaya atau tidak" guman Ara dengan menahan isakan nya itu dan memikirkan anak nya yang ada di dalam kandungan nya itu. Ara kembali melebarkan senyuman nya dan mengusap lembut kepala sang suami.


"Hey jangan menangis, Kau sudah besar dan sebentar lagi menjadi ayah untuk anak kak Delina jadi jangan menangis" ucap Ara dengan mengusap kepala suami nya itu.

__ADS_1


"Itu bukan anakku, Anak ku hanya darimu dari rahimmu" jawab Nathan dengan air mata yang kembali mengalir dan mencium perut datar sang istri yang sudah di isi oleh janin meskipun dia tidak tau. Ara kembali tersentuh saat sang suami mencium perut nya itu dan ingin sekali menangis saat ini.


"Hey bangun lah" ucap Ara dan membimbing suami nya itu untuk bangkit dan kembali duduk seperti semula. Nathan menuruti kemauan istri nya itu dan duduk berhadapan dengan nya dengan mata sedikit bengkak akibat menangis. Ara tersenyum melihat sang suami menangis karna dia tidak pernah melihat lelaki yang sudah menjadi suami.nya itu menangis.


"Kau harus mengakui nya dan kau tidak boleh bilang jika dia bukan anak mu Karna itu memang anak mu" ucap Ara dan mengusap lembut wajah sang suami yang sedikit basah itu. Nathan ingin menjawab perkataan istri nya itu tapi Ara yang sadar akan suami nya yang ingin menjawab perkataan nya pun langsung berbicara.


"Jangan membantah ucapan ku, Kau harus menerima anak mu, Dia juga akan menjadi anak ku kelak" ucap Ara dengan tangan yang masih mengusap wajah sang suami yang basah akibat menangis itu.


"Kau tidak akan meninggalkan ku bukan?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri. Ara menghentikan tangan nya yang sedang mengusap dahi sang suami itu dan menatap lekat wajah sang suami yang sedang menatap nya lekat itu.


"Aku tidak bisa berjanji" guman Ara dengan menatap lekat wajah sang suami.


"Sayang jawab lah pertanyaan ku, Kau tidak akan meninggalkan ku kan?" tanya Nathan lagi dengan menatap lekat sang istri yang hanya menatap nya dan tidak menjawab pertanyaan nya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


***Mohon maaf jika novel ini selalu ada konflik dan sedikit bahagia nya karna itu pemikiran author jika kalian ingin cerita ini sesuai espektasi kalian silahkan kalian buat novel sendiri, Waktu itu author tamatin novel ini banyak yang minta di terusin dan sekarang sudah author terusin tapi ada yang minta ending dan untuk reader setia author, Author sangat berterima kasih kepada kalian yang selalu setia dengan novel ini sampai novel ini berakhir.


Author sayang kalian🖤❤💚***


__ADS_2