Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Pengaruh alkohol


__ADS_3

"Ara" panggil ardi kepada ara. Ara mendongakkan pandangannya ke atas karna merasa ada yang memanggilnya.


"Papa" ucap ara langsung menghampiri ardi sambil melebarkan senyumannya dan memeluk tubuh ardi.


"Papa kenapa ninggalin ara sama papi teo mereka gak sayang sama ara" ucap ara dengan menggelayut di tubuh ardi.


"Sayang kamu apa apaan meluk dia" ucap wulan istri ardi karna memang ardi sudah mempunyai istri dan dia juga sudah bertaubat.


Ara menatap ke arah wulan. "Mama" panggil ara sambil memeluk wulan.


"Apaan sih lepas" bentak wulan kepada ara.


"Mama kenapa tinggalin ara? emang ara salah apa sama kalian?" tanya ara dengan memeluk tubuh wulan.


"Sayang dia siapa sih" tanya wulan kepada ardi karna memang wulan tidak tau ara itu siapa.


"Nanti aku jelasin" ucap ardi kepada wulan.


"Kalian jahat banget kenapa ninggalin ara...kalian udah gak sayang sama ara....yaudah ara pergi aja kalian juga gak suka sama ara" ucap ara dan berlalu pergi meninggalkan ardi dan juga wulan tanpa membayar alkohol yang sudah dia minum tadi dan tanpa membawa sepatu hils yang dia pakai.


"Ara" panggil ardi yang di tinggalkan oleh ara. Ara tidak memperdulikan ardi yang sedari tadi memanggilnya dia terus berjalan ntah kemana tujuannya. Dia sudah seperti orang gila tanpa menggunakan alas kaki dengan rambut yang acak acakan.


Ardi ingin menyusul ara karna dia takut jika ara kenapa napa. "Maap mas bayar dulu minumannya" ucap salah satu pelayan karna memang ara belum membayar minuman yang ia minum itu.


"Berapa mbak?" tanya ardi keada pelayan itu.


"230rb mas" jawab pelayan itu dan ardi langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu atm miliknya karna memang ardi sudah menjadi pengusaha kuliner dan itu juga berkat bantuan ara.


"Cepetan mbak" ucap ardi tergesa gesa karna dia takut kehilangan jejak ara.


"Ini mas" ucap pelayan itu dan ardi langsung menerima kartu atm miliknya itu dan memasukkan lagi ke dalam dompetnya.


"Sayang ayo" ajak ardi sambil menenteng hils milik ara. Wulan hanya mengikuti suaminya itu karna menurutnya itu bukan waktu yang tetap untuk meminta penjelasan dari sang suami.

__ADS_1


"Kemana ara?" tanya ardi karna dia tidak mendapat ara di sekeliling cafe itu.


"Mungkin dia udah pulang sayang" jawab wulan.


"Ara kalo dia udah mabuk pasti keluyuran sayang" ucap ardi kepada wulan karna memang jika ara sudah mabuk suka berkeluyuran dan yang sering menemukannya itu adalah teman teman premannya.


"Sayang perut aku sakit" ucap wulan karma memang wulan sedang mengandung dan mereka ke cafe itu untuk membeli makanan yang wulan inginkan.


"Yaudah ayo kita kerumah sakit sekarang" ajak ardi kepada wulan dan wulan hanya mengiyakan karna memang kandung wulan sudah hampir menginjak usia 9 bulan.


Ardi pun melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat untuk membawa istrinya karna dia takut terjadi apa apa terhadap anak dan juga istrinya itu.


****


Ara sedang berjalan di jalanan sendiri dan jalanan itu tidak terlalu ramai. "Kenapa" teriak ara dan kembali menangis.


"Haha semua orang gak ada yang sayang sama gw" teriak ara sambil terkekeh karna memang dia masih dalam pengaruh alkohol.


"Hahahah" ara terkekeh dan setelah itu dia menangis itulah yang dia lakukan sepanjang perjalanan dan itu persis seperti orang gila.


Nathan menghentikan mobilnya tepat di depan ara yang sedang bersimpuh sambil menundukkan kepalanya. "Ara" panggil nathan saat baru saja turun dari mobil tapi ara tidak menoleh nya maupun menjawab panggilan nathan dia masih terus menangis sejadi jadinya di sana.


"Haaaaa orang tua gw mana" ucap ara dengan nada meninggi sambil terisak.


"Hikks" ara terus terusan menangis dan itu membuat nathan semakin yakin jika itu adalah ara.


"Ara tenang" ucap nathan dan dia mencium bau alkohol yang sangat menyengat ketika dia mendekati ara.


Ara menatap ke arah nathan sedikit lama dan akhirnya dia merasa mual dan muntah di samping kirinya.


Huekkk....huekkk


Ara muntah mungkin karna dia memuntahkan apa yang ia minum tadi.

__ADS_1


Hikksss....hiskkk....


Ara kembali menangis sejadi jadinya. Nathan melihat kesedihan yang sedang di alami ara. Dia melihat tubuh ara sedikit terbuka dan dia melepaskan jas yang ia kenakan dan memakainya kepada ara dan ara tidak menolak kan itu karna dia juga merasakan kedinginan.


"Hikksss...hiksss" ara masih menangis saat nathan memasangkan jas di tubuhnya.


"Udah kamu gak usah sedih" ucap nathan dan langsung memeluk ara karna dia merasakan jika ara kedinginan.


"Hiksss....hikssss" ara masih menangis di pelukan nathan dia tidak membalas pelukan itu tapi dia menggenggam erat tangan nathan tapi itu tidak membuat nathan kesakitan ataupun terluka.


"Udah jangan nangis lagi" ucap nathan yang mencoba menenangkan ara dengan mengusap lembut kepala ara.


"Orang tua gw mana" tanya ara kepada nathan sambil mendongakkan kepalanya menatap nathan. Nathan tidak menjawab perkataan ara dia hanya menatap wajah sembab yang menatapnya itu dan itu membuatnya sangat sedih.


"Ayo kita pulang" ucap nathan kepada ara.


"Gw mau ketemu sama orang tua kandung gw" ucap ara kepada nathan.


"Iya besok kita cari orang tua kamu" ucap nathan yang mencoba membujuk dan mengajak ara meninggalkan tempat itu.


"Janji" ucap ara yang sudah sedikit sadar dari mabuknya sambil mengangkat jari kelingkingnya tanda perjanjian kepada nathan.


Nathan menatap lekat wajah ara yang sudah menutupi matanya dan hanya nampak sedikit bola mata ara karna memang mata ara sipit dan wajahnya juga sedikit blasteran.


"Iya janji" ucap nathan sambil menyatukan kelingkingnya di kelingking ara sambil melebarkan senyumnya.


"Makasih kak dewa" ucap ara sambil memeluk nathan. dan itu membuat jantung nathan ingin loncat dari tempatnya karna ara memeluknya dan dia juga sedikit tak suka akan ara yang merasa jika dewa lah yang sedang di depannya.


"Yaudah ayo kita pulang" ajak nathan kepada ara dan membimbing ara masuk ke dalam mobilnya. Ara tidak menolak itu dan ara mungkin juga sudah tidak takut lagi duduk di samping kemudi karna dia tidak menolak saat nathan memasukkannya ke kursi samping kemudi.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia sedikit bingung ingin membawa ara kemana jika dia membawa ara kepanti pasti orang panti akan terganggu dan di sana juga banyak anak kecil dan dia tidak ingin anak kecil juga ikut terganggu.


Jika ke rumah Erina takutnya Erina sedang beristirahat dan dia juga tidak enak kepada kedua orang tua Erina karna mengantarkan ara kerumah mereka dalam keadaan mabuk dan pastinya ara akan di kembalikan ke rumah teo dan juga windi dan nathan tau jika ara tidak mau lagi pulang kesana.

__ADS_1


Setelah berfikir lama dan ara juga sudah terlelap nathan memutuskan untuk membawa ara ke rumahnya dan dia juga sudah memikirkan konsekuensinya dan dia rela kena marah oleh ornag tuanya dari pada membiarkan ara berkeliaran di jalanan.


__ADS_2