Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Dongeng


__ADS_3

"Untuk aku?" tanya Nathan dengan membuka mulutnya berharap sang istri juga menyuapinya makanan sama seperti Rafael.


"Mau?" tanya Ara kepada sang suami. Nathan mengangguk mengiyakannya dan kembali membuka mulutnya dengan lebar. Ara menyuapi sang suami. Nathan menerimanya dengan senang hati dan senyum di wajah yang mengembang bahagia.


Setelah selesai menyuapi makan keponakan dan suaminya Ara meletakkan piring bekas makan itu di samping ranjang di atas lemari kecil. "Onty Onty" panggil Rafael. Ara menatap ke arahnya.


"Iya sayang?" ucap Ara dan kembali membenarkan posisi duduknya menghadap ke arah keponakannya itu.


"Ael mau denger dongeng Onty" jawab Rafael.


"Sekarang?" tanya Ara menatap Rafael. Nathan dan Rafael menganggukkan kepalanya bersamaan. Ara menatap heran akan suaminya itu.


"Pasti kamu kan yang bujuk Rafael buat di ceritain dongeng" ketus Ara dengan melototkan matanya kepada sang suami. Sedangkan Nathan dia hanya tersenyum melihat tingkah lucu sang istri.


"Iya" jawab Nathan dengan senyum mengembang nya.


"Onty ayo ceritain" rengek Rafael dengan bibir yang mengerucut menandakan bahwa dia merajuk.


"Iya iya" jawab Ara dan langsung mencari cari ponselnya yang tidak tau dimana letaknya dan dia mengambil ponsel milik sang suami dan mencari dongeng cinderella di google.


Ara mulai bercerita. Rafael membaringkan tubuhnya di samping Ara sedangkan Nathan dia membaringkan tubuhnya di samping sang istri sambil memeluk tubuh wanita itu dengan sangat manja awalnya Ara menolak tapi Rafael meminta menceritakan dongeng cepat dan terpaksa dia mengizinkan sang suami berbaring dengan memeluknya.


Ara menceritakan dongeng itu dengan lantang dan intonasinya dalam bercerita juga sangat bagus. Tangan Ara mengusap lembut kepala keponakannya itu sambil bercerita dan dia kadang juga menggunakan suara yang berbeda saat pemeran yang berbeda.


"Tamat" ucap Ara dan meletakkan ponsel sang suami di sampingnya karna cerita yang ia baca sudah habis. Ara menatap kedua lelaki yang sedang tertidur pulas di dekatnya itu dengan senyum yang mengembang sangat bahagia.

__ADS_1


"Udah tidur rupanya pantesan gak ada yang ngebacot lagi" ucap Ara karna sedari tadi antara Nathan dan Rafael pasti selalu berbicara saat Ara bercerita.


Ara melepaskan tangan sang suami yang berada di pinggangnya itu dengan sangat pelan karna takut sang suami terbangun dari tidur. Setelah melepaskan tangan suaminya Ara menatap kedua laki laki itu secara bergantian lalu menciumnya juga secara bergantian.


"Ara sayang sama kak Jo" bisik Ara mencium sang suami.


"Aunty sayang sama Ael" bisik Ara kepada Rafael tapi satupun dari mereka tidak terbangun. Ara memindahkan posisi Rafael dengn sangat pelan di samping Nathan dan setelah itu dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Rafael dan akhirnya diapun ikut tertidur.


Malam harinya


Tok..tok..tok


"Nyonya muda tuan" panggil bi Imah dari luar karna waktu sudah menunjuk waktu makan malam dan pemilik rumah belum juga keluar untuk sarapan.


"Ada apa bi?" tanya Vino yang baru saja pulang dan melihat bi Imah berdiri di depan kamar Nathan dan Ara.


"Biar saya saja yang memanggilnya" ucap Vino. Imah mengangguk mengiyakannya dan berpamitan untuk berlalu.


"Mungkin mereka masih ada urusan di dalam sayang" cegah Erina saat melihat Vino ingin membuka pintu kamar Nathan.


"Jika memang mereka ada urusan pasti ada sautan dari dalam sayang" jawab Vino.


Cklekk


Vino langsung membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu. "Nat" panggil Vino pelan sedangkan Erina dia mengikuti sang suami dari belakang.

__ADS_1


Vino membuka lebar lebar pintu kamar itu dan masuk lebih dalam lagi ke dalam kamar itu. Vino menuju ke dekat tempat tidur karna dia tidak melihat siapa siapa di ruang utama kamar itu dengan diikuti oleh Erina.


"Pantesan gak nyaut tidur rupanya" ucap Vino sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Ara dan Nathan tertidur dengan sama sama memeluk Rafael yang berada di antara mereka.


"Sayang bukannya mereka kayak keluarga kecil?" tanya Erina menatap lekat ke arah ranjang itu dengan senyum yang mengembang bahagia.


"Iya sayang nanti kita juga bakal kayak gini tunggu si dedek lahir ya kan sayang" ucap Vino sambil mengusap perut sang suami. Erina hanya tersenyum melihat tingkah sang suami.


"Sayangnya itu Rafael bukan anak mereka" jawab Erina menatap mereka bertiga.


"Mereka bakalan segera miliki anak sayang" ucap Vino.


"Amin" jawab Erina berharap dan sangat berharap.


"Yasudah ayo kita keluar" ajak Vino. Erina mengiyakannya dan langsung keluar diikuti oleh Vino.


"Bi...bibi simpan aja makanannya bi...nanti kalo ada yang lapar biar di angerin aja" ucap Vino.


"Baik tuan" jawab bi Imah.


"Oiya bi nanti kalo bi Kya cari Rafael bilang aja Rafael tidur sama Ara ya bi" ucap Erina yang yakin bahwa Kya akan menjemput Rafael.


"Baik nyonya" jawab bi Imah dan langsung berpamitan untuk berlalu. Vino dan Erina langsung masuk ke dalam kamar mereka dan mereka pun beristirahat.


Jam 21:46

__ADS_1


Kya dan Rizal baru saja kembali dari perjalanannya hari ini dan langsung ke rumah Nathan untuk menjemput anak mereka. "Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya pak Abi saat melihat mobil Rizal dan Kya terparkir dan mereka keluar dari mobil.


Jangan lupa mampir ke novel terbaru author "I HATE EVERYONE"


__ADS_2