Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Menangis dalam tidur


__ADS_3

Jam sudah menunjuk pukul 20:54 tapi Ara belum juga beranjak dari sana dan mata Natahn juga tidak henti hentinya memperhatikan istrinya itu.


Ara langsung menatap ke arah Nathan. Nathan yang melihat Ara memperhatikannya langsung berpura pura tidur. "Udah tidur dia?" guman Ara menatap lekat wajah Nathan dari atas ayunan itu dan akhirnya dia langsung berdiri dan berjalan menuju suaminya itu.


"Dia udah make salepnya?" guman Ara sambil melihat salap yang ada di atas lemari kecil di samping kasur itu. Ara langsung mencium bau salap itu dan setelah itu mencium bau tubuh Nathan untuk memastikan jika Nathan sudah mengenakan salap atau tidak.


"Gimana mau sembuh kalo gak di obatin" ketus Ara dan langsung menggosok salap itu di tangan Nathan dan setelah itu di punggung. senyum Nathan sedikit mengembang saat Ara menyentuh tubuhnya tapi dengan berusaha dia menyembunyikan senyuman itu supaya tidak di ketahui oleh istrinya itu.


Setelah selesai Ara kembali meletakkan salap itu di atas lemari kecil yang ada di samping tempat tidur itu dan kembali ke ayunan bulat di dekat televisi dengan membawa bantal. "Kenapa bawa bantal?" tanya Nathan dalam hati dan melihat Ara dari belakang.


Nathan hanya menatap Ara sampai sudah tengah malam tapi Ara belum kembali juga ke ranjang untuk beristirahat sampai sampai Nathan juga kantuk dan matanya ber air akibat menunggu Ara dan menguap berkali kali.

__ADS_1


Nathan langsung berdiri dan menghampiri istrinya itu. "Tidur rupanya" guman Nathan dengan senyum yang mengembang. Nathan mematikan televisi dan ingin menggendong istrinya itu untuk tidur di kasur.


"Hikssss.... hiiiikkkkssss" Ara menangis. Nathan yang mendengar itu langsung menatap lekat wajah yang sudah terkena air mata itu tapi dengan mata yang msih terpejam.


"Kamu kenapa?" tanya Nathan.


"Ara belum minta izin sama mama sama papa nikah sama Nathan....Hikssss.....Hikssss...." Ara kembali menangis dalam tidurnya dan merespon pertanyaan Nathan.


"Kamu mau kesana?" tanya Nathan.


Dia langsung merebahkan tubuh istrinya itu di atas ranjang dan setelah itu diapun ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya itus ambil memeluk wanita yang sudah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


"Itu alasan kamu nyuekin aku?" tanya Nathan yang berharap Ara menjawabnya lagi. tapi harapan Nathan itu tidak menjadi kenyataan Ara tidak menjawab perkataannya dan memeluk erat tubuhnya.


"Kakak udah janji gak bakal ninggalin Ara kan" ucap Ara dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"Iya" jawab Nathan sambil mengusap lembut pucuk kepala istrinya itu.


"Makasih kak Dewa" jawab Ara dan kembali terlelap mungkin dia mengigau.


"Kenapa sakit banget" guman Nathan saat mendengar Ara menyebut nama Dewa.


"pasti dia masih cinta sama Dewa" guman Nathan lagi dan memeluk erat wanita yang sangat ia cintai itu dan sekarang dia sudah menjadi istrinya.

__ADS_1


Nathan pun ikut terlelap di pelukan istrinya itu dan mereka berdua tertidur sambil memeluk satu sama lain.


Keesokan paginya Nathan terbangun terlebih dahulu dan saat dia bangun dari tidurnya dia langsung melihat wajah istrinya yang nampak seperti bayi jika tertidur. Dia menatap lekat wanita yang tertidur tepat di depannya itu sambil membelai rambutnya.


__ADS_2