Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 08 #3


__ADS_3

"Dari mana kau?" tanya Nathan datar kepada sang istri karna sedari tadi dia mencari sang istri tapi saat mencari sang istri dia biasa saja dan sekarang dia malah menunjukkan wajah datar saat Delina datang mungkin karna amarah nya dengan Delina makanya dia bersikap datar kepada istri nya itu.


"Aku dari mengantar paman dan bibi ke bandara" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap suami nya itu. Ara menoleh ke arah Delina yang sedang menatap nya itu.


"Siapa ini?" tanya Ara yang berpura pura tidak tau akan siapa Delina.


"Perkenalkan saya Delina" ucap Delina dengan menyodorkan tangan nya kepada Ara, Ara ingin menerima nya tapi dengan segera Nathan memegang tangan sebelah wanita itu.


"Lepaskan aku" ucap Ara dengan wajah kesal nya kepada suami nya itu.


"Masuk ke dalam" perintah Nathan kepada istri nya itu.


"Aku akan masuk setelah berkenalan dengan kakak ini" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap Delina.


"Tidak usah, Wanita ini tidak penting, Masuk" perintah Nathan lagi kepada istri nya dan melepaskan tangan wanita itu. Ara langsung berjabatan tangan dengan Delina.


"Ara" jawab Ara sambil melebarkan senyuman nya kepada Delina. Nathan langsung menarik kasar tangan sang istri hingga terlepas dari tangan Delina dan langsung menarik sang istri masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Delina. Nathan masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah.


"Nathan lepaskan" ucap Ara yang berusaha melepaskan tangan nya dari suami nya itu karna terasa sakit akibat Nathan yang menarik nya dengan kuat.


"Sudah aku bilang kau tidak usah berkenalan dengan wanita itu" bentak Nathan kepada istri nya itu, Dahi Ara mengerut saat mendengar bentakan yang keluar dari mulut suami nya itu.


"Kenapa kau marah? apa dia kekasihmu dan kau tidak mau aku tau?" tanya Ara dengan berdiri tegak menatap suami nya itu dengan mata yang melotot.


"Dia bukan kekasihku" jawab Nathan datar akan pertanyaan sang istri.


"Jadi kenapa kau marah saat aku berkenalan dengan nya?" tanya Ara lagi dengan menatap lekat sang suami.

__ADS_1


"Aku tidak menyukai nya makanya aku tidak boleh kau berkenalan dengan nya" jawab Nathan datar.


"Kenapa kau tidak menyukai nya? apa dia mantan kekasih mu atau kau pernah melakukan sesuatu kepada nya?" tanya Ara lagi dengan menatap lekat wajah sang suami. Nathan terdiam saat istri nya itu melontarkan pertanyaan seperti itu dan melihat ke sembarang arah.


"Kenapa kau hanya diam? apa kau benar memiliki hubungan dengan nya?" tanya Ara lagi dengan nada sedikit meninggi kepada sang suami.


"Aku tidak memiliki hubungan apa apa dengan nya" jawab Nathan tanpa menatap sang istri.


"Jika tidak kenapa kau melarangku berkenalan dengan nya hem?" tanya Ara lagi dengan menatap lekatbsuami nya itu.


"Tidak penting, Masuk lah ke dalam kamar dan bersihkan tubuh mu" jawab Nathan.


"Aku..." ucap Ara yang terpotong akibat kepala nya yang tiba tiba sakit. Nathan menoleh ke arah istri nya yang sedang memegang kepala itu.


"Kenapa?" tanya Nathan yang langsung hawatir akan sang istri.


"Lepaskan aku" ketus Ara dan menepis kasar tangan sang suami, Nathan tidak menanggapi nya lagi dan hanya melihat nya, Ara berjalan berlalu dari sana dan memasuki lift rumah itu dan menuju ke kamar nya.


"Pergi kau dari sini, Jangan menghubungi ku lagi dan jangan coba coba kau masuk ke keluarga ku" usir Nathan kepada Delina.


"Tapi Nat..." ucap Delina yang terpotong oleh Nathan yang sudah menutup pintu dan berlalu masuk ke dalam rumah.


Satu bulan kemudian.


Ara dan Nathan melewati hari hari dalam satu bulan itu tanpa ada konflik dan pikiran Ara juga tidak terlalu memikirkan masalah poto yang pernah ia lihat itu. "Kau mau kemana?" tanya Ara kepada sang suami.


Nathan yang sedang mengancing baju pun menoleh ke arah sang istri dan berjalan mendekat ke arah sang istri. "Aku ingin bekerja" jawab Nathan dan mencium pucuk kepala sang istri.

__ADS_1


"Kau tidak lelah bekerja selalu?" tanya Ara kepada sang suami karna suami nya itu selalu bekerja tanpa mengenal waktu.


"Aku tidak lelah, Aku bekerja juga untuk anak kita nanti" jawab Nathan dengan melebarkan senyuman nya kepada sang istri.


"Tapi aku belum hamil" jawab Ara dengan wajah kecewa nya.


"Kenapa memang nya jika kau belum hamil?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri dan tangan yang mengusap kepala istri kecil nya itu.


"Kau bisa mencari wanita lain untuk memiliki keturunan dengan nya" jawab Ara.


Dahi Nathan mengerut saat mendengar jawaban istri nya itu. "Apa maksud mu?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri.


"Kau harus menikah lagi dan jika perlu kau harus menceraikan ku" jawab Ara dengan menatap lekat sang suami.


"Kenapa aku harus menikah lagi dan menceraikan mu?" tanya Nathan.


"Karna aku tidak bisa memberimu keturunan dan...." ucap Ara yang langsung teringat kembali akan poto yang pernah ia lihat waktu itu.


"Kau bukan tidak bisa memberikan keturunan tapi kita hanya belum mendapatkan nya saja" jelas Nathan dengan mengusap lembut kepala sang istri dengan senyum yang melebar. Ara tidak menjawab dan hanya terdiam, Pikiran nya di penuhi oleh bayangan poto sang suami dengan Delina.


"Yasudah aku akan berangkat bekerja" ucap Nathan dan langsung mencium pucuk kepala sang istri dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana.


"Apa kabar wanita itu?" guman Ara yang teringat dengan Delina. Ara beranjak berdiri dan memilih untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.


Ara keluar dari kamar mandi. "Kepalaku pusing sekali" guman Ara yang sudah beberapa minggu ini selalu saja merasakan pusing kepala saat berjauhan dari suami nya. Ara berlari kembali ke dalam kamar mandi karna merasa mual dan dia pun muntah di dalam kamar mandi itu.


"Astaga ada apa dengan ku?" guman Ara dengan menatap bayangan wajah nya yang ada di kaca kamar mandi itu. Ara beranjak kembali keluar dari dalam kamar mandi itu dan mengenakan baju nya, Setelah itu dia langsung keluar dan menuju ke meja makan.

__ADS_1


"Bau sekali" ucap Ara saat berada di dekat Erina. Erina yang mendengar Ara yang mengatakan bau pun menoleh ke arah sahabat nya itu.


"Kau mengataiku bau?" tanya Erina dengan menatap lekat Ara karna dia tidak terima di katakan bau oleh Ara padahal dia sudah mandi dan mengenakan parfum.


__ADS_2