
"Kenapa?" tanya Vino kepada nathan tapi nathan tidak mengubris perkataan Vino dan dia menatap ara yang sedikit ketakutan di lantai 3.
"Kalian duluan aja....naik taxi" ucap nathan dan langsung turun dari mobil. Vino dan viona menatap bingung ke arah nathan karan tidak biasanya dia menyuruh mereka naik taxi dan tidak bersama pulang ke kantor.
"Kamu pulang ke rumah kamu aja....naik taxi" ucap Vino kepada viona dan menghentikan 1 taxi untuk di tumpangi viona. Mobil taxi yang membawa viona sudah melaju menuju rumah viona.
Vino menyusul nathan ke lantai atas karna Vino juga ingin berlama lama dan dia juga belum mendapatkan apa yang dia ingin kan dari ara.
Nathan sudah sampai di lantai tiga dia melihat ara sedikit ketakutan dan menundukkan pandangnya. Nathan ingin mengejutkan ara dengan mengagetkan ara.
"Gw kerjain aja kali" guman nathan dan berjalan menghampiri ara dengan mengendap endap.
Bulu kuduk ara merinding seperti ada sesuatu di dekatnya. Dia semakin ketakutan karna memang itu kelemahan ara dari dulu yaitu takut akan hal hal berbau mistis. Nathan memegang bahu ara dan itu membuat ara sangat terkejut dan takut.
Dia mengalihkan pandangnya dan memberanikan diri untuk menatap ke belakang mungkin amel atau elin yang memegang bahunya pikir ara.
"Aaaaaaa" teriak ara sekencang kencang mungkin saat dia menatap ke belakang karna dia sangat takut karna dia melihat orang menggunakan pakaian putih dan itu menutup kepala orang itu.
Tubuh ara gemetaran hebat karna dia sangat takut. Dia menundukkan pandangnya dan meletakkan kepalanya di antara kedua lututnya. "Kak dewa tolongin ara" ucap ara dengan suara ketakutan.
"Hahahah" nathan tertawa menang karna dia berhasil menakuti ara dengan menutupkan kepalanya menggunakan jas praktek ara yang tadi sempat ia ambil dari Vino. Karna ara melempar jas itu kepada vino dan vino mengambilnya.
Ara tidak berani menatap ke depan lagi dia masih menundukkan kepalanya dengan tubuh yang masih bergetar. "Kak dewa" ucap ara lagi yang menghentikan tawa nathan.
"Kamu beneran takut?" tanya nathan yang melihat tubuh ara gemetaran.
"Kak dewa" ucapnya lagi yang membuat nathan membungkukkan tubuhnya dan berjongkok di depan ara.
"Maapin aku....aku gak tau kalo kamu beneran takut" ucap nathan tapi ara tidak menanggapinya karna dia masih ketakutan.
"Kak dewa" ucap ara lagi dengan wajah yang penuh dengan keringat dingin akibat ketakutan.
"Kamu jangan takut" ucap nathan yang mencoba menenangkan ara yang masih ketakutan.
"Kak dewa" ucapnya lagi.
"Maapin aku udah gak usah takut" ucap nathan dengan memegang bahu ara dan mencoba melihat wajah ara.
Ara mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap apa yang ada di depannya. "Gw takut" ucap ara yang sudah menatap lekat wajah nathan.
__ADS_1
"Udah gak usah takut....ada aku" ucap nathan dan memeluk tubuh mungil ara dan ara tidak menolah itu.
"Gw beneran takut" ucap ara dengan tubuh yang masih bergetar hebat dan nathan bisa merasakan getaran tubuh ara karna ara ada di dalam pelukannya.
"Udah gak usah takut maapin aku" ucap nathan sambil mengelus elus lembut kepala ara.
Vino yang baru saja sampai di lantai tiga kaget melihat nathan dan ara berpelukan karna memang nathan tidak pernah memeluk wanita kecuali bunda nya. "Nathan beneran suka sama si ara" guman Vino sambil melebarkan senyumnya dan menghampiri nathan dan juga ara.
"Nat" panggil Vino yang membuat nathan menoleh ke arahnya.
"Diam" gerak bibir nathan tanpa suara yang di ketahui oleh alfin.
Vino hanya dia karna sudah di suruh nathan untuk diam. "Gw takut" ucap ara lagi dengan mengeratkan pelukannya kepada nathan.
"Ada aku" jawab nathan yang tidak menolak pelukan ara. Ara tidak menjawab perkataan nathan dan dia kembali memeluk erat tubuh nathan.
"Yaudah ayo kita pulang" ajak nathan kepada ara.
"Buku gw" ucap ara kepada nathan dan mereka pun pergis ke kelas ara untuk mengambil alat belajar ara dan juga Andita, Erina karna mereka berdua belum juga kembali ke sekolah.
"Yaudah ayo....aku antar kamu" ajak nathan kepada ara.
"Ra maapin kita telat....soalnya tadi ngantrinya panjang banget" ucap Andita sedikit ngos ngosan begitupun dengan Erina karna mereka tidak membawa mobil. Ara segera melepaskan tangannya dark tubuh nathan dan memarahi kedua sahabatnya itu.
"Maapin kita" jawab Erina.
"Yaudah ayo kita pulang" ajak ara kepada kedua sahabatnya itu.
"Naik apa? gw gak bawa mobil" ucap Andita kepada ara.
"Ikut kita aja" ucap nathan kepada ara dan temannya.
"Kita bisa naik angkot" tolak ara.
"Yaudah ayok kak" ajak Andita yang menerima tawaran nathan karna memang Andita juga tertarik akan ketampanan nathan.
"Udah kita naik angkot aja" ucap ara kepada Andita. Sedangkan Vino menatap ke arah Erina dengan mata yang berbinar binar.
"Lo aja sana gw mau sama kak nathan" ucap Andita kepada ara.
__ADS_1
"Yaudah gw pergi dulu anterin temen gw sampe ke rumah ya" ucap ara dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Dih baperan.....ayo lah kita ikut mereka aja" ucap Andita dengan memegang tangan ara dan menghentikan jalan ara.
"Gw kan udah bilang gw mau naik angkot" ucap ara.
"Yaudah iya kita naik taxi....kerumah gw tapi" ucap Andita kepada ara.
"Gw mau langsung pulang" ucap ara dan ingin berlalu.
"Emang lo tinggal dimana?" tanya Erina kepada ara yang membuat ara menoleh ke arah nathan begitupun dengan nathan dia menoleh ke arah ara.
"Gw tinggal di panti" jawab ara malas kepada Erina.
"Kenapa tinggal di panti?" tanya Andita yang belum tau masalah ara.
Ara tidak menjawab perkataan Andita dan dia memilih untuk pergi meninggalkan mereka. Erina dan Andita pun mengikuti ara yang sudah jauh dari mereka. Nathan dan alfin pun mengikuti mereka.
Dritttt...driiitttt....
Ponsel ara berdering menandakan ada yang menghubunginya dan itu membuatnya mengehentikan langkahnya dan mengambil ponselnya di dalam tasnya.
"Sheyla" nama yang tertera di ponsel ara. Ara langsung menggeser tombol berwarna hijau ke samping.
"Kenapa lagi?" tanya ara saat telpon dari sheyla sudah dia angkat.
"Nanti malem ke hotel C" ucap sheyla.
"Ngapain?" tanya ara datar.
"Acara lamaran gw sana fikri di adain di sana" jawab sheyla di sebrang telpon.
"Trus?" tanya ara kepada sheyla.
"Lo harus dateng" jawab sheyla.
"Gak" jawab ara ketus.
"Pokoknya gw gak mau tau lo harus dateng" perintah sheyla dan langsung mematikan telponnya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Erina yang melihat ara berhenti tapi dia tidak mendengar percakapan ara dan sheyla.
"Nanti malem gw di suruh sheyla dateng ke cafe C" jawab ara. Nathan dan Vino baru saja sampai di dekat mereka pun bisa mendengar.