
"Hah Barqi dapet biaya siswa?" tanya Reza heran karna memang Barqi belum memberitahu siapapun masalah biaya siswanya dan Ara lah teman sekaligus keluarganya yang terlebih dahulu mengetahui tentang biaya siswanya.
"Iya" jawab Ara sangat kegirangan.
"Mana Barqi nak?" tanya Fatimah kepada Ara.
"Dia lagi belajar di atas" jawab Ara dengan senyum yang masing mengembang bahagia. Ara berjalan ke dekat kulkas yang ada di panti itu karna dia merasa sedikit kelelahan akibat meloncat loncat dan kegirangan seperti tadi.
****
Di kediaman Adijaya Nathan masuk ke dalam kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. "Maafin aku sayang" ucap Nathan sedari tadi karna dia masih merasa bersalah kepada sang istri.
"Nathan" panggil Nita yang sudah berada di dalam kamarnya. Nathan langsung duduk dari tidurnya dan menatap sang ibu.
"Iya bunda" jawab Nathan lemas karna dia masih memikirkan sang istri.
__ADS_1
"Dimana Ara?" tanya Nita karna memang tadi saat masuk ke dalam kamar Nathan tidak memperdulikan kedua orang tuanya karna fikirannya masih memikirkan sang istri dan Amel dan Vino lah yang mengatakan bahwa Ara berada di panti kepada Nita dan juga Andre.
"Dia di panti bun" jawab Nathan.
"Kenapa dia disana?" tanya Nita dan langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping ranjang itu dan menatap anak kesayangannya itu.
"Kata Erina dia kangen panti" jawab Nathan. Nita mengambil album yang di lempar oleh Nathan tadi dan melihat apa isi di dalam itu sampai membuat Ara keluar tanpa alas dan langsung terdemam.
"Pantesan Ara marah banget" ucap Nita saat menyingkap nyingkap lembaran album yang berisi poto poto Ara dan kedua orang tuanya.
"Wajar kamu marah sama dia nak....tapi kamu gak wajar semarah tadi sama dia" jawab Nita yang masih menatap poto yang ada di dalam album milik sang menantu.
"Kamu tau gak?" tanya Nita. Nathan menggelengkan kepalanya.
"Ara itu gak pernah di bentak sampai kayak tadi dan tadi abis di bentak sama kamu tubuhnya gemetaran" jelas Nita karna memang setaunya Ara tidak pernah di marahi seperti tadi dn Nathan lah manusia pertama yang memarahi Ara seperti tadi.
__ADS_1
"Nathan nyesal bun" ucap Nathan langsung memeluk sang ibu dengan air mata yang menetes saat mengingat wanita yang ia cintai itu.
"Kamu bujuk Ara...Ara itu hatinya lembut makanya tubuhnya bisa gemetaran kayak tadi" jelas Nita. Nathan memang pernah berfikir seperti itu tentang wanitanya yang selalu lembut akan yang lebih tua dan selalu kasar kepada orang yang di sayangi nya jika orang itu seumuran dengannya.
"Coba kamu liat ini......ini poto kamu sama dia" ucap Nita sambil menunjukkan poto Ara dan Nathan saat kecil. Nathan melihat poto itu dan benar saja lumayan banyak potonya dan juga sang istri di dalam itu.
Nita sudah mengetahui jika Nathan sudah tau tentang masa lalunya dengan Ara karna waktu itu Nathan pernah menanyakan nya kepada Nita saat Ara mabuk waktu itu.
"Kamu bujuk dia suruh dia pulang" ucap Nita.
"Nanti kalo dia gak mau dimana bun?" tanya Nathan.
"Ara pasti mau kalo orang yang dia sayang ngebujuk dia" jawab Nita. Nathan berfikir panjang.
"Ara itu orangnya keras kepala nak tapi dia bakal nurut sama orang yang selalu sayang dan selalu merhatiin dia" jelas Nita yang sudah sangat mengetahui watak seorang Ara riyanti.
__ADS_1