Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Lanjutin


__ADS_3

Ara nampak menatap langit langit kamar nya itu dengan pikiran yang di penuhi oleh ucapan sang suami. "Apa ini bakal baik baik aja?" guman Ara.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Nathan dengan memeluk tubuh sang istri.


"Aku gak lagi mikirin apa apa" jawab Ara dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang sang suami. Nathan mengusap lembut punggung sang istri sambil memejamkan matanya dan akhir nya mereka pun tertidur dengan memeluk sati sama lain.


Keesokan pagi nya


Nathan terbangun terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat nya tanpa membangunkan sang istri karna dia tau sang istri tidak bisa sholat. Ara yang merasa kan gelombng kasur pun terbangun dari dan melihat Nathan yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Mau kemana?" tanya Ara saat sang suami sudah keluar dari kamar mandi dengan mata yang masih nampak mengantuk.


"Aku mau sholat bentar, Lanjutin aja tidur kamu" ucap Nathan dengan senyum yang mengembang menatap wanita nya itu. Ara tidak menjawab nya dan kembali tertidur. Nathan tersenyum melihat sang istri dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam ruang ganti untuk sholat subuh dan dia tidak berjamaah.


Setelah selesai sholat dan berdoa Nathan membereskan sejadah dan juga alat sholat lainnya dan kembali ke dekat sang istri yang masih tertidur lelap. "Sayang" ucap Nathan sambil mengusap lembut kepala sang istri. Ara membuka matanya pelan dan menatap sang suami.


"Sudah selesai?" tanya Ara kepada sang suami. Nathan mengangguk mengiyakannya. Ara langsung merengkuh leher sang suami sampai wajah suami nya itu di dekat wajah nya.


"Hey ada apa?" tanya Nathan kepada sang istri. Ara membuka matanya dengan sempurna dan menatap cipataan tuhan yang sangat indah di hadapannya itu. Ara langsung mencium bibir sang suami dengan sangat lembut dan membuat Nathan kaget tapi dia segera membalas ciuman itu.


"Aku sungguh mencintai mu" ucap Ara dan melepaskan ciumannya itu dan memeluk erat tubuh lelaki nya itu.


"Aku juga mencintai mu" jawab Nathan dan membalas pelukan sang istri. Ara merasakan darah menstruasi nya mengalir deras dan dengan segera dia mendorong tubuh Nathan. Nathan heran akan sang istri yang mendorongnya itu.


"Ada apa?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Aku ingin mandi" jawab Ara dan ingin berlalu tapi Nathan menarik tangannya.

__ADS_1


"Nanti saja" ucap Nathan.


"Bukannya bunda sama ayah hari ini ke amerika?" tanya Ara. Nathan mengangguk mengiyakannya.


"Kita harus mengatarkan mereka" jawab Ara dan melepaskan pegangan sang suami dari nya.


"pak Abi bisa mengantar mereka" ucap Nathan.


"Tapi aku mau ikut ngantarin bunda sama ayah nanti dan bukannya kamu bekerja hari ini?" tanya Ara. Nathan baru ingat jika dia hari ini bekerja di kantor.


"Duluan aja" jawab Nathan dan melepaskan pegangan sang istri. Ara langsung berlalu dan terlebih dahulu masuk ke dalam ruang ganti dan setelah itu masuk ke dalam kamar mandi sedang kan Nathan dia menatap sang istri.


"Kamu pasti memiliki alasan lain bukan?" guman Nathan yang merasa jika sang istri menyembunyikan sesuatu dari nya.


Beberapa saat Ara mandi akhirnya dia selesai mandi. Ara keluar dari dalam kamar mandi dan tidak mendapati sang suami di sekitar kamar itu Ara memilih untuk menuju ke ruang ganti. "Di mana dia?" guman Ara yang tidak menemukan suami di dalam ruang ganti.


Ara turun ke bawah dengan berjalan pelan dan sudah siap untuk mengantar mertuanya itu. Ara melihat sang suami yang mengenakan baju handuk keluar dari kamar sebelah kamar mereka. "Kamu dari mana?" tanya Ara keran dengan sang suami.


"Aku baru selesai mandi" jawab Nathan dengan melebarkan senyuman nya dan menatap kagum akan sang istri yang nampak sangat cantik itu.


"Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Ara kepada sang suami.


"Kamu nampak sangat cantik dan dewasa mengenakan pakaian seperti ini" jawab Nathan dengan mencium wajah sang istri yang hanya di polesi bedak bayi itu.


"Kamu baru tau jika istri kamu ini cantik?" tanya Ara dengan membanggakan diri.


"Sudah lama aku mengetahui nya" jawab Nathan dengan mengacak rambut sang istri.

__ADS_1


"Hey aku susah susah membenarkan nya kamu enak saja memberantakkan nya" ketus Ara dengan menepis tangan sang suami. Nathan tersenyum melihat sang istri yang sedang marah itu.


"Yaudah tunggu aku di bawah" ucap Nathan dengan mengecup dahi sang istri dan berlalu masuk ke dalam kamar mereka untuk mengenakan pakaian.


Ara yang melihat sang suami sudah masuk ke dalam kamar pun berlalu ke bawah untuk menemui mertuanya. "Pagi bunda, Ayah" sapa Ara saat melihat mertuanya sudah duduk di kursi makan.


"Pagi anak bunda" jawab Nita semangat dengan senyum yang melebar dan diapun juga sudah siap begitupun dengan Andre.


"Mana Nathan nak?" tanya Andre kapada Ara.


"Masih ganti baju di atas yah" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya menghadap ke arah papa mertuanya itu. Tidak lama kemudian Nathan pun turun dari atas dan menyapa semua orang yang ada di meja makan itu dan ikut menyantap makanan dan dia duduk di samping sang istri.


Setelah selesai makan mereka menuju ke lantai satu paling bawah dengan pak Abi memabwa koper milik Andre dan juga Nita. "Kalian tunggu di rumah aja seharusnya nak" ucap Nita kepada Ara.


"Gapapa bunda sekalian Ara mau ke rumah sakit kak Jo mau ke kantor" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Ayo masuk" ucap Nathan dan masuk ke dalam mobil di bagian setir karna dia membawa mobil sendiri ke kantor nanti dan dia juga harus mengantar sang istri. Semuanya masuk ke dalam mobil dengan posisi Ara di samping Nathan sedangkan Nita dan Andre mereka di belakang.


Saat sudah siap Nathan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke bandara untuk mengantar ibu dan mertuanya itu. "Nathan nanti jaga perusahaan di sini ya nak" ucap Andre.


"Iya yah" jawab Natahn tanpa menatap ayahnya itu karna fokus akan kemudi. Beberapa saat menempuh jalan yang tidak terlalu macet akhirnya mereka pun sampai di bandara. Nathan membantu mengeluarkan koper milik kedua orang tuanya itu.


"Kalian jaga diri baik baik ya nak" ucap Nita sambil mengecup dahi anak dan menantunya itu secara bergantian.


"Bunda sama ayah hati hati nanti kalo udah sampe kabarin kita" jawab Ara. Nita dan Andre mengangguk mengiyakannya.


"Yaudah bunda sama ayah berangkat ya nak" ucap Andre. Ara dan Nathan mengangguk mengiyakannya dan langsung berlalu masuk.

__ADS_1


Ara dan Nathan yang sudah tidak lagi melihat Andre dan Nita pun langsung keluar dari bandara itu dan berjalan menuju ke arah mobil dan Ara lah yang terlebih dahulu masuk karna dia ingin menemui Amel dan anaknya.


__ADS_2