
Keesokan paginya
Ara terlebih dahulu bangun dari pada sang suami karna dia ingin ke kamar mandi. "Lega abis buang air kecil" ucap Ara dengan mengenakan baju handuk miliknya yang di letak di samping ranjang sejak kemarin malam.
Ara menatap sang suami yang masih terlelap itu dan diapun menghampiri sang suami. Ara menaiki ranjang itu dengan pelan sekali. "Hey pria bangunlah" ketus Ara mencoba membngun sang suami.
Nathan membuka matanya dan langsung melihat wajah sang istri yang sudah berada dteat di depan wajahnya. "Ada apa wanita?" tanya Nathan dengan senyum yang mengembang saat melihat sang istri.
"Bangun lah aku mau ngebersihin sprei ini" jawab Ara dan berusaha menyingkirkan tubuh kekar sang suami tapi itu tidak berhasil karna Nathan yang tidak mau beranjak dari sana.
"Aku masih ngantuk" jawab Nathan dan kembali memejamkan matanya.
"Hey kamu ini bos kenapa kamu malah malas kayak gini hah?" ketus Ara. Nathan langsung membuka sebelah matanya menatap wajah sang istri yang selalu mudah emosi itu.
"Ayo lah nat bangun" ucap Nathan yang ingin menarik sprei yang di tindih oleh Nathan tapi itu percuma karna Nathan tidak mau bergerak sama sekali.
"Aku masih mau yang semalam" ucap Nathan tanpa membuka matanya.
"Kau mau ngebnuh istri mu hah?" teriak Ara. Nathan dengan segera ******* mulut sang istri.
"Eemmmm" ucap Ara berusaha melepaskan ciuman itu dengan memukul mukul dada bidang sang suami tapi Nathan tidak memperdulikannya dan memindahkan tubuh sang istri menjadi di bawahnya.
"Nat" rengek Ara dengan wajah memelas nya berharap sang suami tidak melakukannya lagi.
"Sebentar saja" jawab Nathan dan langsung melanjutkan aksinya. Ara yang awalnya menolak pun terbawa suasana dan menikmati perlakuan Nathan yang sangat lembut kepadanya itu.
Satu jam sudah berlalu tapi Nathan belum juga menghentikan aktifitas nya itu. "Hey.....kamu bilang cuma sebentar" ucap Ara yang merasa kelelahan akibat ulah sang suami.
"Sebentar lagi sayang" ucap Nathan dan mempercepat gerakannya dan akhirnya diapun sampai begitupun dengan Ara.
"Dasar pria" ketus Ara menatap tak suka ke arah sang suami dengan nafas sedikit ngos ngosan dan tubuh yang berkeringat.
__ADS_1
"Kenapa sayang? kamu masih mau?" tanya Nathan kembali menggoda sang istri dengan nafas yang tidak kalah ngos ngosan dengan keringat yang tak kalah banyak dari sang istri.
"Kamu mau ngebunuh aku?" ketus Ara dengan melototkan kedua bola matanya dan langsung mengambil baju handuk yang di lempar oleh sang suami dan langsung masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Nathan hanya terkekeh melihat tingkah sang istri yang selalu menggemaskan menurutnya.
Setelah selesai mandi Ara langsung masuk ke dalam ruang ganti dengan sedikit bergegas karna dia sangat terlambat untuk berangkat ke toko. Ara mengenakan baju hitam,,,,rok pendek hitam dan sepatu pentopel dengan hak yang tidak terlalu tinggi yang menjadi favoritnya dengan tas hitam yang senada dengan pakaiannya.
Ara langsung keluar dari ruang ganti dan masih melihat sang suami yang masih berada di atas ranjang. "Tungguin aku" ucap Nathan dan langsung turun dari atas ranjang.
"Aku udah telat.....kamu jangan lupa makan nanti minta sama bibi....aku berangkat" ucap Ara dan mencium sekilas bibir sang suami dan langsung berlalu dengan setengah berlari.
Ara berlari dan terlebih dahulu menuju ke dekat nenek yang berjualan kripik. "Nek" sapa Ara saat sudah sampai di dekat nenek itu dan melihat nenek itu sudah bersiap siap untuk pulang.
"Nak" sapa balik sang nenek.
"Saya Ara nek" ucap Ara membungkukkan sedikit tubuhnya.
"Nama nenek siapa?" tanya Ara yang belum mengetahui nama nenek itu.
"Nenek kenapa udah beres beres?" tanya Ara.
"Dagangan nenek udah abis nak makanya nenek beresin ini" jawab Rustin.
"Yah...kan Ara belum dapet" ucap Ara dengan bibir manyunnya dan dia sedikit kecewa.
"Ini juga berkat kamu nak....tadi katanya mereka yang beli kripik nenek tau dari kamu sama Nathan kalo gak salah" jawab Rustin yang belum mengetahui siapa itu Nathan.
"Dia pria yang kemarin sama Ara nek" jawab Ara dengan melebarkan senyumannya.
"Yaudah nek Ara berangkat kerja dulu....besok besok bawa yang banyak kripiknya ya nek" ucap Ara dan langsung berlalu sedangkan Rustin hanya menatapnya dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Ara sudah sampai di toko. "Pagi" ucap Ara dengan sedikit ngos ngosan akibat berlari.
"Dari mana aja lo?" tanya Andita yang masuk bekerja hari ini.
"Kesiangan" jawab Ara berbohong dengan menyengir kuda menghadap ke Andita. Andita tidak menjawab dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya dan Arapun langsung mengambil celemek dan langsung bekerja.
"Ya allah capek banget" ucap Ara dan langsung duduk di kursi sofa dengan tangan yang masih mengenakan sarung tangan yang penuh dengan tanah.
Ting
Ponsel Ara berbunyi dan diapun langsung mengambil ponselnya yang ada di saku roknya itu dan melihat pesan masuk dari sang suami.
"Lagi ngapain?" isi pesan dari Nathan.
"Kerja😑" balas Ara dengan emoji malas. Nathan terkekeh melihat emoji yang di kirim oleh sang istri.
"Kamu marah sama aku?" balas Nathan.
"Nooo" balas Ara singkat. Nathan kembali terkekeh dan matanya menatap sang istri dari balik layar laptopnya itu dan melihat sang istri yang sedang duduk.
"Dasar pria" ketus Ara. Nathan kembali terkekeh karna dia sudah memasangkan cctv yang bisa mendengarkan suara.
"Kenapa gak belas lagi?" ucap Ara kesal. Nathan kembali terkekeh mendengar ucapan sang istri.
"Kamu mau aku ngebalas pesan kamu?" isi pesan dari Nathan.
"Dari mana dia tau?" tanya Ara kepada siri sendiri.
"Nooooooooooo" balas Ara dengan banyak sekali O.
"Yaudah aku gak bakal balas pesan nya lagi" balas Nathan dan kembali menatap sang istri dari layar laptop itu.
__ADS_1
"Kita tunggu aja Ara....apa dia sanggup gak ngirim pesan ke lo?" ucap Ara dengan senyum yang mengembang.
"Ayo kita lihat siapa yang kalah" ucap Nathan dengan senyum yang mengembang melihat dan mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut sang istri.