Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gw gak suka di kasihanin


__ADS_3

"Beneran nih dok?" tanya ara dan aldi hanya mengangguk mengiyakan.


"Makasih" ucap ara sambil melebarkan senyumannya ke arah aldi. Ara langsung ingin mendudukkan tubuhnya di samping nathan dan hendak makan tapi selang infus itu tidak sampai untuk tangannya terletak di dekat kursi ataupun di dekat pahanya.


"Yah gak sampe lagi" ucap ara dan langsung berdiri lagi dan meminta tolong kepada nathan untuk melepaskan infus di tangannya.


"Tolong lepasin dong nat" pinta ara kepada nathan sambil menyodorkan tangannya.


"Kemaren lo bisa ngelepasin sendiri trus sekarang kenapa gak bisa?" tanya nathan.


"Kemaren di bantuin bibi" ucap ara sedikit kesal. tapi nathan tidak menjawab perkataanya dan ingin menolong ara untuk melepaskan infus dari tanganya. tapi tiba tiba aldi melarang nathan untuk melepaskan infus itu.


"Jangan" ucap aldi yang mengurungkan niat nathan untuk melepaskan infus ara.


"Bentar aja dok......saya laper banget ini" ucap ara dan nathan kembali ingin melepaskan infus dari tangan ara.


"Jangan di lepas......itu kan asupan tambahan buat pasien" jelas aldi.


"Tapi kan saya mau makan dok" bantah ara. nathan yang tadi hendak melepaskan infus dari tangan ara langsung mengurungkan niatnya setelah mendengar perkataan dari aldi.


"Udah lo gak usah ngebantah.....lo duduk di tempat tidur aja.....biar gw yang suapin" ucap nathan dan ara langsung mengiyakan perkataan nathan. dia sudah terlihat duduk di ranjang rumah sakit itu dengan di bantu oleh aldi untuk meletakkan infus dan membenarkan posisi infus itu.


Nathan sudah mengambil makanan yang terletak di atas meja tadi dan dia berjalan menuju ke arah ranjang ara. dia mendudukkan tubuhnya di ranjang yang sama dengan ara dan mulai menyuapi ara untuk makan. Aldi hanya menatap nathan yang sedang menyuapi ara makan dengan tatapan penuh tanya akan siapa nathan.


"Dia pacarnya?" gumannya dalam hati sambil melirik ke arah nathan dan juga ara secara bergantian. Ara yang merasa jika aldi sedari tadi memperhatikannya sedikit tidak nyaman akan itu.


"Dokter kenapa?" tanya ara kepada aldi yang membuat nathan ikut menoleh ke arah aldi.


"Saya gakpapa" jawab aldi sambil melebarkan senyumnya.


"Bukan saya GR n dok....tapi saya rasa dokter dari tadi ngeliat saya makan dan itu buat saya sedikit gak nyaman dok kalo ada orang ngeliatin saya makan" jelas ara kepada aldi dengan nada sopan.

__ADS_1


"Saya minta maap kalo kamu tidak nyaman......saya pamit keluar saja" pamit aldi kepada ara.


"Maapin saya dok kalo kata kata saya tidak enak di dengar" ucap ara sambil tersenyum ke arah aldi.


"Saya yang seharus nya minta maap....yaudah saya permisi" amitnya lagi sambil melebarkan senyumannya. arapun mengiyakan ucapan aldi tadi. Aldi keluar dari ruangan ara dengan sedikit malu karna dirinya ketahuan oleh ara jika dia sedari tadi memperhatikan ara.


Di dalam ruangan ara nathan kembali menyuapi ara makan. ara menerima suapan tersebut dengan lahap karna dia sangat lapar. "Dia siapa?" tanya nathan tiba tiba.


"Siapa?" tanya ara sedikit bingung.


"Yang bayar makanan lo" ucap nathan yang membuat ara teringat akan uang yang ia minjam kepada nathan tadi tidak di gunakan.


"Oiya ini uang lo" ucap ara sambil menyodorkan uang yang sempat ia pinjam tadi dengan nathan.


"Buat lo aja" ucap nathan. dan kembali menyuapi ara makan.


"Lo pikir gw gak punya uang" ucap ara dengan mulut penuh akan makanan.


"ini ambil uang lo" ucap ara sambil menyodorkan uang tersebut kepada nathan. nathan pun terpaksa menerima uang tersebut. Nathan kembali menyuapi ara karna makanan itu belum juga habis.


"Lo udah makan nat?" tanya ara kepada nathan.


"Ntar kalo gw laper gw bisa beli sendiri" ucap nathan datar dan kembali menyuapi ara. ara tidak menjawab perkataan nathan dia hanya melahap makanan yang di suapi nathan untuknya.


"Oiya lo tadi kenapa gak bangunin gw kalo lo mau ke kantin cari makan?" tanya nathan.


"Gw gak tega ngebangunin lo.....gw liat lo nyenyak banget tidurnya makanya gw pergi sendiri" jelas ara. nathan tidak menjawab perkataan ara.


"Oiya lo tadi belum jawab pertanyaan gw" ucap nathan. ara sedikit bingung karna dia tidak ingat apa yang di tanyakan oleh nathan.


"Pertanyaan apa?"tanya ara kepada nathan.

__ADS_1


"Si dokter tadi siapa?......sodara lo?" tanya nathan.


"Oooh itu dokter aldi.... dia bukan sodara gw" ucap ara.


"Trus?" tanya nathan lagi.


"Tadi waktu gw mau ke kanti dia gak sengaja nabrak gw....untung aja gak jatuh.....makanya gw bisa kenal sama dia....mungkin dia bayar makanan gw karna permintaan maap......tapi gapapa deh dapet makanan gratis" ucap ara sambil mengembangkan senyumannya.


Nathan tidak menjawab maupun menanggapi perkataan perkataan ara. dia hanya menyuapi ara makan. setelah makanannya habis nathan meletakkan piring tadi di atas nakas yang di samping ranjang ara dan mengambilkan minum untuk ara. Ara meminum minuman yang di ambilkan oleh nathan hingga air minum itu habis.


"Makasih" ucap ara sambil mengembalikan gelas kosong itu kepada nathan. nathan tidak menjawab perkataan ara dia hanya mengambil dan meletakkan gelas itu ke dekat piring tadi.


"Lo kenapa bisa sendirian di rumah sakit?"tanya nathan.


"Kan Erina, Andita sama Arfel sekolah hari ini dan gw gak mau dia gak masuk gara gara gw.....sedangkan bibi gw suruh pulang buat istirahat" jelas ara kepada nathan. nathan hanya menatap ke arah. ara


"Keluarga lo gak ada?" tanya nathan yang membuat ara mengalihkan pandanganya kepada nathan.


"Mami sama papi orang sibuk makanya gak ngejagain gw....gw juga kan gak bisa nuntut buat mereka jagain gw.....sedangkan Sheyla dia sibuk di kampusnya karna diakan senin mau wisuda....gw gak mau dia sakit cuma gara gara kecapean jagain gw" jelas ara sedikit sedih. Nathan yang sedari tadi memperhatikan ara menjelaskan masalah keluarganya melihat kesedihan di raut wajah ara.


Ara yang sadar jika nathan menatap lekat ke arahnya langsung memukul pelan bahu nathan. "Lo kenapa ngeliatin gw gitu?.......gw gak suka di kasianin" ucap ara sedikit kesal karna dia memang tidak suka di kasihani. oleh siapapun.


"Siapa yang kasian sama lo?" tanya nathan lagi.


"Kalo gak lo siapa" bentak ara.


"Gw gak kasian sama lo....buat apa kasian sama lo?" tanyanya lagi.


"Trus lo kenapa ngeliatin gw kayak gitu?" bentaknya lagi.


"Siapa yang ngeliatin lo?" tanya nathan yang tidak mau kalah.

__ADS_1


Belum ara menjawab perkataan nathan pintu ruangannya itu tiba tiba terbuka dan mengehentikan perdebatan mereka berdua. mereka berdua pun melihat ke arah pintu tersebut.


__ADS_2