Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 05 #3


__ADS_3

"Astaga aku lelah sekali tuhan" ucap Ara dan mendudukkan tubuh nya di tepi jalan sepi yang tidak jauh dari rumah Sheyla. Nathan yang menempuh jalan itupun bisa melihat ada wanita yang sedang duduk di tepi jalan.


"Itu bukannya Ara?" guman Nathan yang ingat akan baju yang di kenakan oleh sang istri. Nathan menghentikan mobil nya tepat di samping wanuta itu dan dia pun langsung turun dari mobil nya.


"Ara?" panggil Nathan kepada wanita itu, Ara menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu dan melihat suami nya lah yang memanggil nya.


"Ah benar ini kau" ucap Nathan dan langsung berjongkok di hadapan istri nya itu. Nathan mengusap kepala istri nya yang sedang menatap nya itu.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Nathan kepada sang istri dengan menatap lekat istri nya itu. Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk diam dan menatap sayu ke arah suami nya itu.


"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Aku ingin pulang" ucap Ara dan berdiri dari duduk nya tanpa menjawab pertanyaan sang suami. Ara langsung masuk ke dalam mobil dan menyenderkan tubuh lelah nya itu ke sandaran kursi mobil itu. Nathan tidak melanjutkan bicara nya karna istri nya sudah masuk ke dalam mobil dan setelah itu dia pun ikut masuk ke dalam mobil bagian kemudi.


Ara langsung membuang wajah nya dan menoleh ke arah jendela saat suami nya itu masuk ke dalam mobil. Nathan tau jika istri nya itu sedang marah kepada nya karna tidak menepati janji dan dia pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya. Ara menoleh ke arah suami nya itu yang sama sekali tidak berbicara ataupun menjelaskan sesuatu kepada nya.

__ADS_1


"Dia tidak ada niat ingin menjelaskan sesuatu kepada ku?" guman Ara dengan menatap kesal ke arah suami nya yang hanya diam dan tidak mengekuarkan kata apapun. Nathan yang awal nya pokus ke kemudi pun menoleh ke arah istri nya, Ara yang melihat Nathan menoleh ke arah nya pun langsung mengalihkan pandang nya dan kembali menatap ke jendela.


"Kenapa aku jadi teringat akan Delina?" guman Nathan yang tiba tiba ingat akan Delina saat melihat istri nya.


"Aku tidak mungkin melakukan hal itu kepada wanita lain kecuali istriku" guman Nathan yang yakin jika dia tidak melakukan apa apa kepada Delina tapi dia belum bisa membuktikan nya.


"Semoga masalah ini tidak akan dia ketahui" guman Nathan menatap sang istri yang tengah termenung menatap jalan.


"Maaf karna aku terlambat menjemputmu" ucap Nathan kepada sang istri dan menatap lekat istri nya itu.


"Jika memang aku tepat waktu kenapa kau tidak menyapa atau menatapku?" tanya Nathan kepada suami nya itu, Ara yang mendengar itupun langsung menoleh ke arah suami nya itu.


"Ini aku menatapmu" jawab Ara dengan senyum yang di paksa meskipun hati nya marah, Nathan ikut tersenyum saat melihat istri nya itu tersenyum dan setelah itu Ara pun langsung membuang tatapan nya kembali ke luar jendela dan Nathan juga tidak melanjutkan bicara lagi. Beberapa menit menempuh jalan yang sedikit panjang akhirnya mereka pun sampai di kediaman pernandess.


Nathan langsung memarkirkan mobil nya di halaman rumah itu dan Ara pun langsung keluar dari mobil saat mobil sudah terhenti. Ara langsung berjalan dan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Nathan yang mengikuti nya atau tidak, Ara langsung menuju ke lift dan memencet tombol lift, Saat lift terbuka Ara langsung naik dan memencet angka tiga dan lift pun membawa nya menuju ke lantai tiga.

__ADS_1


Nathan baru saja masuk ke dalam kamar nya dan tidak menemukan sang istri, Nathan mendonggakkan Kepala nya dan dia juga tidak menemukan istri nya itu. "Pasti dia menggunakan lift" guman Nathan dan menaiki anak tangga dan menuju ke lantai kamar nya. Sesampai di kamar, Nathan langsung masuk ke dalam kamar nya itu dan langsung melihat istri nya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian handuk, Ara menoleh sekilas ke arah nya dan setelah itu dia langsung menuju ke ruang ganti dan mengenakan pakaian nya. Nathan ikut masuk ke dalam ruang ganti dan menghampiri istri nya itu.


Sesampai di dalam, Nathan langsung memeluk sang istri Dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu sang istri hingga tubuh nya membungkuk, Nathan mencium bau harum yang keluar dari tubuh sang istri, Entah itu bau shampoo atau sabun yang jelas aroma itu selalu melekat di tubuh sang istri saat dia mencium nya. Ara tidak mengeluarkan satu patah katapun dan tidak memberontak saat Nathan memeluk nya. Nathan yang melihat sang istri tidak menolak pun langsung menyelusupkan tangan nya masuk ke dalam baju handuk yang di kenakan sang istri hingga menyentuh buah dada istri nya itu.


Ara sama sekali tidak memberikan respon akan apa yang di lakukan oleh suami nya itu, Nathan yang tidak mendapat respon pun langsung mengusap hidung nya ke leher sang istri dan itu memberikan kenyamanan untuk nya maupun istri nya itu. "Wangi sekali" bisik Nathan dengan mata terpejam dan hidung yang masih menari di leher putih istri nya itu dan tangan yang semakin erat memegang buah dada sang istri.


"Tahan Ara" guman Ara yang mencoba tidak terbawa suasana akan perlakuan suami nya itu. Hasrat lelaki itu sudah memuncak dan langsung membalikkan tubuh istri nya itu hingga berhadapan dengan nya.


"Aku menginginkan nya" bisik Nathan dan langsung ******* habis bibir sang istri, Ara tidak menerima nya dan menutup mulut nya dengan rapat supaya Nathan tidak menelusuri isi mulut nya. Nathan yang tidak mendapatkan perlawanan pun membuka mata nya dan melihat sang istri yang meneteskan air mata. Nathan melepaskan bibir nya dan mengusap sedikit air mata yang jatuh di wajah cantik istri nya itu.


"Kenapa kau menangis?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri. Ara langsung menghapus air mata nya yang tersisa itu.


"Aku lelah" ucap Ara tanpa menjawab alasan nya menangis kepada Nathan dan langsung berlalu dari sana.


"Aku takut dia akan meninggalkan ku" guman Ara saat sudah sampai di luar ruang ganti dan langsung membaringkan tubuh nya di atas ranjang itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan nya? tidak biasa nya dia menolak kecuali dia marah besar kepadaku" guman Nathan yang bingung akan sang istri.


__ADS_2