Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kamu kangen dewa?


__ADS_3

"Iya" jawab nathan dan mengambil piring yanga da di depannya dan memasukkan nasi dan makanan yang ada ke dalam piringnya.


"Makan seadanya disini" ucap ara. tanpa melihat ke arah nathan.


"Aku juga mau makan makanan itu" jawab nathan ketus tapi ara tidak menjawab perkataan nathan dia memilih melahap makanannya dari pada menjawab perkataan nathan yang tidak penting itu.


Semua orang sudah makan begitupun dengan ara. "Bu ara gak bisa bantu....ara mau ke kamar rini dulu" ucap ara.


"Kamu juga gak perlu bantu biar ibu sama naisa yang beresin" jawab ibu fatimah.


"Yaudah ara ke kamar rini dulu" jawab ara dan langsung meninggalkan bu aini bu fatimah dan juga naisa di dapur itu untuk menuju ke kamar rini dengan membawa susu yang sempat di buatkan oleh bu aini tadi.


Ara membuka pintu itu dengan pelan dia takut akan membangunkan rini. Dia masuk ke dalam kamar itu pelan pelan tanpa menutup kamar itu. Dia menatap lekat ke arah rini dan tanpa sadar air matanya terjatuh sendiri. "Masih banyak orang yang gak punya orang tua....masih banyak orang yang lebih susah dari gw, gue bersyukur banget bisa hidup gini" ucap ara sambil menghapus air matanya yang jatuh ke pipinya.


Tanpa dia sadari nathan sedari tadi ada di belakangnya dan lebih tepat lagi di dekat pintu. Ara menggendong rini "Sayang bangun...minum susunya dulu" ucap ara lembut sambil mencium cium pipi rini yang ada di pelukannya. Rini terbangun tanpa menangis ara yang melihat itu tersenyum bahagia akan bangunnya anak itu dari tidurnya.


Ara menyodorkan mulut botol anak itu ke mulut rini berharap rini meminumnya. Ara tersenyum melihat rini meminum minuman itu dan yang paling membuatnya bahagia adalah rini tidak rewel. "Haus banget ya?" tanya ara kepada rini saat melihat susu di botol itu habis di minum oleh rini.


"Udah tidur aja" ucap ara yang melihat rini tertidur pulas di pelukannya. Ara mencium bibir rini lembut dan setelah itu dia meletakkan rini ke dalam tempat tidur milik rini. "Kakak tinggal dulu ya" ucap ara dan kembali mencium pipi rini.


Ara meninggalkan kamar rini dan juga roni sambil menundukkan pandangnya.


Brukkk...


Ara menabrak tubuh seseorang dan hampir terjatuh mungkin ara sedikit buru buru. "Auu" rengek ara sambil memegang dahinya.


"Makanya kalo jalan liat liat" ucap orang yang ara tabrak. Ara yang mendengar jawaban itu sedikit kesal dan mendongakkan pandangannya kepada laki laki yang ia tabrak itu.


"Nathan?" ucap ara bingung karna menurutnya tadi nathan sudah pulang.


"Lo masih disini?" tanya ara bingung. dan nathan hanya menganggukkan kepala.


"Kenapa lo belum pulang?" tanya ara bingung.


"Aku mau nemuin rini...mau pamit sama dia" ucap nathan dan berlalu masuk ke dalam kamar rini.


"Dia udah tidur jangan di ganggu" ucap ara datar.

__ADS_1


"Tadi kamu juga ganggu dia" jawab nathan sambil mengambil rini dari dalam ranjangnya.


"Tidurin dia bagus bagus nanti" perintah ara dan berlalu pergi dari kamar rini dan menuju ke depan panti itu.


"Haha" nathan sedikit terkekeh akan tingkah ara ntah apa yang membuatnya tertawa dari sikap ara tadi.


"Kamu cantik banget" ucap nathan sambil mencium bibir rini dan bibir rini adalah bekas ciuman ara.


"Kamu gak rewel kamu juga penurut" ucap nathan lagi dan kembali mencium bibir rini dengan lembut.


Ara mendudukkan tubuhnya di lantai depan panti itu Dia menundukkan kepalanya dan menyenderkan nya di lutut kakinya yang ia lipat itu.


Ara mengangkat kepalanya dan melihat langit langit yang di penuhi bintang. Senyuman pun mengembang di wajah imutnya itu. "Kak dewa apa kabar?" tanya ara dengan menatap bintang bintang di langit.


"Tangan ara udah sembuh....ini liat ara udah bisa gerakinnya lagi" ucap ara sambil menggoyangkan tangannya menghadap ke langit.


Nathan yang sudah selesai menghampiri rini langsung ke depan dan berniat ingin menyusul ara. Tapi langkah kakinya terhenti ketika dia melihat ara menggoyangkan tangannya dan menghadap ke langit.


"Fisik ara udah sembuh tapi mental sama hati ara belum sembuh" ucap ara sedih dan kembali mengingat kejadian malam itu yang merenggut nyawa sang kekasih.


Ara menundukkan kepalanya dan menangis tapi tidak mengeluarkan suara. "Ara mau kakak ada di sini....ara rindu sama kakak" ucap ara dan kembali melihat ke langit dengan mata yang basah akibat air mata.


"Kamu kangen dewa ya?" tanya nathan kepada ara yang masih berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"Udah tidur rini?" tanya ara tanpa menjawab pertanyaan nathan tadi.


"Udah" jawab nathan sambil tersenyum ke arah ara.


Hening....


Hening...


Ara sangat tidak nyaman akan keheningan itu dan memberanikan diri untuk membuka suara. "Lo belum pulang?" tanya ara menghadap ke arah nathan. Nathan yang tadinya melihat ke langit langsung melihat ke arah ara.


"Belum" jawab nathan singkat.


"Kenapa?" tanya ara.

__ADS_1


"Gapapa" jawab nathan.


"Sheyla tadi kenapa tarik tarik lo?" tanya ara.


"Gakpapa" jawab nathan singkat.


"Oo" jawab ara sambil mengangguk dan kembali meletakkan dagunya di atas lututnya dan tangannya memainkan apa yang ada di depannya.


"Tangan kamu kapan sembuhnya? perbannya kapan di lepas?" tanya nathan dengan menghadap ke arah ara.


""Tadi" jawab ara singkat tanpa menoleh ke arah nathan.


"Ooh" jawab nathan sambil membulatkan bibirnya.


****


Sheyla dan fikri sudah sampai di kediaman wijaya. Mereka berduapun langsung mesuk ke dalam rumah. Di ruang keluarga ada windi dan juga teo yang sedang duduk sambil menikmati cemilan dan menonton tv. Mereka berdua yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh ke arah pintu itu dan ternyata yang masuk adalah sheyla dan fikri.


"Kalian dari mana?" tanya windi sedangkan teo hanya menatap mereka berdua.


"Kita dari cari ara mi" jawab sheyla sambil menatap ke arah papinya.


"Kamua ngapain cari dia....dia kalo kehabisan uang pasti pulang" bentak teo.


"Papi kenapa kayaknya gak suka banget sma ara?" tanya sheyla dengan nada suara sedikit meninggi.


"Papi cuma mau yang terbaik buat dia" bentak teo.


"Udah sayang udah" tegah fikri yang melihay sheyla ingin membalas perkataan sang ayah.


"Udah pi" tegah windi lagi kepada teo.


"Kalian kapan rencana mau lamaran nak?" tanya windi kepada fikri.


"Mungkin besok malam atau lusa mi.....soalnya orang tua fikri juga masih sibuk hari ini" jawab fikri sambil melebarkan senyumnya.


"Yaudah kita tunggu kedatangan keluarga kamu.....kita juga seneng kalo kalian nikah secepatnya" ucap windi sambil melebarkan senyumannya.

__ADS_1


"Akan fikri usahakan mi supaya seminggu setelah itu kita nikah" jawab fikri sedikit malu malu.


__ADS_2