Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ara hilang


__ADS_3

"Ara gak ngantuk sih....yaudah deh Ara naik ke atas" ucap Ara dan langsung berlalu tanpa memerlukan jawaban dari bibi dan pamannya.


Di kediaman pernandess Nathan terbangun karna hari sudah mulai pagi. "Astaga kenapa aku tidur disini" ucap Nathan. Dia langsung keluar dan berniat ingin melaksanakan subuh tapi di dalam kamar dia tidak menemui sang istri.


"Mungkin dia di bawah lagi sholat" ucap Nathan dan langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung turun ke bawah saat sudah ber siap untuk melaksanakan sholat.


"Kamu pulang nak?" tanya Nita kaget menatap Nathan yang turun dari tangga.


"Iya bunda" jawab Nathan sedikit heran.


"Mana Ara nak?" tanya Andre. Nathan semakin di buat heran karna menurutnya sang istri di bawah.


"Bukannya dia sholat yah?" tanya balik Nathan.


"Gak ada" jawab Andre. Nathan langsung hawatir akan sang istri yang tidak berada di rumah.


"Mana Ara kak?" tanya Erina yang baru saja keluar dari mushola.


"Dia gak ada di kamar" jawab Nathan yang mulai hawatir dan langsung berlari kembali masuk ke dalam kamarnya untuk memastikannya.


Semua orang mengikuti Nathan karna hawatir akan Ara. "Ara hilang kak?" tanya Erina sedikit hawatir.


Nathan tidak menjawab dan langsung mengambil ponsel dan mencoba menelpon sang istri tapi nomor sang istri tidak aktif dan itu semakin membuat Nathan hawatir.


Sedangkan di rumah kakek Ara tidak tidur tadi karna dia sedang asik melihat lihat poto potonya dengan kedua orang tuanya dan ada beberapa potonya bersama dengan Nathan.


Senyumnya selalu mengembang saat melihat satu persatu poto itu.


"Ara" teriak Kya dari bawah.


"Iya bi" jawab Ara dan langsung meletakkan album poto di atas tempat tidur dan turun.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan" ajak Kya. Ara berjalan kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengambil album poto yang ia pegang tadi.


"Ara mau pulang aja ke rumah Nathan bi....takutnya dia hawatir sama Ara soalnya Ara gak pamit tadi" jelas Ara.


"Onty kenapa cepet banget perginya?" tanya Rafael.


"Nanti Onty kesini lagi" jawab Ara.


"Yaudah bi Ara pamit" ucap Ara bersalaman kepada Rizal dan Kya secara bergantian dan dia mencium pipi gembul Rafael. Ara langsung berlalu menuju rumah mertuanya.


Sedangkan di kediaman Adijaya semua orang hawatir akan Ara yang menghilang. "Sayang kamu diamana?" ucap Nathan sedari tadi mencoba menghubungi sang istri tapi tidak di angkat.


"Kamu jangan terlalu hawatir Ara pasti baik baik aja" ucap Nita yang mencoba menenangkan anaknya itu.


Nathan mendudukkan tubuhnya di atas kursi sofa yang ada di ruangan bawah untuk menunggu sang istri begitupun dengan semua orang yang tengah menunggu Ara.


Semua sopir sudah di perintahkan oleh Nathan untuk mencari sang istri dan dia menunggu di rumah karna itu permintaan Nita sedangkan Amel dia tidak terlalu hawatir karna takutnya itu akan berpengaruh terhadap bayinya.


Ckleekkk


"Apa ini?" tanya Nathan datar dan merampas album yang ada di tangan sang istri.


"Itu...." ucap Ara terpotong karna Nathan sudah melempar kesar album itu. Semua orang yang ada di sana kaget begitupun dengan Ara yang sangat sedih melihat barang yang paling berharga dalam hidupnya di hempas oleh sang suami.


"Kamu ngapain banting itu?" tanya Ara dengan wajah bingung nya menatap suami nya tersebut.


"Kamu dari mana aja? kamu tau semua orang di rumah ini hawatir sama kamu...kenapa kamu gak izin kalo mau kemana mana hah?" bentak Nathan yang emosinya sudah tidak terkendali karna hawatir akan sang istri. Semua orang yang mendengar bentakan Nathan kaget apa lagi Nita.


"Kak jangan marahi Ara" teriak Erina saat melihat tangan Ara bergetar akibat bentakan Nathan.


"Diam kamu" bentak Nathan kembali dan itu semakin membuat tubuh Ara bergetar karna dia tidak pernah di bentak seperti itu.

__ADS_1


"Maafin aku" ucap Ara memberanikan diri meskipun suaranya seperti orang ketakutan.


"Kamu kenapa gak minta izin dahulu hah?" bentak Nathan kembali.


"Nathan jangan kamu bentak Ara" ketus Andre.


"Maafin Ara" hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Ara karna Nathan tidak mau mendengar penjelasannya.


"Ayo nak kita ke atas" ajak Nita karna dia bisa merasakan tubuh menantunya itu bergetar akibat bentakan Nathan. Ara mengikuti mertuanya itu dan masuk ke dalam kamarnya.


"Tenangkan diri kamu Nathan..kamu gak denger penjelasan dari istri kamu" ucap Andre yang mencoba menenangkan anaknya itu.


"Huh" Nathan menarik nafas panjang. Andre membimbing Nathan duduk di atas sofa.


"Maafin Ara bun" ucap Ara dengan air mata yang tergenang dan Nita bisa melihat jika Ara masih ketakutan.


"Gapapa sayang...kamu pasti punya alasan" jawab Nita sambil mengusap lembut wajah menantunya itu.


"Istirahat ya" ucap Nita. Ara mengangguk mengiyakannya dan langsung merebahkan tubuhnya. Nita mencium pucuk kepala menantunya dan langsung berlalu keluar.


"Buang itu" perintah Nathan kepada salah satu pelayan rumah. Pelayan itu langsung mengambil album yang ada di lantai itu dan langsung membuangnya.


"Nathan kenapa kamu ngebentak Ara?" tanya Nita yang tidak menyukai anaknya yang kasar.


"Itu salah dia" jawab Nathan datar.


"Kamu yang gak denger penjelasan dia" bentak Nita.


"Paling dia keluyuran gak jelas di luar" jawab Nathan dan langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya.


"Jangan kamu masuk ke dalam kamar kalo kamu masih emosi" tegas Andre.

__ADS_1


"Huh" Nathan menarik nafas panjang dan emosinya sedikit mereda. Nathan membuka pelan pintu kamarnya itu dan melihat istri kecilnya tengah tertidur.


Nathan menghampirinya. Nathan menatap wajah sembab dan memerah itu dan dia mengusap lembut wajah itu. "Maafin aku" ucap Nathan dan ingin mencium pucuk kepala sang istri tapi Ara mengalihkan posisi tidurnya dan membelakangi Nathan.


__ADS_2