Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
kenapa berantakan


__ADS_3

Di kediaman Adijaya


Nathan Vino dan nita sudah sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar masing masing.


Setelah membersihkan seluruh tubuhnya dan memakai pakaiannya nathan terlihat merebahkan tubuhnya di atas kasur yang ada di dalam kamarnya tersebut. satu tangannya ia letakkan di bawah kepalanya untuk di jadikan bantal dan satunya lagi ia letakkan di atas dahinya.


"Hah" nathan mendengus kasar karna pikirannya sekarang tercampur aduk dan merasa lelah. Tidak memerlukan waktu lama nathan langsung tertidur dengan posisi yang sama.


"Nat" panggil dewa yang membuat nathan menoleh ke arahnya.


"Dewa" panggil nathan.


"Lo kenapa gak jagain ara?" pertanyaan itu lolos dari mulut dewa.


"Bukanya ada temennya sama pacarnya yang baru?" tanya nathan kembali yang membuat dewa bingung.


"Maksud lo arfel?" tanya dewa. nathan hanya menatap ke arah dewa tanpa menjawab maupun menanggapi perkataan nya.


"Arfel tuh temen ara.....lo kayaknya udah suka ya sama ara.....gw seneng liat nya" ucap dewa sambil melebarkan senyumannya.


"Siapa yang peduli....siapa yang suka sama ara" bantah nathan padahal dia sangat peduli.


"Gw minta tolong banget sama lo.....jagain ara....gw tau kalo sekarang dia masih sedih karna gw ninggalin dia di tambah lagi hubungannya dengan orang tuanya lagi gak baik baik aja.....jadi gw minta tolong banget sama lo nat tolong jagain ara.......emosinya sekarang lagi gak setabil cuma lo yang bisa menstabilkan emosinya......Gw yakin lo sama ara emang jodoh nat" ucap dewa dengan memohon kepada nathan.


"Tapi dew......" ucapan nathan terputus saat dewa kembali memohon kepadanya.


"Gw mohon banget nat" ucap dewa.

__ADS_1


Nathan langsung terbangun dari tidurnya dengan sedikit ngosngosan. "Ternyata cuma mimpi" ucap nathan sambil mengusap wajahnya yang berkeringat.


"Kenapa gw mimpi gitu?" tanyanya kepada diri sendiri.


"Ara beneran sendirian di rumah sakit?" tanyanya lagi masih kepada diri sendiri. "Ah bodo ah.....gw capek" ucap nathan sambil mengacak acak rambutnya.


Nathan mengingat apa yang di katakan oleh dewa di dalam mimpi kepadanya. "Pasti ada temennya di sana yang jagain dia" ucap nathan yang berbicara kepada diri sendiri. Nathan terlihat bingung untuk memilih tetap di rumah atau kembali ke rumah sakit untuk memastikan bahwa ara sendiri atau tidak.


Sekitar 20 menit untuk nathan berpikir dan akhirnya dia memilih untuk kembali ke rumah sakit untuk memeriksa bahwa ara sendiri atau tidak. Dia mengambil jaket hodienya dan mengambil kunci mobilnya dan langsung keluar. di luar dia berpapasan dengan Vino yang baru saja ingin mengetuk pintunya.


"Kenapa?" tanya nathan kepada Vino.


"Gw mau minjam pulpen lo......pulpen gw gak ada" ucap Vino kepada nathan.


"Ambil aja" jawab nathan dan ingin berlalu pergi tapi Vino menahanya.


"Kenapa lagi?" tanya nathan sedikit kesal.


"Gw mau ke rumah sakit" ucap nathan.


"Mau jengukin ara atau nemenin dia?" tanya Vino dengan nada mengejek. tapi nathan tidak mengubris apa yang di katakan oleh Vino dan memilih untuk pergi. Vino sedikit kesal karna nathan tidak menjawab perkataannya dan berlalu begitu saja dia pun segera mengambil pulpen yang terletak di kamar nathan dan kembali ke kamarnya.


Di lantai dua nita terlihat baru saja keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu karna suaminya sudah pulang. nita berpasan dengan nathan dia sedikit bingung melihat nathan yang sudah rapi dengan berjalan sedikit terburu buru dengan membawa kunci mobilnya.


"Bunda belum tidur?" tanya nya kepada nita.


"Belum.....kamu mau kemana?" tanya nita kpada nathan.

__ADS_1


"Nathan mau ke rumah sakit bun.....buat mastiin ara" jawab nathan yang membuat nita tersenyum tapi nathan tidak menyadarinya.


"Yaudah kamu jagain dia aja" ucap nita sambil memegang bahu anaknya itu. nathan mengerutkan dahinya bingung karna ibunya itu sangat senang jika dirinya dekat dekat dengan ara tapi dia tidak mau melanjutkan pertanyaan dan memilih untuk segera pergi.


"Yaudah nathan pamit bun" pamit nathan kepada nita sambil mencium punggung tangan ibundanya tersebut dan berlalu pergi dengan langkah kaki yang terlihat tergesa gesa. Nita segera turun dan mengikuti nathan dari belakang tapi tidak untuk pergi ke rumah sakit melainkan untuk menemui suaminya.


"Kamu mau kemana?" tanya andre yang melihat nathan membuka pintu seperti tergesa gesa.


"Ayah udah pulang?" tanya nathan sedangkan andre hanya mengangguk.


"Nathan mau ke rumah sakit yah" ucap nathan dan menyalami punggung tangan ayahnya tersebut dan berlalu pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Ayah" panggil nita yang membuat andre menoleh ke arahnya karna sedari tadi pandanganya teralih oleh nathan.


"Nathan mau kemana bun?" tanya andre kapada nita sambil berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.


"Dia mau kerumah sakit yah" ucap nita sambil melebarkan senyumannya.


"Bunda seneng banget ngeliat nathan perhatian gitu sama ara" ucap nita lagi dengan senyuman yang bekum memudar.


"Ayah juga seneng.....ayah harap bisa secepatnya menikahkan ara dan juga nathan" ucap andre dengan melebarkan senyumannya juga. Nita belum ingin memberitau suaminya tersebut akan pernyataan ara yang belum mau menikah dan dia hanya ingin menikah jika dalam 4 tahun lagi dia tidak menemukan pasangan maka dia akan menerima perjodohan tersebut. Mereka berdua pun masuk kedalam kamar mereka.


****


Nathan terlihat baru saja sampai di rumah sakit dia memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit tersebut. setelah memarkirkan mobilnya nathan langsung bergegas untuk masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan masuk ke ruangan ara. Sesampainya di ruangan ara nathan di buat kaget akan ruangan tersebut terlihat begitu berantakan. "Astaga kenapa berantakan banget" guman nathan di dalam hatinya. nathan pun mengalihkan pandangannya ke arah ara dan benar saja tidak ada siapapun yang menemaninya di sini.


"Dia sendirian? gak ada yang nemenin?" tanya nathan yang melihat ara tertidur dengan posisi kaki masih terlipat dan tangannya menggenggam ponsel miliknya dan kepalanya tersandar tanpa bantal.

__ADS_1


Nathan berjalan ke arah boneka selimut dan juga bantal dia memunguti barang barang yang di lempar ara namut tidak rusak. Dia meletakkan boneka milik ara ke atas sofa yang ada di ruangan tersebut. setelah dia meletakkan boneka itu dia berjalan menghampiri ara dia menatap lekat wajah wanita itu. "Dia pasti abis nangis" guman nathan dalam hati. dan dia pun langsung memperbaiki posisi tidur ara. dia menselonjorkan kaki ara dan memindahkan tubuh ara sedikit kebawah dan meletakkan bantal di bawah kepala ara karna jika tidak pasti lehernya akan sakit jika tertidur dengan posisi tadi.


Tapi itu semua tidak membuat ara terbangun dari tidurnya ara sangat nyenyak sekali akan tidurnya itu.Setelah membenarkan posisi tidur ara nathan langsung mengambil ponsel yang di dekap oleh ara dan setelah itu dia menyelimuti tubuh ara dengan selimut yang ia pungut di atas lantai tadi.


__ADS_2