Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Tidurlah


__ADS_3

"Aku bakal mastiin orang yang nyelakain kamu ini bak ngedapetin balasan yang lebih dari ini sayang" ucap Nathan sambil menggenggam tangan istrinya itu dan mencium tangan itu.


Nathan tertidur di samping sang istri sambil menggenggam tangan itu.


****


"Sayang kapan Ara di pukul orang?" tanya Erina dan menengadahkan kepalanya menghadap Vino karna mereka belum tertidur karna Erina masih memikirkan Ara.


"Kemarin malam....waktu di depan perusahaan Nathan" jawab Vino dengan mata terpejam nya.


"Kenapa kak Nathan gak nolongin dia?" tanya Erina kesal.


"Kita kemarin malam gak tau kalo Ara di sana" jawab Vino dan memeluk erat istrinya itu.


"Masa gak kalian gak liat Ara?" tanya Erina melepaskan pelukannya dari Vino.


"Kemarin malam kita baru aja keluar dari kantor trus dateng Feli dia mohon mohon sama Nathan buat nerimanya lagi nah abih itu ada bunyi orang teriak kesakitan dan itu Ara....Nathan langsung lari ke arah Ara" jelas Vino panjang lebar.


"Siapa Feli? apa hubungan dia sama kak Nathan?" tanya Erina penuh selidik menatap suaminya itu.


"Dia mantan Nathan" jawab Vino.

__ADS_1


"Kak Nathan masih cinta sama dia?" teriak Erina.


"Jangan teriak teriak.....Nathan sama sekali udah gak cinta sama dia....Nathan udah lama cinta sama Ara tapi Ara gak cinta sama dia" jelas Vino. Erina tidak menjawab dan masih mencerna ucapan suaminya itu.


"Udah jangan di pikirin....ayo tidur" ucap Vino dan mempererat pelukannya. Erina tidak menolak itu dan langsung tertidur di pelukan suaminya itu begitupun dengan Vino.


*****


01:22 Ara terbangun dari pingsannya. Ara ingin menggerakkan tangannya tapi sedikit susah. Ara menatap ke arah tangannya dan melihat sang suami yang tengah tertidur dengan menggenggam tangannya.


Senyum di wajah cantik itu mengembang melihat sang suami yang terlelap itu. "Auuu" rengek Ara sambil memegang kepalanya karna dia ingin duduk.


Nathan langsung terbangun dari tidurnya akibat mendengar rengekan istrinya itu. "Kenapa?" tanya Nathan hawatir dengan mata sedikit memerah.


"Kepala kamu masih sakit?" tanya Nathan menatap lekat sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya.


"Jangan banyak gerak lagi" ucap Nathan dan duduk di depan istrinya itu. Ara tidak menjawabnya.


Di dalam ruangan itu hanya ada keheningan dan Ara sangat tidak menyukainya. Ara menatap sang suami yang sedari tadi menguap karna kantuk.


"Kamu kalo ngantuk tidur aja" ucap Ara. Nathan menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Aku gak ngantuk" jawab Nathan.


"Trus kamu kenapa mata kamu berair? nguap lagi" ketus Ara karna sang suami berbohong kepadanya.


"Aku nemanin kamu" jawab Nathan dan kembali menguap.


"Gak usah kamu tidur aja" ucap Ara karna dia sangat mengerti bahwa sang suami itu kelelahan dan kekurangan tidur.


"Gak mau" jawab Nathan sambil menguap.


Cup


Ara langsung mencium sekilas bibir suaminya itu. "Tidur ya" perintah Ara dengan senyum yang mengembang setelah mencium sang suami dan berharap sang suami mau menuruti perkataannya.


Nathan tersentak kaget karna ini pertama kalinya istrinya itu menciumnya terlebih dahulu. "Cium lagi...baru aku bakal tidur" jawab Nathan dan menyodorkan bibirnya lagi kepada istrinya itu.


"Huh" Ara mendengus kasar dan terpaksa mencium kembali bibir sang suami. Ara ingin melepaskannya tapi Nathan menahan dan malah memperdalam ciuman itu Ara tidak menolak dan malahan dia membalas ciuman itu.


Setelah beberapa menit dan merasa nafas mereka sama sama habis Nathan pun melepaskan ciuman itu dan menatap sang istri yang juga menatapnya.


"Aku bakalan tidur...kalo butuh apa apa bangunin aku" ucap Nathan. Ara mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


Nathan membalas senyuman sang istri itu dan mencium pucuk kepalanya dan berlalu ke arah sofa yang ada di ruangan itu dan langsung tertidur.


Sedangkan Ara dia hanya menatap sang suami dengana senyum yang mengembang. Sungguh dia merasakan bahagia malam ini dan tidak merasa sakit lagi di kepalanya ntah kenapa dia bisa seperti itu.


__ADS_2