
"Istirahat" perintah Nathan saat melihat Ara ingin berlalu ntah kemana sedangkan teman temannya tadi dan juga Alfin sudah pergi. Nathan menyuruh Alfin untuk mengurus kantor sampai Ara sembuh dan kedua sahabatnya itu pergi ke kampus untuk kuliah.
"Gue mau kuliah" jawab Ara dan duduk di depan Nathan.
"Gak usah kuliah hari ini...kmu masih sakit" ucap Nathan.
"Gak ada kerjaan di rumah" jawab Ara.
"Istirahat" perintah Nathan.
"Gue gak mau" jawab Ara.
"Istirahat nanti kamu tambah sakit" ucap Nathan.
"Gak mau" bantah Ara kembali. Nathan langsung menindih tubuh mungil istrinya itu dan menatap lekat wajah wanita itu.
"Lo mau ngapain?" tanya Ara sambil berusaha ingin lepas dari suaminya itu. Nathan tidak menjawab perkataannya dan masih menatap lekat wajahnya.
Pandangannya teralih ke bibir cery tipi istrinya itu. "Lepasin gue" bentak Ara dan memukul dada bidang Nathan.
"Kamu mau istirahat atau mau ngelayanin aku?" tanya Nathan dengan suara rendah tapi Ara yang mendengarnya nampak ngeri.
"Lepasin gue" bentak Ara lagi dan masih memukul dada bidang suaminya itu.
"Jawab dulu pertanyaan aku" ucap Nathan yang menatap lekat wajah istrinya itu yang nampak takut.
__ADS_1
"Iya gue istirahat" jawab Ara dengan nada meninggi.
"Bagus" ucap Nathan dan langsung berdiri dari atas tubuh istrinya itu dan ingin keluar kamar.
Ara yang melihat Nathan keluar dari kamar langsung duduk dan menghela nafas panjang karna tadi dia hampir saja di terkam oleh suaminya itu. "Apaan dia mau macem macem sama gue...dia gak tau gue siapa hah" ketus Ara dan mengacung tinjunya saat Nathan sudah tak terlihat lagi di matanya.
Ara terus terusan mengumpat kesal suaminya itu dan akhirnya dia memilih untuk membuka laptopnya dan menyelesaikan desain rumah impiannya.
Ara duduk di atas kursi dan meletakkan laptop itu di atas meja did depan kursi itu dan memulai mendesain rumah impiannya karna itulah pekerjaannya yakni arsitektur.
Nathan yang baru saja masuk ke dalam kamar dengan membawakan makanan untuk istrinya itu langsung menatap lekat wajah yang nampak fokus ke layar laptop itu.
"Hey" panggil Nathan dan langsung duduk di sofa yang ada di dekat istrinya itu.
"Hmm" jawab Ara tanpa menatap suaminya itu dan masih fokus ke layar laptopnya itu.
"Makan duluan aja" jawab Ara tanpa menoleh ke arahnya.
"Ini makanan buat kamu...aku tadi udah makan" jawab Nathan.
"Gue masih sibuk" jawab Ara tanpa menoleh ke arah suaminya itu.
"Emang kamu ngerjain apa?" tanya Nathan dan berdiri dan berjalan ke samping istrinya untuk melihat apa yang di sibukkan oleh istrinya itu.
"Cantik banget desainnya" ucap Nathan saat melihat desain rumah yang di buat oleh Ara meskipun tidak terlalu besar tapi nampak sangat indah dengan tanaman yang menghiasi di halaman rumah.
__ADS_1
"Ara gak pernah bikin yang jelek jelek" jawab Ara sombong.
"Kamu mau rumah gitu?" tanya Nathan menatap lekat wajah istrinya dari samping.
"Kalo gue gak mau mana mungkin gue desain sebagus ini" ketus Ara tanpa menatap suaminya itu.
"Kita bikin aja" ucap Nathan.
"Uang gue belum cukup....gue mau bikin perusahaan dan harus sukses sama kayak lo" ucap Ara dan langsung menoleh ke arah suaminya itu dan wajah mereka sangat dekat dan Ara juga hampir tercium bibir suaminya itu.
Ara memang sangat termotivasi dengan kesuksesan Nathan sekarang dan dia mungkin akan mengikuti karir Nathan. Dia sangat ingin sekali sukses sama seperti suaminya itu.
"Maaf" ucap Ara dan kembali fokus ke laptopnya.
"Pengen banget gue makan dia hari ini, Tapi dia belum siap" guman Nathan dalam hati dan ingin sekali mencium bibir istrinya itu.
"Makan dulu" perintah Nathan. Ara pun mengiyakannya dan duduk di kursi sofa dan tak lupa pula dia mematikan laptop miliknya itu.
"Enak?" tanya Nathan saat melihat Ara makan masakan nya dengan sangat lahap. Ara mengangguk mengiyakannya dan Nathan pun duduk di depannya.
Nathan menatap lekat wajah istrinya yang sedang makan dengan senyum yang mengembang. "Aaaaak" Ara bersendawa saat makanan itu habis dan dia juga sudah selesai makan.
"Cewek kok jorok" ejek Nathan kepada istrinya.
"Joroknya terletak di mana?" tanya Ara yang tak terima di katakan seperti itu.
__ADS_1
"Liat itu" ucap Nathan sambil menunjuk ke sudut bibir istrinya yang terdapat bekas nasi. Ara mengusap sudut bibirnya tapi tidak ada apa apa.
"Mana?" tanya Ara menatap suaminya itu dengan tatapan kesal mungkin di pikirnya Nathan menipunya karna tak ada apa apa di sudut bibirnya.