Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 27 #3


__ADS_3

Di tempat Nathan.


"Ayo turun" ajak Nathan kepada sang istri.


"Aku tidak mau, Aku ingin kembali ke rumah kak Roky" jawab Ara tanpa menatap suami nya itu.


"Nanti aku akan mengantarkan mu" jawab Nathan akan perkataan sang istri.


"Aku mau sekarang" jawab Ara.


"Kau tidak merindukan suami mu ini hem?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri dengan senyum yang mengembang.


"Tidak, Aku sama sekali tidak merindukan mu" jawab Ara dan membuang pandangan nya keluar tanpa menatap Nathan. Nathan menangkap wajah wanita itu hingga menatap nya dan baru saja ingin mencium sesuatu yang sangat ia rindukan dan tidak akan ia dapatkan dari siapapun.


"Papa" panggil Okta yang menghentikan Nathan yang berniat ingin mencium sang istri, Nathan menoleh ke belakang begitupun dengan Ara yang juga menoleh ke belakang.


"Aku tidak ada hak marah kepada nya karna dia tidak bersalah" guman Ara dengan menatap lekat suami nya itu.


"Iya sayang" jawab Nathan dengan menatap Okta dengan senyum yang melebar.

__ADS_1


"Yuna saudara ku?" tanya Okta kepada Nathan karna dia sedari tadi melihat ayah nya itu tidak ingin lepas dari ibu Yuna.


"Hem, Ini ibu mu" jawab Nathan dengan melebarkan senyuman nya kepada Okta dan setelah itu kembali menatap istri nya.


"Apa maksud nya? memang nya Delina dimana hingga Okta mengira aku ibu nya?" guman Ara yang sangat bingung tapi tidak mungkin dia bertanya sekarang kepada suami nya itu.


"Yasudah ayo kita turun" ajak Nathan kepada Okta dan juga Yuna yang sudah diam dan tidak menangis lagi akibat bujukan Okta. Okta mengangguk mengiyakan nya.


"Ayo kita turun" ajak Nathan kepada sang istri dengan senyum yang mengembang, Ara tidak menjawab nya ataupun membalas senyuman dari sang suami dan langsung turun dari mobil itu dan membuka pintu mobil bagian belakang dan ingin menggendong Yuna tapi Nathan melarang nya.


"Buar aku saja yang menggendong Yuna dan Okta" ucap Nathn yang menghentikan sang istri yang ingin mengambil Yuna itu. Ara tidak menjawab nya dan memilih diam dan bergeser dari sana, Nathan menggendong kedua anak nya itu dan Ara yang menutup pintu mobil itu. Mereka berjalan menuju lift.


Sesampai di lantai delapan Ara dan Nathan keluar dari lift itu. Nathan menyebut kata sandi apartemen nya itu dan Ara pun memencet nya dan masuk ke dalam nya dan setelah itu langsung menutup pintu apartemen itu. Nathan menurunkan anak anak nya itu dan Okta pun membimbing Yuna untuk menuju ke tempat nya.


"Kenapa kau hanya diam? sini duduk lah" ucap Nathan dengan meletakkan tangan nya di atas kursi sofa yang ada di sana supaya sang istri mengikuti ucapan nya. Ara tidak menjawab nya dan ingin berlalu menghampiri Yuna dan Okta tapi dengan cepat Nathan menarik tangan istri nya itu hingga Sekarang wanita itu duduk di atas paha nya.


"Nathan lepaskan" ucap Ara yang memberontak supaya di lepaskan oleh Nathan, Nathan tidak menjawab nya dan memeluk erat tubuh sang istri dan setelah itu dia langsung menenggelamkan kepala nya di perut datar sang istri.


"Kapan perut datar ini mengandung?" tanya Nathan yang berada di dalam perut sang istri. Ara merasa geli akan Nathan yang menggeliat di perut nya itu.

__ADS_1


"Ini geli, Lepaskan" ucap Ara, Nathan tidak menjawab nya dan masih mengusap wajah nya di perut datar sang istri dan itu membuat kejantanan nya menegang karna sudah lama tidak melakukan hal itu karna tidak ingin melakukan dengan siapapun kecuali istri nya, Nathan mendongakkan kepala nya menatap istri nya itu.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah suami nya itu. Nathan tidak menjawab nya dan langsung menundukkan kepala sang istri dan langsung melahap bibir sang istri dengan rakus.


"Emmm" ucap Ara yang berusaha lepas dari suami nya itu. Nathan tidak menjawab ataupun melepaskan nya dan malah menekan mulut sang istri dan mengigit pelan bibir sang istri hingga terbuka. Nathan menelusuri mulut istri nya itu dengan menggunakan lidah nya, Sungguh dia sangat merindukan istri nya dan juga permainan istri nya itu.


Ara yang awal nya memberontak pun akhirnya menerima dan membalas perlakukan sang suami kepada nya sampai sampai mata nya terpejam dan itu menandakan jiak dia menikmati nya, Jujur dia juga merindukan suami nya dan juga permainan suami nya itu tapi mulut nya selalu mengelak tapi tidak dengan perasaan dan tubuh nya. Nathan yang tidak merasakan jika sang istri menolak pun langsung menggendong sang istri, Ara melingkarkan tangan nya di leher sang suami saat Nathan mengangkat tubuh nya, Nathan membawa sang istri masuk ke dalam kamar sebelah sedangkan Yuna dan Okta berada di kamar nya, Ciuman mereka tidak terhenti, Ara sangat menikmati itu begitupun dengan Nathan yang juga tidak ingin melepaskan istri nya itu.


Saat mereka sudah masuk ke dalam kamar, Nathan langsung mengunci pintu kamar itu dan kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke ranjang. Nathan melepaskan jas yang melekat di tubuh nya itu dan setelah itu melepaskan baju nya tanpa melepaskan ciuman nya karna takut sang istri akan sadar dan tidak ingin melakukan hal itu kepada nya.


Setelah selesai membuka baju nya tangan Nathan merayap dan tertuju ke baju sang istri, Nathan melepaskan ikat baju yang istri dan itu membuat Ara langsung tersadar, Ara melepaskan ciuman nya dan langsung beranjak duduk dari tidur nya. "Ada apa?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri yang ada di hadapan nya itu.


Ara tidak menjawab pertanyaan Nathan dan kembali membenarkan baju nya yang hampir terbuka itu dan langsung keluar dari kamar itu. "Kenapa dengan nya? apa dia masih marah dengan ku?" guman Nathan dengan menatap kepergian sang istri.


"Astaga bagaimana ini?" guman Nathan karna milik nya sudah terlanjut bangkit dan harus di puas kan dan dia juga tidak mungkin memaksa Ara. Nathan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang tadi dan kembali mengenakan pakaian nya dan menenangkan diri tanpa berbuat apa.


"Astaga Ara kau bodoh sekali, Hampir saja tadi kau memberikan tubuh mu kepada nya" guman Ara dengan memukul pelan kepala nya karna dia berpikir jika sudah pisah ranjang bertahun tahun tidak sah lagi melakukan kewajiban seperti itu makanya dia menghentikan nya tadi padahal tidak dan sah sah saja jika belum bercerai di depan pengadilan. (Author baca di google seperti, Jika salah mohon maaf).


Ara masuk ke dalam kamar di mana Okta dan Yuna berada. "Hey" sapa Ara kepada Okta dan Yuna, Okta menoleh ke arah ibu nya itu.

__ADS_1


"Mama" jawab Okta dengan senyum yang melebar menatap Ara, Ara membalas senyuman itu dan mendudukkan tubuh nya di antara Yuna dan juga Okta.


__ADS_2