Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gw mau jagain lo


__ADS_3

"Nih liat" tunjuk ara kepada arfel dan kembali fokus kelayar ponsel yang menampakkan vidio dewa yang sedang menari nari seperti anak kecil. Ara kembali terkekeh melihat vidio itu. Sedangkan arfel melihat ara dengan tatapan penuh dengan arti.


"Lo pasti sedih banget di tinggal dewa......tapi lo tenang aja gw janji bakal ngebahagiain lo" guman arfel sambil menatap ke arah ara yang sedang terkekeh sambil melebarkan senyumannya.


"Ini makan lagi" ucap arfel sambil menyodorkan kue terakhir ke dalam mulut ara. dan ara menerimanya dan menghabiskannya. Nathan yang sedari tadi melihatnya sedikit kesal dan berdiri. semua mata tertuju kepadanya termasuk ara dan juga arfel.


"Lo kenapa?" tanya Vino yang sedikit kaget na nathan berdiri sambil menghentakkan kakinya.


"Bunda ayo kita pulang" ajak nathan kepada nita tapi nita di buat heran akan nathan yang tiba tiba minta pulang.


"Kenapa cepet banget?" tanya Vino kepada nathan.


"Gw capek....gw mau istirahat di rumah" ucap nathan dengan nada datar.


"Bunda ayo" ajak nathan dan langsung mengambil rantang yang sempat di bawa oleh ibunya itu dan segera meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke parkiran.


"Nak bunda pulang dulu ya" pamit nita kepada ara dan yang lainnya.


"Bunda hati hati" ucap ara.


"Kamu gak ikut pulang?" tanya nita kepada Vino dan Vino melirik Erina yang sama sekali tidak meliriknya dan dia juga ikut berdiri dan berpamitan ingin pulang. nita dan juga Vino langsung keluar ruangan tersebut dan ingin menyusul nathan.


Nathan sudah masuk kedalam mobil dan dia terlihat begitu kesal akan pemandangan yang ia lihat tadi. yaitu ara dan arfel bermesraan menurutnya. "Kok gw jadi kesal sih" guman nathan sambil memukul stir mobil dengan kuat.


Nita dan Vino baru saja masuk ke dalam mobil. "Udah bun?" tanya nathan datar. dan nita hanya mengangguk mengiyakan. Vino duduk di samping nathan dan nita di belakang. Nathan dengan segera melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. di perjalanan di dalam mobil itu terlihat sunyi karna tidak ada yang ingin berbicara.


Nita menatap lekat ke arah nathan yang terlihat sedikit kesal. "Kamu kenapa nathan?" tanya nita yang tidak membuat nathan melihat ke arahnya dan masih fokus ke jalanan.


"Nathan gapapa kok bun" jawab nathan datar.

__ADS_1


"Trus kamu kenapa ngajakin pulang?" tanya nita lagi. Vino yang mendengar pertanyaan nitapun kembali bertanya kepada nathan dengan pertanyaan yang sama.


"Iya nat....lo kenapa ngajakin pulang?" tanya Vino.


"Nathan capek bun" jawab nathan yang masih fokus akan kemudinya tapi nita dan juga Vino tidak menjawab perkataan nathan.


Di rumah sakit.


Terlihat Erina dan juga Andita yang terlihat kelelahan akibat menunggu ara sedari kemaren. "Er, Dit kalo kalian mau pulang pulang aja.....gw gapapa kok" ucap ara


Erina dan Andita yang sedari tadi fokus akan ponselnya masing masing langsung menatap ke arah ara.


"Beneran lo gapapa?" tanya Andita. Ara dengan segera mengangguk sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah kita pulang dulu......nanti kalo sempet kita balik lagi ya" ucap Erina dan Andita menganggukkan membenarkan perkataan Erina.


"Besokkan kalian mau sekolah.....gak usah balik ke sini.....abis pulang sekolah aja kalian ke sini lagi" jelas ara kepada Erina dan Andita.


"Lo juga pulang" ucap ara yang tadi pandangan matanya ke arah Erina dan juga Andita kini beranjak melihat ke arah arfel.


"Gw mau jagain lo" ucap arfel.


"Udah gak usah..... lo kan juga harus sekolah" ucap ara dan menyuruh arfel untuk ikut pulang bersama Erina dan juga Andita.


"Tapi ra...." ucapan arfel terpotong.


"Udah sana" ucap ara sambil mendorong arfel .


"Bibi kalo mau pulang juga gapapa" ucap ara sambil melebarkan senyumannya.

__ADS_1


"Non gapapa sendirian di sini?" tanya bi nur kepada ara.


"Ara gapapa kok" ucap ara sambil melebarkan senyumannya.


"Tapi lo jadi sendiri ra" ucap Erina yang belum juga pergi begitupun dengan arfel dan juga Andita.


"Kalo kalian gak mau pulang sekarang besok gak usah kesini lagi" ancam ara karna dia ingin sekali sendirian untuk saat ini.


"Yaudah iya kita pulang puas lo". bentak Andita tapi ara tidak terlalu ambil hati akan ucapan sahabatnya tersebut.


"Yaudah non bibi pamit" pamit bi nur dan mencium pipi anak majikannya itu.


"Fel gw titip bi nur" ucap ara dan arfel hanya mengangguk mengiyakan. mereka berempat pun meninggalkan ruangan tersebut.


"Besok kesini lagi ya" teriak ara yang melihat bi nur dan yang lainnya sudah keluar dari ruangannya tersebut. Setelah mereka semua tidak lagi terlihat ara langsung menyenderkan tubuhnya di ranjang rumah sakit tersebut sambil memejamkan matanya. Di saat dia memejamkan matanya tiba tiba kedua ujung matanya sedikit basah.


"Hah" ara mendengus kasar dan mengusap tepi matanya yang terlihat basah akibat memikirkan masalah nya yang ada. Dia mengusap kasar wajahnya mungkin akibat kelelahan atu terlalu banyak masalah.


Ara kembali mengambil ponselnya yang masih tergeletak di atas ranjang dan melihat semua poto yang ada di dalam geleri ponselnya tersebut. Di saat dia memutarkan semua vidio nya sedang bersama dengan dewa dan juga vidio dewa sedang sendirian seketika dia langsung merasakan bahagia saat dia melihat semua vidio tersebut. Tapi di saat semua vidio yang ada di gelerinya tersebut sudah selesai ia lihat tiba tiba dia menangis.


Hikksssss......hikkkkkssssss


tangisan ara pecah dia meluapkan semua kesedihan yang tidak sanggup ia tahan lagi semua barang barang yang ada di dekatnya ia lempar semuanya ke atas lantai rumah sakit tersebut termasuk bantal selimut dan bonekanya tapi tidak dengan ponselnya dan di ruangannya terlihat sangat berantakan akibat ulahnya yang emosinya tidak terkendalikan. Diapun menyenderkan tubuhnya di ranjang tersebut tanpa bantal. Dia memandangi poto dewa yang ada di ponselnya sambil menangis dan memukul mukul ponselnya tersebut akibat marah akan dewa yang meninggalkannya. "Kakak kok jahat banget sama ara" ucap ara sambil memeluk ponsel yang terlihat poto dewa di layarnya.


"Gw capek gini, Gue capek di banding bandingin terus sama Sheyla yang punya banyak kemampuan sedangkan gue enggak, Gue beneran capek" ucap ara lagi dengan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya. tidak memerlukan waktu lama ara sudah terlihat tenang dan memejamkan kedua matanya akibat kelelahan.


Di kediaman Adijaya.


Nathan Vino dan nita sudah sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar masing masing.

__ADS_1


Nathan terlihat merebahkan tubuhnya di atas kasur yang ada di dalam kamarnya tersebut. satu tangannya ia letakkan di bawah kepalanya untuk di jadikan bantal dan satunya lagi ia letakkan di atas dahinya.


__ADS_2