
Nathan dan Ara nampak sangat lahap memakan itu dan Ara sudah menghabiskan dua porsi dan Nathan tiga porsi. "Pak tiga lagi" teriak Ara kepada penjual itu. penjual itu mengangguk mengiyakannya dan membuat pesanan milik Ara.
"Itu bukan nya kak Ara?" tanya salah satu pemuda kepada teman nya. Temannya itu menatap ke arah Ara dan juga Nathan yang nampak sedang makan dengan lahap.
"Iya itu kak Ara sama suami nya bukan?" tanya salah satu perempuan yang mengidolakan Nathan.
"Benaran? kak Ara sudah menikah?" tanya lelaki tadi. Wanita tadi mengangguk mengiyakannya. Lelaki tadi dan teman temannya yang mengidolakan Ara berjalan ke arah Ara yang sedang menerima tiga piring martabak telor.
"Kak Ara" sapa salah satu lelaki tadi di antara lima temannya. Ara menatap ke arah nya dengan tatapan heran begitupun dengan Nathan yang menatap nya dengan tatapan tajam.
"Saya?" tanya Ara dengan mulut penuh akan makanan.
"Iya kak, Kami penggemar kakak, Wah seneng banget bisa ketemu kakak disini" ucap salah satu lelaki tadi dengan senyum nya yang mengembang bahagia saat mleihat Ara.
"Benarkah?" tanya Ara dengan segera mengunyah makanannya dan menghabiskannya. Semua lelaki itu mengangguk mengiyakannya.
"Boleh poto bareng kak?" tanya salah satu lelaki.
"Tentu saja" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Tolong potokan" ucap salah satu lelaki tadi kepada temannya sambil menyodorkan ponsel nya. Temannya itu menerimanya dan membuka kamera, Ara dan lelaki tadi sudah siap untuk berpoto dan temannya tadi langsung memotret nya.
Setelah selesai memotret Ara dan lelaki tadi sekarang bergantian pula sampai sudah terpoto mereka masing masing dengan Ara dan ada juga poto bersama dan Nathan ikut serta di dalam poto itu.
"Kalian mau makan?" tanya Ara ramah kepada lelaki itu.
"Enggak kak, Kami sudah terlebih dahulu" jawab salah satu lelaki itu. Ara mengangguk mengerti dan kembali melahap makanannya karna dia belum terlalu kenyang.
"Ini pacar atau suami kakak?" tanya salah satu lelaki tadi lagi.
"Ini suami saya" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Pupus harapan ku untuk mendapatkan kakak" ucap salah satu lelaki tadi dengan memegang dada nya seperti orang baru putus cinta.
__ADS_1
"Kau akan mendapatkan yang terbaik, tidak usah terlalu berharap kepada orang lain" jawab Ara yang sedikit terkekeh mendengar ucapan dan ekpresi lelaki tadi.
"Tapi tipe ku adalah kakak" jawab lelaki itu.
"Mungkin wanita mu kelak lebih baik dari saya" jawab Ara. sedangkan Nathan dia menatap kesal ke arah sang istri yang tidak memperdulikannya.
"Kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Ara kepada sang suami. Nathan menggelengkan kepala nya dan kembali melahap makanan terakhir.
"Kak Nathan" sapa wanita tadi penggemar Nathan. Nathan menatap ke arah suara dan menatap ada dua wanita yang mendekat ke arah nya.
"Kak minta poto dong" rengek wanita tadi kepada Nathan. Nathan menatap sang istri dan bermaksud ingin meminta persetujuannya dan Ara pun mengangguk mengiyakannya.
Wanita tadi berpoto dengan Nathan dan bergantian dengan temannya. "Kak Ara ayo ikut poto" ajak wanita tadi. Ara mengangguk mengiyakannya dan ikut serta dalam poto itu.
"Makasih ya kak" ucap wanita tadi. Nathan mengangguk mengiyakannya.
"Sayang antar kan aku pulang, Ini sudah malam" ajak wanita tadi akaan pacar nya yang penggemar Ara.
"Kita juga harus pulang, Kamu besok kan mau cari kerja dan aku juga akan kerja" ucap Nathan.
"Tunggu di sini sebentar" ucap Ara dan berlalu ke dekat penjual martabak telor tadi dan para penggemar nya dan juga Nathan sudah berlalu pergi semua nya.
"Berapa pak?" tanya Ara kepada penjual tadi.
"80.000 nona" jawab penjual tadi. Ara mengambil beberapa lembar uang di dalam saku outer nya.
"ini pak" ucap Ara dengan memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada penjual tadi.
"Ini terlalu banyak nona" jawab penjual tadi dan kembali menyodorkan beberapa uang yang berlebih.
"Ini rezeki bapak" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Tapi ini terlalu banyak nona" jawab penjual tadi.
__ADS_1
"Tidak apa apa" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Terima kasih nona" ucap penjual itu. Ara mengangguk mengiyakannya dan berpamitan untuk berlalu. Ara berjalan ke arah sang suami.
"Mari" ajak Ara sopan akan sang suami yang tengah memainkan ponsel. Nathan mengiyakannya dan mereka berjalan menuju dimana mobil mereka terparkir. Nathan membuka pintu mobil itu untuk sang istri dan Ara pun masuk ke dalam.
Nathan masuk ke dalam mobil itu setelah membuka pintu untuk sang istri. Dan saat sudah masuk diapun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediamannya.
"Enak bukan makanan tadi?" tanya Ara kepada sang suami.
"Hem" jawab Nathan mengangguk mengiyakannya.
"Kamu punya banyak penggemar ya" ucap Nathan.
"Begitu lah" jawab Ara.
"Bagaimana bisa kamu memiliki banyak penggemar?" tanya Nathan.
"Karna aku cantik" jawab Ara bergurau.
"Siapa yang bilang kamu cantik?" tanya Nathan.
"Bibi dan semua penggemar aku" jawab Ara.
"Memang nya kamu mirip dengan siapa?" tanya Nathan lagi.
"Mama" jawab Ara. Nathan baru teringat ingin menanyakan saudara ibu mertua nya kepada sang istri.
"Sayang" panggil Nathan.
"Hem" jawab Ara sambil menatap ke arah sang suami.
"Apa mama gak punya saudara?" tanya Nathan sedikit ragu kepada sang istri.
__ADS_1