
"Duduklah di sini, Kau harus terkena sinar matahari pagi" ucap Nathan dan mendudukkan tubuh istri nya itu ke atas kursi yang ada di dekat jendela besar yang terang karna cahaya matahari.
"Aku ingin mengganti baju ku" ucap Ara dengan menatap malas ke arah sang suami.
"Aku akan mengambil nya tunggu lah di sana dan jangan kemana mana" perintah Nathan dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam ruang ganti.
Nathan mengambil hair dryer yang ada di dalam laci lemari hias dan vitamin rambut sang istri dan setelah itu dia kembali menuju ke luar dan menemui sang istri. "Lama sekali kau" ucap Ara kepada sang suami yang sangat lama menurutnya itu. Natahn tidak menjawab nya dan mengambil tempat duduk seperti bantal yang ada di sana dan meletakkan nya di hadapan istri nya.
"Duduk lah di sini" ucap Nathan menyuruh sang istri duduk di sana. Ara menoleh ke arah sang suami dan setelah itu mengiyakan ucapan sumi nya itu dan mendudukkan tubuh nya di atas bantal duduk yang di ambil suami nya itu. Nathan yang sudah melihat istri nya duduk di atas bantal Duduk itu pun langsung mendudukkan tubuh nya di tempat duduk awal sang istri. Nathan mengeringkan rambut sang istri menggunakan handuk yang ia bawa tadi hingga lembab dan setelah itu dia mengambil hair dryer yang ada di samping nya dan setelah itu mengeringkan rambut sang istri yang masih sedikit lembab itu.
Ara menikmati apa yang di lakukan oleh sang suami dan Nathan merapikan rambut nya dengan sangat rapi. "Kau mempunyai bakat juga dalam ini" ucap Ara dengan senyum yang mengembang dan mata yang menatap ke bawah. Nathan mematikan hair dryer tadi dan mengangkat kepala istri nya hingga menatap nya, Ara menengadah menatap suami nya.
"Apa yang kau katakan tadi?" tanya Nathan dengan menatap lekat istri nya.
"Tidak, Aku hanya bergurau" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap suami nya itu. Nathan tidak menjawab nya dan mencium sekilas bibir istri nya itu dan Ara juga tidak menolak akan itu dan setelah itu dia mengembalikan posisi kepala sama seperti tadi. Nathan melanjutkan mengeringkan rambut istri nya itu hingga selesai dan kering.
__ADS_1
Setelah selesai mengeringkan rambut sang istri Nathan melempar hear dryer tadi ke atas ranjang dan untung nya tidak terjadi apa apa dengan hair dryer itu, Nathan mengambil vitamin rambut sang istri dan setelah itu membuka nya dan menuangkan nya ke telapak tangan nya, Setelah selesai menuangkan vitamin tadi ke telapak tangan nya Nathan menutup tempat vitamin itu dan melempar tempat vitamin tadi ke atas ranjang juga. Setelah itu Nathan langsung mengoleskan vitamin yang lumayan banyak ia tuangkan di tangan nya itu ke rambut sang istri. Nathan memijat lembut kepala sang istri dengan vitamin tadi. Ara sangat menikmati pijatan yang sangat nikmat itu hingga mata nya terpejam.
Nathan tersenyum melihat istri nya itu yang menikmati pijatan dari tangan nya dan kembali melanjutkan pijatan nya. "Nikmat nya" ucap Ara dengan mata terpejam menikmati pijatan itu.
"Kau memng selalu saja bilang nikmat akan apa yang aku lakukan kepada mu" jawab Nathan akan ucapan sang istri, Ara membuka mata nya kaget mendengar jawaba sang suami.
"Apa maksud mu?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah Nathan.
"Perlu aku jelaskan?" tanya balik Natahn dengan menatap lekat wajah sang istri dengan senyum yang mengembang. Ara tidak menjawab nya dan kembali menatap ke depan.
"Terima kasih" ucap Ara kepada sang suami dan mencium sekilas bibir sang suami dan ingin berlalu dari sana, Nathan yang mendapatkan ciuman pun langsung menahan tangan istri nya itu dan menarik nya hingga istri nya itu duduk di atas paha nya.
"Kau menggoda ku?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri.
"Tidak, Aku tidak menggoda mu" jawab Ara akan pertanyaan sang suami.
__ADS_1
"Kau mencium bibirku apa?" tanya Nathan.
"Ucapan terima kasih" jawab Ara dan memalingkan wajah nya dari sang suami. Nathan tidak menjawab nya dan langsung membalikkan wajah sang istri hingga menghadap ke arah nya dan setelah itu langsung ******* bibir manis sang istri yang sudah menjadi candu bagi nya. Ara tidak menolak nya dan membalas ******* itu, Nathan memegang leher sang istri dan menekan nya supaya dia bisa mencium lebih dalam lagi mulut sang istri, Ara juga tidak menolak dan melingkarkan kedua tangan nya di leher sang suami.
Beberapa menit mereka menikmati bibir satu sama lain akhirnya mereka menghentikan aksi itu. Nathan tersenyum melihat istri nya itu begitupun dengan Ara yang juga membalas senyuman dari sang istri. Ara langsung beranjak berdiri dari duduk nya di atas paha sang suami dan menuju ke ruang ganti untuk mengenakan pakaian. Nathan merasa sangat bahagia saat ini akan kehadiran sang istri tercinta di samping nya di tambah lagi di sisi mereka sudah ada Yuna anak pertama.
Setelah selesai Ara mengganti pakaian nya dia langsung menuju keluar ruang ganti dan melihat suami nya baru saja ingin masuk ke dalam ruang ganti. "Aku akan keluar" ucap Ara kepada sang suami.
"Hem" jawab Nathan dan langsung mencium dahi sang istri dengan penuh kasih sayang. Ara hanya membalas nya dengan senyuman dan setelah itu berlalu dari sana dan menuju keluar kamar nya. Nathan yang sudah melihat istri nya keluar pun langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mengenakan pakaian nya.
Ara menuruni anak tangga dan melihat Ressa dan Vino sedang duduk bersama dengan mertua nya. "Mengobrol apa kalian? seperti nya seru sekali" ucap Ara yang baru sampai dan melihat mereka tertawa renyah, Ara mendudukkan tubuh nya di kursi kosong dan menatap semua orang yang ada di ruang keluarga itu satu persatu.
"Tidak nak, Ini film ini" jawab Nita dengan menunjuk ke arah film yang mereka tonton, Ara mengangguk mengerti dan ikut menonton sebentar tapi dia tidak mengerti akan alurnya karna dia tidak menonton dari awal.
"Kak Yuda" panggil Ara kepada Yuda karna Yuda seumuran dengan suami nya, Yuda menoleh ke arah Ara begitupun dengan semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
"Hem, Ada apa ra?" tanya Yuda dengan menatap lekat wajah Ara yang seperti ingin menyampaikan sesuatu itu.