
"Selama aku di amerika kenapa aku gak pernah liat kamu? padahal kan apartemen kita deket an" tanya Nathan yang membuat Ara menoleh ke arahnya.
"Gak tau" jawab Ara tanpa menoleh ke arah suaminya. Nathan dn Ara menelusuri jalan menuju ke apartemennya itu dan tidak lama kemudia mereka akhirnya pun sampai dan langsung naik lift.
Di dalam lift itu ada emat orang yakni Ara dan Nathan dan dua orang sepasang kekasih yang nampak seperti orang amerika. "Sayang maafin aku" ucap laki laki itu tapat di depan Ara dan Nathan. Dan rupanya sepasang kekasih itu sedang marahan.
"Kenapa kamu ngikutin aku?" ketus wanita itu.
"Aku mau ngejelasin semuanya sama kamu" jawab laki laki itu.
"Mau ngejelasin apa lagi? udah jelas tadi kamu pelukan sama cewek lain" ketus wanita itu.
"Dia saudara aku sayang" jawab laki laki itu.
"Aku gak percaya" ketus wanita itu lagi dan memalingkan wajahnya dari laki laki itu.
Cupp
Laki laki itu langsung mengecup bibir kekasihnya itu dan itu tapt di depan Ara dan Nathan dan mereka berduapun menyaksikannya. Ara menutup matanya sedangkan Nathan menatap istrinya.
"Maafin aku" ucap laki laki itu dan langsung memeluk kekasihnya.
"Lama banget sih liftnya berenti" ketus Ara. kedua pasangan itu menatap ke belakang menatap Ara dan Nathan.
"Maafkan kami tuan nona" ucap wanita itu dan menundukkan sedikit tubuhnya begitupun dengan laki laki itu dan akhirnya lift pun berhenti di lantai 4 dan kedua pasangan tadi langsung turun dan tinggallah Ara dan Nathan di dalam lift itu.
"Kenapa liat gue gitu?" tanya Ara dengan nada yang meninggi melihat Nathan menatapnya.
"Kamu mau kayak tadi?" tanya Nathan. Ara sedikit takut.
"Jangan macam macam" ketus Ara dan langsung keluar dari dalam lift itu karna lift sudah terbuka.
__ADS_1
Nathan hanya terkekeh padahal dia hanya menggoda istrinya itu bukan maksud lain. Nathan mengikuti istrinya itu dari belakang.
"Kenapa baru sampai nak?" tanya Nita yang memang sedari tadi menunggu kedua anaknya itu.
"Gak ada taxi tadi bun makanya telat" jawab Nathan sedangkan Ara ingin masuk ke dalam apartemen nya.
"Hey mau kemana?" tanya Nita. Ara langsung menghentikan jalannya.
"Mau masuk bun" jawab Ara.
"Disini apartemen kamu" ucap Nita sambil menunjuk ke arah apartemen Nathan.
"Ara tinggal disini bun sama Erina sama Andita" jawab Ara.
"Kamu kan udah jadi istrinya Nathan jadi gak boleh kepisah atap" jawab Nita.
"Trus Azlan sama Vino?" tanya Ara.
"Hah? kan gak boleh bun" jawab Ara kaget.
"Beda kamar nak" jawab Nita. Ara tidak menjawab perkataan Nita dan langsung masuk ke dalam apartemen.
"Hey" panggil Ara dengan nada meninggi yang membuat Azlan dan Vino yang berada di ruang tv pun menoleh ke arahnya.
"Mana kunci kamar itu?" tanya Vino datar.
"Mau ngapain?" tanya Ara.
"Kita tinggal di sana di suruh bunda" jawab Azlan.
"Sementara kalian tidur di atas sofa itu sampai gue ambil barang barang gue di kamar itu" jawab Ara.
__ADS_1
"Lo becanda ra" jawab Erina tiba tiba.
"Gak" jawab Ara santai. Nathan Nita dan juga Andre pun terlihat masuk ke dalam apartemen itu.
"Kasih aja lah ra kunci nya sama mereka...lo gak kasian?" tanya Erina.
"Kalo gue udah bilang gak ya enggak" jawab Ara.
"Kenapa?" tanya Nathan yang melihat Ara dan Erina berdebat.
"Itu bini lo masak suruh gue sama Azlan tidur disini dan gak mau ngasih kunci kamar itu" jelas Vino sambil menunjuk ke arah kamar pribadi milik Ara.
Nathan menatap istrinya itu. Ara pun menatap Nathan. "Kenapa? mau marah?" tanya Ara dengan nada yang meninggi sedangkan Nita tadi sudah keluar dan sudah berpamitan untuk pergi berjalan jalan dengan Andre dan dia masuk ke dalam apartemen itu hanya untuk meminta izin keluar.
"Kenapa kamu gak kasih?" tanya Nathan lembut kepada istrinya itu.
"Itu ruang pribadi gue gak boleh ada satupun yang masuk" jawab Ara.
"Emang kamu gak kasian sama mereka?" tanya Nathan menatap kedua saudaranya itu.
"Kalo gue gak kasian gue bakal suruh mereka tidur di balkon sana bukan tidur di dalam sini" ketus Ara yang mulai kesal.
"Ara kasih aja ra" ucap Erina yang mencoba membujuk sahabatnya itu karna dia tidak tega jika harus melihat sang kekasih tidur di ruang itu.
"Kalo gue bilang enggak ya enggak" ketus Ara dan langsung masuk ke dalam kamar pribadinya itu dan mengambil kasur yang ada di sana.
"Ini pake" ucap Ara memberikan kasur busa kepada Vino dan juga Azlan karna memang di ruangan itu terdapat dua kasur.
"Kejam lo ra" ucap Vino dan mengambil kasur itu. Ara tidak menjawab perkataan Vino dan mengunci kembali kamar pribadinya itu dan langsung keluar meninggalkan semua orang.
"Kalian pake aja itu dulu" ucap Nathan dan langsung menyusul istrinya itu.
__ADS_1
"Dia kemana?" tanya Nathan saat sudah masuk ke dalam apartemen nya dan tidak menemukan istrinya.