Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Sayang


__ADS_3

"Sudah lah jangan menangis, Kamu ini sudah besar" ucap Rizal kepada Ara. Ara menghentikan tangis nya dan melepaskan pelukannya.


"Kalian kenapa meninggalkan Ara hah?" suara yang selalu emosi itu kembali dan membuat Nathan yang awal nya menangis bahagia langsung tertawa.


"Kami gak ninggalin kamu, Kami cuma nginap di kediaman pak Qori sebentar" jawab Rizal.


"Pak Qori?" tanya Nathan yang panas mendengar nama Qori. Rizal mengangguk mengiyakannya sambil melebarkan senyumannya.


"Maksud paman apa?" tanya Nathan lagi yang belum mengerti.


FLASH BACK ON


Brakkkkk


Mobil yang di tumpangi oleh Rizal dan Kya terjatuh ke jurang dan menabrak pohon besar. Kepala Kya terbentur ke jendela mobil dan Rafael dia pingsan akibat melihat darah yang keluar dari kepala ibu nya itu sedangkan Rizal tubuh nya terkena serpihan kaca yang pecah begitupun dengan sopir taxi itu tapi Rizal masih bernyawa dan sopir taxi tadi sudah meninggal di tempat.


Dyland pengawal yang di tugaskan oleh Qori untuk menjaga Rizal pun langsung turun dari mobil dan menyelamatkan Rizal dan keluarga dan saat itu jalanan masih sepi tidak ada siapapun. setelah menyelamat kan mereka dan memasukkan mereka ke dalam mobil Dyland langsung melajukan mobil itu menuju ke rumah sakit yang memang milik Qori dan keluarga.


Saat itu Dyland langsung menghubungi Qori dan memberitahu masalah itu. Qori langsung menuju ke rumah sakit milik nya itu makanya waktu Nathan pulang Qori tidak ada di rumah. Saat Qori sampai di rumah sakit dia langsung melihat Rizal dan Kya yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu dan diapun dengan segera menyuruh para dokter memberikan penanganan terbaik untuk Kya dan juga Rizal.


Saat Rizal sadar dia langsung mencari istri dan juga nak nya dan ternyata mereka ada di ranjang samping nya.


FLASH BACK OFF


"Jadi pak Qori yang nyelamatin kalian?" tanya Ara saat Rizal sudah selesai bercerita. Rizal mengangguk mengiyakannya.


"Tapi kenapa dia menyabotase mobil mertua dulu dan sekarang menyelamat kan paman? apa maksud nya?" tanya Nathan yang belum mengerti dan masih kesal.


"Paman sudah tau semuanya masalah itu makanya paman menyuruh nya untuk ngejaga Ara" jawab Rizal.


"Di mana pak Qori sekarang?" tanya Ara.


"Sudah aku masukkan ke dalam penjara bersamaan dengan Teo" jawab Nathan datar.


"Kenapa kamu masukin dia ke dalam penjara?" bentak Ara yang memang tidak mengetahui dan memperdulikan itu beberapa minggu ini.

__ADS_1


"Dia udah memotong kebel rem mobil mertua waktu itu" jawab Nathan.


"Dia udah menyelamatkan paman dan bibi" bentak Ara. meskipun Qori sudah membunuh kedua orang tua nya Ara tetal berterima kasih karna Qori sudah menyelamatkan Paman dan bibi nya.


"Seharus nya dia di hukum mati bukan hanya di penjara saja" jawab Nathan karna memang Nathan membenci Qori karna itu.


"Kamu ini, Lepasin pak Qori" ucap Ara yang kesal.


"Aku gak mau, Biarkan saja dia membusuk di penjara dengan Teo licik itu" ketus Nathan.


"Kamu gak kasihan dengan Andra?" tanya Ara yang ingin menyadarkan suami nya itu.


"Untuk apa kasihan dengan keluarga nya jika mereka gak kasihan dengan kamu dan tega membunuh mertua" jawab Nathan.


"Jika kamu menbiarkan pak Qori meninggal di dalam penjara sama saja kamu menbunuh nya, Apa beda nya kamu dengan nya?, Dia sudah membunuh papa dan mama dan kamu membunuh nya, Masalah gak akan berakhir jika kamu selalu menyimpan dendam seperti ini" jelas Ara yang mencoba memberi penerangan kepada suami nya itu.


"Tapi..." bantah Nathan yang terpotong oleh Ara.


"Coba lah menerima nya dan memafkan nya, kamu tidak mau kan jika ada orang yang bernasib sama dengan aku?" tanya Ara. Nathan terdiam saat mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Ara.


"Bunda setuju dengan Ara" jawab Nita yang mendekat ke arah Nathan dan yang lain. Nathan menatap ibu nya itu.


"Baik lah Nathan akan melepaskannya tapi Nathan tidak mau melepaskan Teo dan Windi" jawab Nathan.


"Terserah kamu saja" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Nak" panggil Ardila. Semua orang menoleh ke arah Ardila begitupun dengan Rizal dan Kya. Ardila sudah menceritakan semua nya kepada Rizal dan juga Kya tadi waktu Rafael meneriaki Ara. Ara tidak menjawab nya karna dia mrasa Ardila tidak memanggil nya.


"Yasudah ayo kita ke kantor polisi sekarang" ajak Ara akan suaminya itu tanpa memperdulikan Ardila. Ardila merasa Ara marah kepada nya padahal tidak, Ara jika stres dia tidak akan mengingat kejadian apapun termasuk masalah Teo dan Windi yang masuk penjara.


Ingatannnya masalah saat dia stres itu tiba tiba menghilang sendiri nya, "Ayo" ajak Ara lagi saat melihat Nathan tak bergerak atau pun berdiri dari duduk nya sedangkan dia sudah siap untuk berangkat. Nathan mengangguk mengiyakannya dan mengikuti Ara.


"Ara pamit" pamit Ara kepada semua orang sambil melebarkan senyumannya.


"Ara pamit tante" ucap Ara sopan kepada Ardila dengan senyum yang melebar. Ara dan Nathan langsung berlalu menuruni anak tangga dan terlihat Erina, Vino, Azlan dan Andita sedang duduk di atas sofa di bawah.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Erina.


"Mau ke kantor polisi" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Naila mana?" tanya Ara kepada Erina.


"Dia masih dalam perjalanan sama mama kesini" jawab Vino.


"Yaudah aku dan Nathan akan pergi, Jaga Rafael" ucap Ara dan langsung berlalu dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil begitupun dengan Nathan. Nathan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang keluar dari komplek perumahan itu.


"Sayang" panggil Nathan.


"Hem" jawab Ara dan menoleh ke arah nya.


"Kamu tidak tau siapa yang memanggil mu 'nak' tadi?" tanya Nathan kepada istri nya itu.


"Mama nya Vino kan?" tanya balik Ara.


"Iya dia mama Vino tapi dia adalah saudara mama" jawab Nathan.


"Tidak mungkin dia saudara mama" ucap Ara.


"Seriusan" jawab Nathan.


"Kamu tau dari mana?" tanya Ara kepada suami nya.


"Waktu itu ada dia menunjukkan poto nya bersama dengan mama kepada aku dan semua orang" jelas Nathan.


"Kenapa aku gak tau?" tanya Ara kepada Nathan.


"Apa mungkin karna stres mu itu kau jadi lupa semua yang terjadi waktu itu?" tanya Nathan kepada istri nya itu.


"Gak tau" jawab Ara dengan mengangkat kedua bahu nya.


"Kak, Kenapa paman menyembunyikan diri waktu kecelakaan nya itu?" tanya Ara kepada Nathan.

__ADS_1


__ADS_2