
Sheyla sedikit risih dengan anak kecil yang bermain did dekatnya tapi dia menahan kerisihan itu dan menunggu ara untuk kembali ke panti itu. Dia memainkan ponsel miliknya sedangkan fikri bermain dengan anak anak karna dia juga senang dengan anak anak tapi tidak dengan sheyla. Sheyla memilih jika ingin bermain dengan anak kecil.
Ara masuk ke dalam panti itu dan sedikit terkejut akan kehadiran sheyla dan juga fikri karna sheyla memang tidak pernah ke panti itu. "Lo ngapain kesini?" tanya ara yang menyadarkan sheyla yang sedang memainkan ponselnya dan menatap ke arahnya dan nathan.
"Gw nyariin lo" jawab sheyla yang masih menatap nathan begitupun dengan fikri.
Sheyla sedikit tak suka akan nathan yang dekat dengan ara karna dia takut nathan mendekati ara hanya karna untuk membalas sakit hati sheyla dan dia tidak mau itu terjadi. Sheyla pun berdiri dan menarik tangan nathan untuk berbicara berdua dan diikuti oleh fikri sedangkan ara mengurus belanjaan yang ia beli tadi.
"Bu barang barang ara mana?" tanya ara yang tidak melihat barang barangnya di ruang tamu.
"Barang barang kamu udah kami pindahin ke atas nak...kamarnya juga udah kita beresin" jawab fatimah yang baru saja turun dari atas diikuti oleh Barqi dan juga keluarga kecil reza.
"Kenapa kalian yang beresin? biar ara aja seharusnya....seharusnya kalian gak usah beresin barang ara" ucap ara.
"Gapapa kita juga udah selese" jawab Diana istri reza.
"Makasih ya" ucap ara sambil mengembangkan senyumannya kepada mereka semua.
"Kita mulai hari ini tinggal disini makanya kita sekalian aja beresin kamar buat lo" ucap reza.
"Beneran kalian tinggal disini?" tanya ara dengan nada tinggi dan senyum yang mengembang dan itu membuat rini yang ada di gendongannya terbangun.
"Iya nak" ucap fatimah.
"Sssthhhhh" ucap ara sambil menepuk pelan punggung rini.
"Dia siapa ra?" tanya barqi.
"Ini roni...ini rini" jawab ara.
"Bu ada keranjang bayi disini?" tanya ara kepada bu aini karna memang tidak ada anak bayi di sana.
"Ada neng" jawab bu aini.
"Kamu istirahat dulu ya di kamar itu" ucap ara sambil menunjuk ke arah kamar yang ada ranjangnya karna itu untuk roni dan rini dan ada beberapa anak yang ia pindahkan di kamar lain.
"Sini ibu bantu" ucap fatimah dan mengambil susu bayi yang di tangan ara. Arapun tidak menolak karna dia sedikit kelelahan dan tadi tertidur sebentar di dalam mobil nathan.
****
"Apa apaan sih tarik tangan gw" ucap nathan dan Sheyla pun menghentikan langkahnya karna dia merasa jauh dari orang orang.
__ADS_1
"Gw mau ingetin sama lo....lo jangan macem macem sama adik gw" ucap sheyla tegas.
"Siapa yang mau macem macem sama adik lo?" tanya nathan yang tidak mengerti.
"Gw gak mau lo deketin ara cuma mau balas dendam sama gw....dia gak tau apa apa tentang masalah kita....jangan sekali kali lo nyakitin dia" ancam sheyla.
"Emang kita ada masalah apa?" tanya nathan yang pura pura tidak tau.
"Gak usah belagak bego deh lo nat" jawab fikri kesal.
"Kita temuin ara aja" ajak sheyla dengan menarik tangan fikri.
"Ingat jangan sakitin ara" ancam sheyla lagi tanpa melihat ke arah nathan dan berlalu pergi meninggalkan nathan sendiri.
"Ra" panggil sheyla yang baru saja sampai di ruang tamu panti itu dan dia melihat ara sedang bermain bersama dengan rini.
"Kenapa?" jawab ara datar.
"Pulang yuk sama gw....gw gak ada temen di rumah" ajak sheyla yang sudah duduk di samping ara sedangkan nathan baru sampai di ruang tamu itu.
"Lo gak bakal kesepian....mami sama papi ada buat lo mereka bukan buat gw" ucap ara berat dan menahan tangisnya.
"Gw gak mau pulang" jawab ara tegas.
"Ra gw mohon" ucap sheyla lagi dengan memeluk adiknya itu.
"Lepasin gw....lo pulang aja sana gw gak mau pulang" ucap ara lagi yang berusaha menahan tangisnya.
"Ra" panggil sheyla lagi.
"Ini udah mau malam lo pulang aja....jaga diri baik baik" ucap ara dan melepaskan pelukan sheyla darinya karna memang hari sudah ingin malam karna dia mungkin tadi lama di mini market.
"Lo juga pulang sama gw" ajak sheyla lagi.
"Gw mau istirahat....gw tinggal" ucap ara dan berlalu pergi tanpa membawa rini.
"Bu tolong urus rini" perintah ara kepada aini dan aini pun mengiyakannya.
Ara berjalan tanpa memperdulikan orang lain dan dia juga tidak sadar jika nathan masih di sana tapi dia tidak memperdulikan itu dan dia terus saja berjalan menaiki tangga menuju ke kamar yang sudah di siapkan oleh Barqi dan yang lain untuknya.
"Ra" panggil sheyla lagi tapi ara tidak memperdulikan itu.
__ADS_1
"Sayang ayo kita pulang aja....ara butuh waktu sendiri dulu" ajak fikri dan Sheyla pun mengiyakan.
"Bu tolong titip ara....jagain dia" ucap sheyla kepada bu aini dan bu aini mengiyakan.
Sheyla dan fikri keluar tanpa memperdulikan nathan yang masih ada di sana. Nathan ingin menyusul di kamar dan dia sudah tiba di depan pintu kamar ara tapi Barqi menghalanginya. "Kamu siapa?" tanya barqi kepada nathan yang terdengar oleh ara dari dalam.
Ara pun keluar dan melihat jika nathan masih ada di sini dan itu membuatnya sedikit kaget. "Dia siapa ra?" tanya barqi yang melihat ara membukakan pintu kamarnya.
"Dia saudaranya kak dewa" jawab ara datar.
"Maap bro....kenalin gw Barqi" ucap barqi sambil menyodorkan tangannya.
"Gw nathan" ucap nathan sambil menerima tangan Barqi dan mereka berduapun bersalaman.
"Ngapain kalian di depan kamar gw?" tanya ara yang beluk juga membersihkan diri padahal jam sudah menunjuk pukul 19:23.
"Gw mau ajak lo makan" jawab barqi.
"Gw gak laper" jawab ara datar.
"Lo tadi pagi belum makan kan?" tanya barqi.
"Gw tadi udah makan" jawab ara masih dengan nada datar.
"Tadi kamu makan cuma dikit....udah makan sana" Sambung nathan.
"Iya iya" jawab ara. barqi sedikit bingung kenapa ara sangat penurut dengan nathan padahal ara adalah orang yang paling keras kepala dan hanya menurut kepada dewa.
Ara turun dari kamarnya dan melihat sudah banyak orang yang berkumpul di bawah lantai di atas tikar untuk makan. Ara mendudukkan tubuhnya di samping roni karna dia tau jika roni pasti masih canggung dengan teman barunya.
"Ibu aini mana?" tanya ara yang tidak mendapati ibu panti di dapur itu.
"Dia masih ngurusin anak bayi yang lo bawa tadi" jawab reza. ara hanya mengangguk mengiyakan.
"Lo ngapain masih bediri di sana? duduk" perintah ara ketus kepada nathan. dan nathan pun langsung duduk di sebelah ara.
Ara mengambil nasi untuk roni dan juga dirinya. tapi nathan tidak bergerak sama sekali dia hanya melihat ara. "Lo gak makan?" tanya ara kepada nathan.
"Iya" jawab nathan dan mengambil piring yanga da di depannya dan memasukkan nasi dan makanan yang ada ke dalam piringnya.
"Makan seadanya disini" ucap ara. tanpa melihat ke arah nathan.
__ADS_1