Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Nyerah


__ADS_3

"Ayo kita lihat siapa yang kalah" ucap Nathan dengan senyum yang mengembang melihat dan mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut sang istri.


"Kenapa gak ngirimin pesan lagi?" guman Ara dan menyenderkan tubuhnya di kursi sofa itu dan mengangkat ponselnya ke atas.


"Aku gak bakal nyerah" teriak Ara dan langsung berdiri dan ingin membanting ponselnya.


"Astaga hampir aja kebanting harta satu satunya" ucap Ara dan mengelus ponselnya dan meletakkannya dengan pelan ke atas meja yang ada di sana. Nathan sedari tadi terkekeh melihat tingkah dan mendengar ucapan demi ucapan sang istri.


Ara langsung berlalu dan melanjutkan pekerjaannya yang di dekat sana dan sekali kali dia melirik ke arah ponselnya melihat notifikasi dari sang suami. Nathan hanya terkekeh menatap sang istri yang sedari tadi menatap ponselnya.


"Udah aku bilang kamu gak bakal menang sayang" ucap Nathan dan tersenyum menang saat melihat sang istri yang sedari tadi menunggu notif darinya.


"Hey kamu kenapa gak ngirimin pesan lagi?" tanya Ara yang terpaksa mengirimi pesan terlebih dahulu karna dia sangat merindukan sang suami sekarang.


"Aku menang🤣👏" balas Nathan sambil terkekeh di kantornya.


"Menang apa nya....bilang aja kamu tadi kerja🙄" balas Ara kesal karna dia kalah dan tidak bisa berlama lama mendiamkan suaminya di tambah lagi dia tidak memiliki pekerjaan karna pekerjaannya sudah selesai.


"Aku ini bosnya" balas Nathan.


"Siapa?🤔" balas Ara.


"Aku suamimu❤" balas Nathan.

__ADS_1


"Yang nanya🤣" balas Ara yang memang terkekeh di toko. Nathan ikut terkekeh melihat istrinya tersenyum di layar laptop itu.


"Udah ya sayang....ini sudah malam tunggu aku disana" balas Nathan dan langsung mematikan laptopnya dan mengambil kunci mobilnya dan langsung turun.


"Bilang aja kamu gak tau mau ngomong apa lagi kan?😒" balas Ara kesal.


"Jangan ngirimin pesan lagi, aku sekarang di perjalanan ke toko" balas Nathan saat ingin masuk ke dalam mobilnya.


"Awas aja kalo 5 menit lagi bekum sampe" ketus Ara dan bersiap siap ingin pulang dan menunggu sang suami di depan.


Sudah sepuluh menit Ara menunggu sang suami di depan toko itu sampai sampai dia mengantuk dan semua orang di toko juga sudah pulang. "Bilang mau jemput....sampe sekarang juga belum dateng" ketus Ara kesal dan langsung mendudukkan tubuhnya di depan toko.


Ara menundukkan kepalanya dengan meletakkan kepalanya di atas lututnya. Nathan baru saja sampai karna dia terjebak macet di jalanan menuju ke toko padahal jarak dari kantor ke toko sangatlah dekat dan akibat terkena macet makanya dia telat menjemput sang istri.


"Sayang" panggil Nathan lembut dan menyibak rambut sang istri yang menutupi wajah cantiknya. Ara langsung terbangun dan langsung melihat siapa yang memanggilnya itu.


"Kamu kok lama banget sih?" ketus Ara dengan mata yang masih belum terlalu nampak.


"Tadi aku kejebak macet" jawab Nathan dan menyibak rambut sang istri ke sela sela telinga sang istri.


"Ayo kita pulang" ajak Nathan tanpa memerlukan jawaban sang istri dan menarik lembut tangan sang istri. Ara tidak menolaknya dan malah dia menerima ajakan sang suami dan langsung masuk ke dalam mobil.


Nathan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan jalanan masih macet dan itu membuat Ara sangatlah kantuk. Nathan yang sedari tadi menatap sang istri bingung saat melihat wanita itu tidak mengekuarkan suara.

__ADS_1


"Kamu kalo ngantuk tidur aja" ucap Nathan saat melihat sang istri yang sedari tadi menunduk dan tegak seperti orang yang kantuk bila duduk.


"Hemm" jawab Ara dan melebarkan matanya menghadap ke arah sang suami.


"Kamu kalo capek tidur aja....jangan di tahan kayak tadi nanti kepala kamu kepentok sama ini" jelas Nathan dan mengusap lembut kepala sang istri.


"Aku gak capek" jawab Ara dengan senyum yang lebar dan ingin menutupi rasa kantuknya tapi mau bagaimanapun dia menutupinya matanya tetap saja menunjukkan bahwa dia sekarang mengantuk.


Nathan tidak menjawab karna jalan sudah kembali lancar dan memilih untuk langsung melajukan mobilnya dan langsung ke apartemen mereka karna dia tau sang istri kelelahan karna dirinya.


Nathan memarkirkan mobilnya dan Ara langsung turun tanpa menunggu sang suami karna dia sangat kelelahan. Nathan menyusulnya dengan membawa tasnya karna dia lupa membawa tas nya.


Ara langsung masuk ke dalam lift begitupun dengan Nathan. Nathan bisa melihat dari raut wajah sang istri yang nampak mengantuk dan kelelahan itu dan dia memilih untuk tidak mengganggu dan membiarkan apa yang di lakukan oleh sang istri.


Saat lift berhenti Ara dan Nathan langsung keluar dan langsung masuk ke dalam apartemen mereka. Ara langsung masuk ke dalam kamar begitupun dengan Nathan. Ara langsung merebahkan tubuhnya tanpa melepaskan apa yang ia kenakan.


"Kamu gak mandi?" tanya Nathan menatap sang istri yang memejamkan mata.


"Duluan aja" jawab Ara tanpa membuka matanya karna dia sangat kantuk. Nathan tidak menjawabnya dan langsung mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan tubuh Nathan langsung keluar dan langsung melihat sang istri yang tengah tertidur dengan posisi kebiasaannya yakni tengkurap tanpa melepaskan sepatu maupun mengganti baju. Nathan hanya menggelengkan kepalanya dan langsung melepaskan sepatu sang istri tanpa membangunkannya karna dia yakin sang istri sangat kelelahan.


Nathan meletakkan sepatu milik sang istri di dalam tempat sepatu yang ada di dalam ruang ganti dan diapun mengenakan bajunya. Setelah selesai diapun langsung kembali dan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri dengan posisi saling memeluk.

__ADS_1


Tiga bulan kemudian


__ADS_2