
"Ada perlu apa?" tanya Ara kepada Aldi.
"Mau ajak kamu makan siang" jawab Aldi.
"Saya baru aja selesai makan dok" jawab Ara.
"Gak bisa ya?" tanya Aldi. Ara hanya mengangguk mengiyakan.
"Nanti malem kamu bisa dinner sama aku?" tanya Aldi lagi. Ara sedikit berfikir akan kesibukannya.
"Kayaknya saya gak bisa dok soalnya nanti malam saya mau makan malam di rumah paman saya" jawab Ara karna memang nanti sore dia ingin pergi ke rumah almarhum kakeknya untuk menemui pamannya.
"Yaudah deh lain kalia aja" ucap Aldi sambil melebarkan senyumannya.
"Makasih udah ngertiin saya dok" jawab Ara sambil membalas senyuman dari Aldi.
"Ara" teriak Andita dari belakang karna dia tidak menemui ara di kamarnya dan juga di dapur.
"Apa?" teriak Ara kembali.
"Lo dimana?" tanya Andita sambil berteriak.
"Di depan...ada pujaan hati lo disini" teriak Ara lagi karna memang Andita juga terkesima akan ketampanan wajah Aldi. Andita memang selalu terkesima kepada laki laki yang memiliki ketampanan yang luar biasa karna dia juga cantik.
"Siapa pujaan hati dia?" tanya Aldi bingung.
"Beneran ra?" tanya Andita memelankan suaranya.
"Iya makanya cepetan kesini" teriak Ara lagi. Andita dengan semangat menuju ke ruang tamu untuk menemui Ara dan juga Aldi.
"Mana ra?" tanya Andita yang baru sampai di ruang tamu.
"Ini" jawab Ara sambil menunjuk ke arah Aldi.
"Dokter" panggil Andita sambil melebarkan senyumannya kepada Aldi. Aldi hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Dokter ngapain kesini nemuin saya?" tanya Andita kepada Aldi.
"Enggak...." jawab Aldi terpotong oleh Ara.
"Gak usah kepedean lo" ketus Ara.
"Brisik" ketus Andita menghadap ke arah Ara.
"Dokter ngapain kesini? " tanya Andita kembali.
"Gak saya cuma berkunjung aja kesini" jawab Aldi sambil memaksakan senyumannya.
__ADS_1
"Oohh kirain hehe" ucap Andita sambil tersenyum malu.
"Ra lo mau?" tanya Barqi sambil membawa kue yang di buatkan oleh bu Fatimah dan juga Erina dan bu Aini. Andita memanggilnya tadi untuk mengajak ara membuat kue.
"Mau apa?" tanya Ara sambil menatap ke arah Barqi begitupun dengan Andita dan juga Aldi.
"Eh dokter" ucap Barqi saat mengangkat kepalanya karna tadi dia menunduk melihat lihat kue yang ia bawa. Aldi hanya tersenyum kepada Barqi dengan senyum yang tidak bisa di artikan.
"Eh jawab pertanyaan gue" bentak Ara.
"Ini lo mau kuenya?" tanya Barqi.
"Sini" jawab Ara. Barqi pun langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping kiri Ara sedangkan Andita di samping kanan Ara.
"Dokter mau?" tanya Ara sambil menyodorkan kue yang ada di tangannya yang ia ambil dari tangan Barqi.
"Kalian makan aja" jawab Aldi. Barqi menatap tak suka kepada Aldi karna menurutnya Aldi terlalu sombong.
"Gue ke pos" ucap Barqi datar.
"Tunggu dulu" ucap ara tapi Barqi tidak mengubris nya dan tidak menghentikan jalannya.
"Ssshhhttt" umpat Ara kesal.
"Saya permisi dok" pamit Ara dan langsung meninggalkan Andita dan juga Aldi yang masih duduk di atas kursi.
"Hmm" jawab Barqi datar.
"Lo kenapa?" tanya Ara.
"Gue gak suka sama Aldi" ucap Barqi langsung.
"Kenapa lo gak suka sama dia?" tanya Ara bingung.
"Dia itu sombong....gwue paling benci sama orang sombong" ucap Barqi sambil mengunyah kue yang ia bawa tadi karna dia tidak mau membagikan kue itu kepada Aldi karna dia sangat membenci Aldi.
Di ruang tamu panti hanya ada Andita dan juga Aldi yang berdiaman. "Yasudah saya pamit permisi" pamit Aldi kepada Andita. Andita hanya mengangguk mengiyakan karna dia juga sedikit tak suka akan tatapan Aldi tadi kepada Barqi. Andita biarpun seperti itu dia juga mencari pendamping hidup yang tidak pernah merendahkan orang lain tidak seperti Aldi yang menatap Barqi dengan tatapan merendahkan karna dia bisa menebak itu.
Andita tidak mengantarkan Aldi ke depan tapi dia juga kedepan dan berniat ingin menyusul Ara dan juga Barqi yang berada di pos dekat gerbang.
"Lo yah kalo marah sama orang makan juga lahap" ledek Ara kepada Barqi karna memang kenyataannya seperti itu.
"Makan ya makan Ara....kalo marah ya marah beda lah" ketus Barqi.
Ara terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut temannya itu.
Aldi yang baru saja ingin masuk ke dalam mobilnya langsung terhenti langkah kakinya saat dia melihat Ara dan juga Barqi tertawa bahagia.
__ADS_1
Aldi sedikit tak suka melihat Ara yang tertawa bersama Barqi langsunng masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya ke luar panti dan meninggalkan panti itu. Andita tersenyum melihat Aldi yang sudah pergi ntah kenapa dia menjadi senang. Andita langsung menghampiri Ara dan Barqi yang sedang asyik makan kue di pos.
***
Di kantor Nathan dia baru saja selesai makan siang bersama dengan Vino. Mereka hanya berdua karna memang selalu seperti itu.
"Nat" panggil Vino.
"Hmmm" jawab Nathan datar tanpa menatap ke arah Vino dan masih fokus ke ponselnya.
"Lo suka kan sama ara?" tanya Vino karna memang dia sedari tadi ingin menanyakan itu.
"Kenapa lo nanya gitu hah?" bentak Nathan.
"Gue cuma nnya kok lo ngegas sih" ketus Vino.
"Maap" ketus Nathan. Vino tidak menjawab perkataan sahabatnya itu dia hanya dia dan menatap lekat layar ponselnya sambil tersenyum lebar. Ntah apa yang dia lihat tapi itu sepertinya membuatnya bahagia.
Nathan yang sadar akan Vino yang senyum senyum sendiri melihat layar ponsel langsung berjalan menuju ke samping Vino dn mengintip apa yang di lihat oleh Vino. Dan yang di lihat oleh Vino itu ternyata foto Erina karna tadi vino sempat memegang ponsel Ara dan mengetik cepat nomor ponsel milik Erina dan juga nama instagram milik Erina.
"Ha" ucap Nathan sambil memegangi kedua bahu Vino dan itu membuat Vino sangat kaget.
"Apaan sih" bentak Vino.
"Ngelamun mulu" ucap Nathan sambil melirik ke ponsel Vino. Vino segera membalikkan ponsel miliknya.
"Lo suka ya sama temennya Ara?" tanya Nathan dengan nada meledek.
"Kan gue udah bilang sama lo" ketus Vino lagi.
"Suka banget kayaknya lo sama dia emang pernah ketemu sebelumnya?" tanya Nathan kepada Vino.
"Waktu itu...." ucapan Vino terpotong saat ada yang mengetuk pintu ruangan Nathan.
Tokkk...tok...tok
Ketuk seseorang dari luar. Vino langsung berdiri dan membuka pintu sedangkan Nathan kembali duduk di kursinya.
"Ada apa?" tanya Vino kepada Viona.
" ini pak saya ingin menyampaikan bahwa klien sudah datang dan menunggu di ruangan meating" jelas Viona.
"Sudah kamu siapkan semua berkasnya?" tanya Nathan tiba tiba.
"Sudah pak" jawab Viona.
"Yasudah ayo" ajak Nathan dan langsung menuju ke ruangan meating untuk menemui kliennya.
__ADS_1
Sesampai di ruangan meating Nathan sangat terkejut melihat kliennya itu karna kliennya itu tidak lah asing baginya begitupun dengan Vino.