Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Pintar


__ADS_3

"Mau aku matiin lagi lampu nya?" ancam Nathan kepada sang istri


"Jangan" teriak Ara sedikit pelan dan tidak sebesar suara tadi karna memang dia juga takut jika lampu di matikan.


"Yaudah ayo" ajak Nathan kembali kepada sang istri.


"Kalo aku gak boleh minum air es bawain semua makanan aku iini, Aku mau ambil cemilan di kulkas" jelas Ara karna memang jika dia memakan apapun pasti harus ada yang dingin dingin. Nathan mengerti akan sng istri yang jika makan harus ada makanan yang berbau dingin dan diapun mengambil piring yang berisi mie instan milik sang istri itu dan ingin berlalu tapi Ara kembali merengek.


"Hey kenapa kamu ninggalin aku?" teriak Ara yang tidak terlalu keras saat melihat sang suami yang ingin berlalu menaiki anak tangga.


"Makanya cepatan" jawab Nathan. Ara tidak menjawab nya lagi dan mengambil beberapa cemilan dan terlebih dahulu menaiki anak tangga di banding sang suami. Nathan hanya mengikuti wanita itu dan menuruti semua kemauan nya meskipun tidak mengeluarkan biaya yang besar tapi wanita itu banyak sekali mau nya.


"Sebelum nya aku belum pernah menuruti kemauan perempuan untuk hal seperti ini tapi dia?" guman Nathan dengan melebarkan senyuman bahagia nya sambil menggelengkan kepala nya karna memang dia tidak pernah di suruh suruh oleh siapapun wanita kecuali Nita karna tidak ada yang berani menyuruh nya.


Ara sudah membuka pintu kamar nya dengan lebar dan masuk ke dalam kamar itu dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu. "Kenapa di sini?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Aku mau nonton televisi" jawab Ara dan meletak kan cemilan yang ia bawa tadi dan berjalan mengambil remot dan menyalakan televisi.


Nathan meletak kan makanan sang istri di atas meja yang ada di sana di dekat cemilan yang di bawa oleh sang istri dan dia pun berlalu untuk mengambil laptop milik nya sedangkan Ara dia masih mencari cari acara yang bagus dan dia mendapat kan tontonan drama korea.


Nathan kembali ke dekat sang istri dan mendudukkan tubuh nya tepat di samping sang istri yang tengah menyantap makanan sambil menonton itu. "Kakak udah makan tadi?" tanya Ara kepada Nathan saat melihat Nathan sang suami yang kembali fokus ke laptop.


"Belum" jawab Nathan menatap sekilas sang istri dan setelah itu kembali lagi fokus ke laptop milik nya itu.


"Kenapa kamu gak makan hah? kamu mau sakit karna gak makan hah?" ketus Ara memarahi suami nya yang tidak makan itu persis seperti ibu memarahi anak nya.


"Kamu lebih penting dari pada makan" jawab Nathan.


"Apa maksud kamu?" tanya Ara dengan mata yang menatap tajam sang suami.


"Gak ada maksud apa apa" jawab Nathan. Ara tidak menjawab nya dan menggumpal kan mie milik nya ke garpu.


"Buka mulut kamu" perintah Ara kepada sang suami. Nathan menatap apa yang di berikan oleh sang istri kepada nya.

__ADS_1


"Buka mulut kamu" ketus Ara yang sedikit kesal karna sang suami hanya menatap makanan yang ia sodorkan tanpa membuka mulut. Nathan pun membuka mulut nya dan Ara menyuapi mie yang ada di garpu tadi kepada sang suami.


"Pintar" ucap Ara dan beralih menyuapi diri sendiri makan.


"Ini masih malam loh, Kok masih kerja?" tanya Ara kepada sang suami karna sang suami sangat fokus akan laptop nya.


"Aku gak bisa tidur makanya aku milih buat kerja" jawab Nathan.


"Kenapa gak bangin aku?" tanya Ara kepada sang suami.


"Kamu tidur nyenyak banget dan gak enak ngebangunin kamu" jawab Nathan.


"Biasa nya kamu juga ngebangunin aku kalo gak bisa tidur" ketus Ara dengan menatap kesal sang suami dan kembali melahap makanan milik nya itu.


Ara sudah memakan makanan yang ia masak tadi dan meletakkan bekas makan nya itu di atas meja yang ada di depan kursi. Dia mengambil cemilan yang ia bawa tadi karna dia masih merasa lapar karna dia berbagi makanan dengan sang suami.


"Kamu mau?" tanya Ara kepada Nathan.


"Kalo kamu yang nyuapin aku" jawab Nathan. Ara mengambil snake itu dan menyuapi nya ke dalam mulut sang suami. Nathan dengan senang hati menerima nya karna dia juga merasa lapar karna tidak makan siang dan juga malam.


"Aku bosan" teriak Ara dan menyenderkan tubuh nya di senderan kursi sofa itu.


"Kamu ini kebiasaan banget teriak teriak tengah malam" jawab Nathan yang mendengar teriakan sang istri. Ara menatap sekilas ke arah sang suami dan ingin berlalu untuk mencari ponsel nya di dekat ranjang.


"Nathan kamu liat ponsel aku?" tanya Ara yang tidak menemukan ponsel nya di sekitar ranjang.


"Bukan nya kamu bawa kemaren?" tanya balik Nathan.


"Beberapa hari ini aku gak mainin ponsel" jawab Ara dan berjalan mendekat ke arah sang suami.


"Jadi?" tanya Nathan menatap lekat istri nya itu.


"Mana ponsel kamu?" tanya Ara kepada Nathan sambil menengadah tangan nya meminta ponsel. Nathan merogoh saku celananya dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam sku itu.

__ADS_1


"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan ponsel milik nya kepada sang istri. Ara menerima nya dan langsung membuka ponsel itu dan membuka aplikasi telepon dan mencari nomor nya dan setelah itu dia langsung menghubungi nomor ponsel nya itu.


Dritttt


Suara ponsel berbunyi dan Ara langsung mencari dari mana asal suara itu. Nathan mencoba membantu sang istri untuk mencari nya dan meningglkan sebentar pekerjaan nya. Nathan mendengar bunyi ponsel sang istri itu di dekat tempat tidur dan dia pun berjongkok dan bertelungkup untuk melihat ke kolong tempat tidur.


Dan benar saja ponsel sang istri ada di kolong tempat tidur. "Gimana?" tanya Ara kepada sang suami dan dia juga ikut berjongkok. Nathan kembali duduk seperti orang biasa dan dia menemukan ponsel sang istri.


"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan ponsel itu kepada sang pemilik. Ara menerima nya dan mematikan telpon dari ponsel sang suami.


Nathan kembali ke kursi sofa tadi dan melanjutkan pekerjaan nya dan Ara dia juga ikut mendudukkan tubuh nya di samping sang suami. Ara mengotak atik ponsel milik nya itu dan meletakkan ponsel milik suami nya tadi di atas meja yang ada di depan nya.


"Kenapa gak ke rumah Ra?"


"Apa lo masih marah sama gue?"


"Ara balas pesan dari gue"


"Ara gue minta maaf karna gak ngasih tau masalah hubungan gue sama kak Azlan sebelum nya"


"Ara balas"


"Maafin gue ra"


Itu lah isi pesan yang di kirim kan oleh Andita seorang kepada nya dan masih banyak lagi pesan yang masuk ke dalam ponsel nya itu dan ada juga dari Arfel,,,Sheyla,,Barqi dan juga Aldi tapi satu pun tidak ia balas karna malas dan diapun memilih untuk membuka akun medsos nya dan melihat apa saja yang lewat di beranda nya dan banyak juga DM (derect messenge) masuk ke dalam ponsel nya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf kalo author baru up karna jaringan agak jelek beberapa hari ini dan author juga tidak bisa mengup banyak banyak.


__ADS_2