
"Rafael aja melarangmu tadi menemani mereka dan dia menyuruh nemenin aku" jawab Nathan.
"Rafael itu beda omongan sama hati" ketus Ara.
"Benarkah? apanya yang beda?" tanya Nathan.
"Tadi aja dia tidur di pelukan aku dan gak mau lepas dari ak tadi" jelas Ara kepada sang suami.
"Tapi tadi dia nyuruh kamu nyusul amu dan gak usah menemaninya" ucap Nathan.
"udah aku bilang Rafael itu beda omongan sama isi hatinya" jawab Ara.
"Kamu belum tidur?" tanya Nathan kepada sang istri saat melihat jam di ponselnya itu sudah menunjuk pukul sepuluh malam. Ara menggelengkan kepala nya menandakan belum tidur.
"Kenapa belum? ini sudah malam" ucap Nathan.
"Kamu kalo belum tidur kenapa?" tanya Ara kepada suaminya itu.
"Belum ngantuk" jawab Nathan.
"Begitupun dengan aku, Aku belum ngantuk" ucap Ara padahal dia tidak bisa tidur karna tidak di temani suaminya.
"Benarkah? atau karna kamu gak bisa tidur kalo aku gak ada" ledek Nathan.
"Siapa bilang? aku emang belum ngantuk" bantah Ara.
"Biasanya kamu jam segini udah tertidur pulas dan berarti kamu emang gak bisa tidur tanpa aku" ledek Nathan lagi dengan senyum yang melebar.
"Enggak" bantah Ara.
"Sudahlah, Rebahin tubuh kamu" ucap Nathan kepada sang istri.
"Buat apa?" tanya Ara.
"Aku bakal nemenin kamu tidur" jawab Nathan dengan melebarkan senyumannya.
__ADS_1
"Kamu kan jauh" ucap Ara.
"Melalui panggilan vidio aja, Aku gak bakal matiin panggilan nya" jawab Nathan. Ara hanya terdiam dan menatap wajah sang suami yang sangat ia rindukan itu.
"Hey, Ayo" ucap Nathan dengan memposisikan tubuh nya untuk tidur.
"Baiklah" jawab Ara dan ikut memposisikan diri untuk tidur. Ara meletakkan ponselnya di sampingnya dan menyenderkan ponselnya itu menggunakan bantal. Tapi tidak dengan Nathan yang melakukan panggilan vidio itu menggunakan laptop miliknya.
"Tidur lah, Aku selalu di sampingmu" ucap Nathan dengan senyum yang melebar dan tangan sang mengusap layar laptopnya yang ada wajah sang istri.
"Jangan di matikan" ucap Ara.
"Iya, yaudah mari kita tidur" jawab Nathan. Ara mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang melebar dan langsung memejam kan matanya begitupun dengan Nathan dan akhirnya mereka berduapun tertidur dengan Ara ponsel yang masih menyala dan menampakkan wajah Nathan yang sedang tertidur begitupun dengan Nathan yang laptopnya masih menyala.
Keesokan paginya
Nathan terbangun terlebih dahulu dari Ara dan dia langsung melihat wajah sang istri sedang terlelap di balik layar laptopnya. Senyum di wajah tampan itu mengembang melihat wanita yang tertidur itu. "Hey bangun, Ini udah pagi" ucap Nathan dari balik layar ponsel Ara. Ara mengerjapkan matanya dan langsung melihat wajah suaminya di layar ponselnya. Ara menatap dengan mata yang menyipit ke layar ponselnya dan itu membuat Nathan tersenyum.
"Ini udah pagi" ucap Nathan kepada sang istri.
"Iya aku tau" jawab Ara dengan memegang ponselnya itu.
"Ti..." ucap Nathan yang terpotong gara gara ponsel Ara mati karna kehabisan batrai.
"Yah kok mati?" ucap Ara kesal dan langsung duduk dari tidurnya dan mencoba menghidupkan ponsel nya tapi tidak bisa. Ara turun dari ranjangnya dan mencari cas tapi dia tidak menemukannya.
"Mana gak ada cas lagi" ucap Ara kesal dan langsung masuk ke dalam kamar mandi karna dia ingin ke rumah Amel hari ini dan ponsel nya ia letakkan di atas kasur.
"Loh kok mati?" ucap Nathan yang heran dan melihat layar laptopnya itu sudah kembali ke menu awal.
"Mati kali ponselnya" guman Nathan dan mematikan laptopnya dan mengecas nya setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lupa membawa handuknya.
Ara sudah selesai mandi, Dia turun dari kamar nya dan melihat Kya dan yang lainnya sudah rapi seperti orang yang ingin pergi. "Kalian mau kemana?" tanya Ara yang baru saja turun dari kamar.
"Mau ke mall ada yang mau di beli, Kamu mau ikut?" tanya Kya.
__ADS_1
"Ikut mereka apa ke rumah Erina ya?" guman Ara yang bingung.
"Iya, Ara mau ikut" jawab Ara yang memilih mengikuti mereka dari pada ke rumah Amel.
"Yaudah kamu siap siap ya, Kita juga bakalan sarapan pagi di luar" ucap Rizal. Ara menangguk mengiyakannya dan langsung berlalu naik kembali ke kamar nya untuk bersiap siap. Setelah dia siap dia langsung turun dari kamar dan tidak lupa membawa ponselnya yang mati itu.
"Udah siap?" tanya Kya. Ara mengangguk mengiyakannya dan mereka pun langsung keluar dari rumah itu dan memasuki mobil.
.
Beberapa menit menempuh jalanan akhirnya mereka pun sampai di salah satu mall mereka langsung turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam mall. Mereka terlebih dahulu sarapan dan setelah itu baru mereka berjalan jalan sedangkan Ara dia terlebih dahulu ke toko jam tangan untuk membeli kado anniversary mereka yang setahun kepada Nathan dan Kya dan Rizal pun mengiyakannya.
Ara memilih milik jam untuk sang suami yang bagus dan di sukai tapi dia tidak terlalu tau. Ara mengambil ponsel miliknya yang sudah dia cas di dalam mobil tadi dan menelpon Vino dengan panggilan vidio.
"Tumben lo nelpon gue" ucap Vino yang sudah mengangkat telpon itu dan terlihat Erina yang sedang mengasuh Naila anak mereka.
"Gak ush banyak basa basi deh, Mana jam yang di suka Nathan?" tanya Ara dengan mengalihkan kamera itu ke belakang.
"Nathan suka yang sederhana, Dia gak suka yang kayak gitu" jawab Vino saat Ara menunjukkan jam berwarna emas.
"Pak, Tolong ambil kan yang itu" ucap Ara dengan menunjuk ke arah jam rantai berwarna perak. Penjula itupun mengambilnya dan memberikannya kepada Ara.
"Ini gimana?" tanya Ara dengan menunjukkan jam yang ia suruh penjual tadi mengambil nya.
"Kayak nya Nathan lebih suka yang ujung sana" ucap Vino dengan menunjuk ke arah jam yang tidak terlalu bagus menurut Ara.
"Lo yakin?" tanya Ara yang kurang yakin. Vino mengangguk mengiyakannya.
"Yaudah terima kasih" jawab Ara dan langsung mematikan panggilan vidio itu.
"Jelek banget selera Nathan" guman Ara yang tidak menyukai jam yang di tunjuk oleh Vino.
"Aku bakal milih nya sendiri aja, Dari pada minta pendapat Vino bakalan jadi lebih buruk" ucap Ara dan membeli jam yang pertama ia lihat dan itu nampaknya cocok untuk Nathan dan itu juga nampak sederhana dengan taburan berlian di samping samping jam itu.
Ara kembali ke dekat Kya dan juga Rizal yang sedang bermain di mall itu dan mereka pun memutuskan untuk pulang karna hari juga sudah mulai sedikit larut dan Rafael tertidur akibat kelelahan.
__ADS_1
Dua hari kemudian
Beberapa hari ini Ara belum ke rumah Erina karna dia menghabiskan waktu bersama Rizal dan keluarga sampai saat ini saat Kya dan yang lain ingin pulang ke amsterdam.